Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
Ruangan rahasia



Ketika sampai di Lembah Hijau milik Master Geor, kami tidak terkejut melihat situasi yang ada disana. Semuanya kacau, lembah itu sekarang tidak bisa disebut lagi Lembah Hijau, lebih pantas disebut sebagai Lembah Hitam. Tidak ada lagi pemandangan indah, seperti yang biasa kami lihat saat latihan. Tidak ada lagi rumput hijau muda segar disana, semuanya hitam. Langit pun sudah tidak lagi memunculkan awan putih, digantikan awan hitam yang berkuasa diatas sana.


"Emmmm.....Melihat kondisi ini, sepertinya kecil kemungkinan kita dapat menemukan apa yang ingin kita cari di rumah Master Geor. Setelah kita pergi, waktu disini pasti kembali normal seperti semula, dan raksasa itu pasti sudah menghancurkan rumah Master Geor. " ucap Ken.


"Benda seperti apa yang kita ingin cari, Ken? Akan sangat sulit mencarinya, jika kita saja tidak mengetahui benda seperti apa itu. " ucap Jasmine.


" Menurutku benda itu adalah buku! Karena buku adalah sumber informasi bukan? Dan setauku Master Geor menyimpan banyak sekali buku di rumahnya! Entah apa yang terjadi dengan buku-buku itu sekarang, mungkin semuanya telah berubah menjadi abu. Semoga saja masih ada informasi yang tersisa. " kata Ken mencoba menebak.


" Hei! Kurasa kau benar, Ken! Sumber informasi utama adalah buku, maka kemungkinan besar benda yang dimaksud Master Geor adalah buku! " kataku dengan antusias.


" Hmm, dasar kutu buku kau, Qlessie! Pikiran pertama yang terlintas di benakmu selalu saja buku, buku, dan buku! "


" Hehehe..."


"Emang buku seperti apa yang mau kita cari? " tanya Flash.


"Buku tua mungkin? " jawab Jasmine.


"Buku seperti apapun itu, yang penting kita harus ke rumah Master Geor terlebih dahulu, semua pertanyaan kalian akan segera terjawab disana! Bergegas semuanya! Kita tidak punya banyak waktu."


Tanpa menunggu kami, Ken lansung berlari ke arah timur, tempat dimana rumah Master Geor berada. Ya,seperti yang kami bicarakan sebelumnya, rumah Master Geor hancur berantakan, sudah tidak layak disebut sebagai rumah, lebih cocok disebut kandang hewan.


"Kita mulai darimana?" tanya Flash.


"Selalu mulai dari hal umum! Kita mulai dari ruang tamu. " kata Ken dengan tegas.


"Siap, Kapten! " ucapku, Jasmine, dan Flash berbarengan, sambil memberi hormat.


Ken memelotot ke arah kami, tanda dia tidak suka dipanggil kapten. Tetapi memang sebenarnya, sikap Ken yang selalu tegas dan penuh keyakinan itu sangat cocok sebagai pemimpin. Oleh sebab itulah, kami memanggilnya kapten di tim ini.


"Untung ada yang cantik!" ucap Ken dengan pelan, tapi kita masih bisa mendengarnya.


"Eits! Kau berkata apa tadi, Ken? Ada yang cantik? Hayo, siapa?Qlessie atau Jasmine nih? " goda Flash, tapi lansung mendapat satu jitakan dari Jasmine.


"Sembarangan sekali Kau! Ya pasti Qlessie dong! Kecantikanku tidak sebanding dengan kecantikan Qlessie!" kata Jasmine sambil melirik ke arahku.


"Tapi kau juga tak kalah cantik, Jasmine!" ucap Flash tanpa sadar.


"Ha?" Jasmine melongo, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


" Maksudku....Emmm" wajah Flash memerah karena malu.


" Aish! Bertahun-tahun aku berteman denganmu, Flash, aku baru mengetahui bahwa kau pandai juga memuji orang. Sampai-sampai membuat dirimu sendiri malu seperti itu!Haha!" ucap Jasmine , yang kemudian dilanjut dengan tawa Aku dan Ken.


" Kalau kau ingin mengetahui siapa yang aku bilang cantik tadi Flash, jawabannya adalah kau! " kata Ken bergurau.


" HAH?! AKU CANTIK??! " ucap Flash dengan bingung yang sontak membuat kami tertawa terbahak-bahak.


Ken sudah melangkah ke rumah Master Geor dan lansung menuju ruang tamunya, karena ia tidak mau mengambil resiko terkena omelan Flash.


Sesampainya di ruang tamu, kita melihat ada 2 rak kecil berisi buku-buku tua yang terdapat di pojok ruangan. Ya hanya tersisa rak itu yang masih utuh seluruhnya di ruang tamu tersebut, yang lainnya hancur tak bersisa. Dengan segera Ken menuju ke rak itu, dan memeriksa seluruh bagiannya.


Lalu Ken membawa 2 buku yang berisi tentang ramuan-ramuan dan tempat-tempat bersejarah di dunia yang penuh dengan misteri.


"Qlessie, bacalah! Aku tau karena kau kutu buku, waktu membacamu menjadi cepat, dan kita butuh itu! " kata Ken sambil menyodorkan buku yang berjudul "MYSTERY PLACE" kepadaku, sedangkan ia membaca buku yang berjudul "SPELL POTION" .


Aku mengangguk dan mengambil buku yang disodorkan Ken. Buku ini tidak seberapa tebal, hanya sekitar 180 halaman. Ukurannya juga tidak besar,tingginya hanya sekitar 17 cm.


"Lalu kita berdua ngapain dong? " tanya Flash.


" Kalian ambil saja buku yang lain di rak itu! Siapa tau ada informasi penting lainnya."


Jasmine dan Flash mengangguk tanda mereka mengerti. Kemudian kami larut dalam bacaan masing-masing.


Satu jam telah berlalu ,dan buku yang kami bacapun juga sudah selesai. Tapi ketika kita saling menanyakan, apakah ada yang menemukan sesuatu, semuanya menjawab tidak ada.


"Terus bagaimana sekarang? " tanya Flash.


"Kita lanjut ke kamar Master Geor sekarang!"


"Huh! Jangan bilang kita melanjutkan 1 jam lagi untuk membaca buku yang membosankan itu! " gerutu Flash.


"Tidak apalah, Flash! Seru kan? " kataku menyengir.


"Itukan kau, Qlessie! " balas Flash lagi dengan kesal.


Memasuki kamar Master Geor ternyata sangat sulit, pintunya terhambat oleh tumpukan batu yang roboh. Sebagai manusia, biasanya membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk memindahkan bongkahan batu yang besar itu, tapi karena adanya Ken yang menyuruh batu-batu itu untuk menyingkir, akhirnya kami hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 15 menit saja.


Kondisi kamar Master Geor lebih parah dari yang di luar, kamarnya sudah tidak berbentuk lagi. Tembok dan atapnya sudah tidak ada. Menggenaskan! Bahkan buku-bukunya pun seluruhnya sudah menjadi abu putih.


"Huh! Ken sekarang bagaimana? Lanjut lagi ke dapur, ke gudang, ke kamar mandi, atau ke fondasi air dibawah rumah Master Geor? Rupanya pencarian kita sia-sia di ru..." sebelum Flash selesai berkata-kata, tangan Flash yang tidak bisa diam itu menekan sesuatu di balik rak buku yang sudah hilang separuh badannya. Akibatnya tembok di belakang Flash bergerak dan memunculkan sebuah lubang yang sepertinya mengarah ke bawah dan Flash pun terjatuh ke lubang tersebut. Sontak aku, Ken, dan Jasmine pun berteriak.


"FLASH!!"


"Aduhh! Pantatku! "


Mendengar itu, aku, Ken, dan Jasmine menarik nafas lega. Itu artinya Flash baik-baik saja, buktinya dia masih bisa mengaduh lucu seperti itu.


"Hah! Ternyata kecerobohan Flash ada untungnya juga, ya! Tanpanya mungkin sampai sekarang kita tidak kepikiran bahwa ada ruang rahasia disini! Master Geor memang benat-benar cerdik. Tapi untung saja, para raksasa itu tidak menemukan tempat ini! "


"Hahaha.....Kau benar, Jasmine! Sekarang bagaimana cara kita turun kebawah, ya? Apakah kita harus jatuh seperti Flash tadi? Tapi tentu saja, aku tidak mau pantatku jadi korban nantinya. " kata Ken mencoba melucu.


Tapi karena perkataannya itu, membuatku mencubit perutnya.


"Aduh! Perutku! " rintih Ken seperti Flash tadi, tapi diganti dengan kata perutku.


"Jangan bergurau, Ken! Tuh lihat disana ada tangga, kita bisa turun kebawah menggunakan itu! " kataku sambil menunjuk ke pojok lubang.


"Hehehe..." ucapnya dengan nada yang tidak bersalah.


"HEI! KALIAN SEDANG APA DIATAS SANA?? CEPAT TURUN! AKU MENEMUKAN SURGA QLESSIE DISINI!" kata Flash yang suaranya lansung bergema.


" Iya, iya, emang ada apa sih?" tanyaku.


"TURUN SAJA! "


Kami bertiga pun turun kebawah. Dan inilah yang dimaksud Flash dengan "Surga Qlessie". Ketika kami sampai di bawah betapa terkejutnya aku melihat begitu banyak buku, perkamen, kertas, dokumen, dan masih banyak lagi. Ternyata Master Geor mempunyai perpustakaan besar di bawah rumahnya. Waw!Flash benar, ini surga bagiku!


"Nah! Bagaimana?? Aku benar kan? Ini surga bagimu! " kata Flash dengan bangga.


" Tunggu dulu! Bagaimana cara kita menemukan buku itu, diantara miliaran buku disini? Apakah kita harus membacanya satu-persatu! Itu akan membutuhkan 1 abad penuh! " tanya Jasmine.


"Tentu saja tidak! Karena yang kita cari bukan buku! "


Sekarang mereka semua menatapku dengan tatapan bingung.


"Apa maksudmu, Qlessie? " tanya Ken.


"Apa kau ingat betul yang dikatakan Master Geor saat dia menyuruh kita untuk datang kesini, Ken? "


"Ya! Master Geor berkata," Pergilah ke rumahku saat fajar datang, kalian akan menemukan informasi yang berguna disana tentang cairan itu dan tujuan kalian selanjutnya. " seingatku itu yang dikatakan Master Geor! "


"Bagus, berarti memang bukan buku yang kita cari, melainkan perkamen-perkamen tua yang disana itu! Begitu aku melihat tempat ini, aku baru menyadari bahwa bukan hanya buku yang bisa menjadi informasi, melainkan sebuah perkamen juga bisa menjadi informasi."


Mereka semua terdiam sejenak.


" Emmm... Yeah, kau jenius Qlessie! Ayo kita mulai mencari!" kata Ken.


Kami semua menuju lemari bagian perkamen-perkamen tua, dan dalam semenit kami sudah tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Setengah jam tanpa henti kami terus mencari sampai akhirnya aku menemukan sesuatu.


"KETEMU! " teriakku.


Ken, Jasmine, dan Flash menghentikan pencarian dan menoleh ke arahku.


"Apa yang kau temukan, Qlessie? " tanya Ken.


" Di perkamen dijelaskan bahwa cairan merah darah dalam sebuah botol kecil berfungsi untuk mengaktifkan artefak senjata milik Satria! "


" Lanjutkan, Qlessie! "


" Cara mengaktifkannya adalah dengan meneteskan 1 tetesan cairan itu di logo artefak, dan dalam beberapa menit artefak itu akan naik level dan senjata itupun aktif."


" Waw! Kurasa sebelum raksasa itu menyerang kita kemarin, Master Geor ingin memberikan cairan ini kepada kita, tetapi tidak sempat! " ucap Ken.


" Hei! Aku juga menemukan sesuatu! " kata Jasmine.


"Apa?! ucapku, Ken, dan Flash bebarengan.


"Setelah senjata itu aktif, maka Satria harus pergi ke suatu tempat yaitu, HUTAN MISTERI. Hutan legendaris yang berada di perbatasan Dunia Element Biru dengan Dunia Element Hitam. Hutan ini menyimpan banyak sekali misteri , dan sudah 1000 tahun tidak ada lagi orang yang berkunjung ke hutan itu.


HUTAN MISTERI juga tidak bisa dimasuki oleh sembarangan orang, oleh sebab itu cara Satria untuk masuk ke hutan itu adalah dengan menggabungkan keempat unsur elemen menggunakan artefak yang telah berubah menjadi senjata, dan mengucapkan " MAGIC,MAGIC,MAGIC, WE WILL SOLVE THE MYSTERY". Perkamen ini juga mengatakan bahwa , jika ingin senjatanya kembali dalam bentuk artefak, Satria hanya tinggal menyebutkan" COME BACK". Nah begitulah isi perkamen ini, awalnya aku tidak mengerti maksudnya, tetapi saat Qlessie menjelaskan tentang perkamen ramuan itu, aku tersadar bahwa ini adalah lanjutan dari perkamen tersebut."


Kami terdiam, ternyata usaha kami selama beberapa jam terakhir membuahkan hasil yang menakjubkan. Akhirnya, kami akan melanjutkan petualangan kami ke tahap yang sesungguhnya.


"Baiklah tunggu apalagi? Mari kita lakukan! " kata Ken dan mengeluarkan cairan merah beserta artefaknya dari dalam saku. Ken meneteskan 1 tetes cairan ke logo artefaknya, lalu Ken memberikannya kepadaku dan aku melakukan hal yang sama, mengeluarkan artefak dan meneteskan 1 tetes cairan merah itu ke logo artefak. Kemudian lanjut ke Jasmine dan terakhir Flash.


Dalam 2 menit, artefak di tanganku bergetar hebat dan berubah menjadi senjata, itu adalah Magic wand, tongkat yang agak bengkok dan menggunakan tali menyerupai busur. Kemudian lanjut Ken yang artefaknya berubah menjadi Stone sword, sebuah pedang yang terbuat dari batu paling beharga di dunia element. Dilanjut, Jasmine yang artefaknya berubah menjadi Fire bow, atau busur api. Dan terakhir, Flash yang artefaknya berubah menjadi Shield wind atau perisai angin.


"Baiklah, kalian siap teman-teman? " kata Ken.


Kami bertiga mengangguk. Dan kami semua pun mengangkat senjata masing-masing dan menempelkannya ke senjata yang lain.


" MAGIC, MAGIC, MAGIC, WE WILL SOLVE THE MYSTERY" ucap kami berbarengan. Dan kemudian kami telah tiba di HUTAN MISTERI. Tempat legendaris yang sudah tidak dikunjungi selama 1000 tahun terakhir.