
Naga hitam terlihat kelelahan mengimbangi kecepatan bertarung Alice. Padahal Alice hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya. Ya, kekuatan Alice sekarang telah kembali. Setelah istirahat yang cukup dan bersemedi selama beberapa hari kini tubuhnya kembali prima. "Hanya segitu saja kekuatanmu?" Alice berkata remeh terhadap Naga hitam.
"Jangan sombong kau anak kecil." Naga hitam tidak terima dan merasa Alice menghinanya.
"Haiisss, aku selalu disebut anak kecil. asal kau tau ya Naga jelek aku ini bukan anak kecil" Alice melipat kedua tangan di dadanya.
"Terserahlah, yang jelas kau pasti akan habis ditanganku" .
"Tangan? Bahkan kau tidak mempunyai tangan. Hahahaha" Alice tertawa, merasa perkataan Naga hitam sangat aneh.
"Diam kau!!!" Naga hitam yang geram segera kembali menyerang Alice.
Alice menghembuskan nafasnya dalam-dalam sebelum melompat tinggi dan melayang di udara "Akan segera ku akhiri pertarungan ini" ia merasa sudah cukup mengulur waktu. Ternyata kekuatan Naga hitam tidak seperti perkiraannya. Di awal pertarungan Alice hanya terus menghindari setiap serangan, tujuannya agar Naga hitam kelelahan dan juga untuk mengukur seberapa besar kekuatan musuhnya itu.
Alice mengubah tenaganya menjadi energi, dan mengalirkan energi tersebut ke telapak tangannya. Pusaran angin diliputi cahaya berwarna merah muda segera mengelilingi tangannya. Alice melakukan gerakan memutar ketika Naga hitam berada pada jarak yang cukup dekat dengannya. Seketika Alice melepaskan pusaran angin dengan cahaya merah muda itu secara melingkar. "Pusaran angin topan". Semakin lama Pusaran angin milik Alice berukuran semakin membesar. Sasaran Alice adalah kepala Naga hitam.
Naga hitam berusaha menghindar, tetapi karena tubuhnya sangat besar ia tidak dapat menghindar sepenuhnya. Mengakibatkan serangan Alice mengenai tanduk runcingnya. Pusaran angin topan Alice sangatlah tajam, setiap hembusannya bagaikan sebilah pisau. Naga hitam tampak murka melihat tanduknya tergeletak di tanah setelah di potong oleh Alice. Tanduk merupakan suatu kehormatan bagi Naga Hitam. Menurut Naga hitam yang baru saja Alice lakukan lebih buruk dari penghinaannya tadi.
"Jangan salahkan aku, kau yang menghindari seranganku tadi. Bila tidak menghindar, mungkin saja kau akan langsung mati di tanganku. Jadi kau tidak perlu merasa penampilanmu sekarang semakin jelek karena hanya memilki satu tanduk". Alice seolah memahami apa yang Naga hitam rasakan.
Naga hitam seolah tidak peduli lagi, ia terbang kearah Alice dan menyiapkan serangan dengan seluruh tenaganya.
Alice kembali memusatkan tenaga dalam ke tangan kanannya. Kemudian muncul pedang mungil yang sangat cocok bila di gunakan oleh Alice. Pedang itu juga terlihat sangat tajam, dengan permata berwarna merah muda menghiasi gagangnya. Alice menyembunyikan pedang itu di balik badannya, dan hanya diam di tempat menunggu serangan Naga hitam. Saat Naga hitam sudah ada pada jangkauannya, Alice segera mengayunkan pedang itu, menebas tubuh besar Naga hitam. Kali ini Naga hitam tidak dapat menghindari serangan dadakan Alice. Ia tidak tau bila Alice menyembunyikan sebuah pedang di balik tubuhnya.
Suara keras terdengar ketika dua bagian tubuh Naga terhempas. Bagian kepalanya terhempas ke tanah, sedangkan bagian ekornya terhempas ke danau menimbulkan cipratan air yang besar.
Alice gagal mendapatkan keseimbangan karena mengayunkan pedangnya terlalu kuat. Membuatnya terjatuh menghantam tanah. Seluruh tubuhnya menjerit kesakitan. Melihat itu Sesil dan Raka yang berada tidak jauh dari terjatuhnya Alice segera menghampiri. "Alice, kau tidak apa-apa?" tanya Raka berusaha membantu Alice bangun.
"Tidak papa gundulmu, jatuh dari ketinggian seperti itu tentu saja badanku sakit, Aaaccchhh.." Alice merenggangkan ototnya, memegang pinggangnya yang terasa sakit karena membentur tanah tadi.
"Itu hanya seperempat dari kekuatanku Sesil, tapi Naga hitam yang jelek itu sudah kalah begitu saja. Tidak sepadan dengan mulut besar dan badan raksasanya itu" Alice sangat bangga, merasa dapat mengalahkan naga hanya dengan serangan yang menurutnya kecil, karena serangan itu hanya menggunakan seperempat kekuatannya.
"Ya, kau memang luar biasa Alice. Tapi tidak dengan akhir dari aksimu yang mengenaskan" Raka mengingatkan Alice, bahwa ia baru saja jatuh terhempas ke tanah di akhir aksinya melawan Naga hitam yang tidak berakhir keren.
"Aku heran, kenapa kau masih saja hidup bocah ingusan. Aku lebih senang kalau kau mati saja tenggelam di danau tadi" balas Alice.
"Jadi kau menyumpahiku mati tadi? Pantas saja kau tidak menolongku. Dasar anak kecil"
"Sudah ku katakan berhenti menyebutku anak kecil, umurmu tidak sepadan denganku, Kau...."belum sempat Alice melanjutkan kalimatnya, ia dikagetkan dengan tubuh Naga hitam yang kembali bersatu. Kecuali tanduknya tadi yang masih tergeletak di tanah.
Sesil dan Raka merasa heran dengan ekspresi terkejut Alice. Mereka membalikkan badan, melihat ke arah mata Alice memandang. Alangkah terkejutnya Raka dan Sesil saat mendapati Naga hitam kembali utuh. "Ba-bagaimana bisa?" kata Raka terbata-bata. Fenomena dihadapannya benar-benar tidak masuk akal.
"Hahahahaha.... Raut muka kaget kalian sangat lucu" Naga hitam tertawa lantang. "Pasti kalian merasa heran kenapa tubuhku bisa kembali bukan?"
"Cih-, biar kau kembali akan ku tebas lagi tubuh hitammu yang jelek itu" Alice berkata geram.
"Dan dapat dipastikan tubuhku akan kembali lagi, lagi, dan lagi sampai kau kelelahan. Hahahahaha.." tawa naga hitam terdengar sangat menyeramkan. Kalau benar apa yang dikatakannya, sudah dapat dipastikan Alice akan kalah karena kehabisan energi. Walaupun sudah pulih sepenuhnya tetapi tetap saja kekuatannya terbatas.
...****************...
Maaf agak pendek 🙏
Tetap dukung Author ya, biar lebih semangat nulisnya. Tinggalkan jejak kalian 😊
Kira-kira Alice bisa gak ya mengalahkan naga hitam? Tunggu kisah selanjutnya