
"Kita akan bermalam disini?" tanyaku.
"Hemmm...Ya! Tempat ini cocok, karena sejauh 300 m dari sini terdapat sumur tua yang airnya dikenal dengan sangat jernih." kata Hama.
"Kalau begitu kenapa kita tidak tinggal di dekat sumur itu? Bukankah akan lebih dekat jika ingin mengambil air?" tanya Jasmine.
"Sumur itu dikenal dengan nama Sumur Perak dan sumur itu dijaga oleh sebuah roh. Roh itu tidak mengijinkan sembarang orang bermalam di daerahnya dari jarak 300 m. Batas kita hanya sampai disini, tapi untungnya ia masih mengijinkan orang mengambil air dari sumurnya."
"Apa sumur itu juga berasal dari dunia element?" tanya Ken
"Bukan. Sumur itu berasal dari dunia kalian. Dunia manusia!"
"Serius?" ucap Flash.
"Begitulah katanya!"
"Siapa roh yang menjaga sumur itu?" tanyaku.
"Dulunya sumur itu berada di belakang rumah seorang pedagang kaya. Bertahun-tahun pedagang itu tinggal di rumah tersebut tapi tak pernah sekalipun mengetahui bahwa didasar sumur terdapat segudang harta yang tidak lain adalah perak. Perak murni yang ada pada zaman kerajaan."
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Ken.
Hama terdiam.
"Kalian serius ingin tau?"
"Tentu saja!" ucap Flash dengan yakin.
"Kisah selanjutnya akan membuat kalian tidak bisa tidur lho!Padahal kan besok pagi kita membutuhkan energi untuk melanjutkan perjalanan."
"Bukan masalah! Aku kalau tidur tidak butuh waktu sampai semenit kok! Entah sedang banyak pikiran atau tidak sama saja." kata Flash.
"Yang lain?"
"Aku sudah biasa menonton film horror tengah malam jadi tidak masalah." kata Jasmine.
Hama keliatannya bingung dengan kata film horror.
"Ah! Film itu adalah sebuah gambar tetapi bisa bergerak dan ini dinamakan video. Videonya mengandung banyak sekali kisah-kisah menyenangkan, ada juga yang menyeramkan dan itu dinamakan horror."
"Owh! Kalau Ken dan Qlessie?"
"Aku juga senang menonton film horror seperti Jasmine." kata Ken.
"Aku juga! Aku bahkan dalam seminggu dapat menonton hingga tiga jenis film horror." kataku.
"Emm.....Okeh! Kalau begitu kalian siapkan kayi bakar terlebih dahulu!" kata Hama akhirnya.
"Siapp!"
Ken mengeluarkan kayu bakar dari dalam karung lalu menyusunnya di tanah. Kemudian ia menyuruh Jasmine untuk membakar kayu tersebut.
"Nah! Selesai! Sekarang ceritakan." perintah Flash.
"Pedagang itu baru mengetahui letak perak tersebut ketika ia berumur 93 tahun. Kondisinya sangat meprihatinkan, ia sudah sangat tua dan sakit-sakitan. Lalu hari itu tiba, satu hari tepat sebelum kematiannya para jendral kerajaan pada zaman itu datang dan menguak fakta tentang keberadaan perak itu. Pedagang itu terkejut tentu. Bagaimana tidak? Ia sudah hidup bertahun-tahun di tempat itu dan sudah sering mengambil air dari sumur tersebut tapi tak pernah mengetahui bahwa di dasar sumur terdapat banyak sekali perak yang beharga."
"Pedagang itu menolak dan tidak mengijinkan jendral kerajaan mengambil perak itu. Dia berpikir kalau perak itu ditemukan di rumahnya otomatis perak itu miliknya kan? Akhirnya para jendral mengalah dan memilih untuk kembali keesokan harinya. Keesokan harinya pun juga sama, pedagang itu tetap menolak mengijinkan jendral itu mengambil perak tersebut."
"Asal kalian tau saja, pedagang itu tamak dan egois. Ia berniat menggunakan perak itu untuk kepentingannya sendiri, sedangkan para jendral itu akan menggunakannya untuk kepentingan negara. Pedagang itu mengambil golok dari dalam rumahnya dan menyerang para jendral tersebut, para jendral itu tidak melawan tapi mereka hanya menghindari serangan si pedagang. Karena ulahnya tersebut, pedagang itu tersandung oleh batu dan jatuh ke dalam sumur lalu meninggal di dalamnya."
"Katanya jasad pedagang tersebut tidak pernah ditemukan sampai sekarang, dan konon katanya seorang dewa mengutuknya dan memenjarakan rohnya di dalam sumur tersebut. Beberapa tahun kemudian sumur itu menghilang dan muncul di dalam hutan ini. Nah, begitulah ceritanya!" ucap Hama mengakhiri cerita.
"Tunggu! Kalau begitu apakah para jendral tersebut berhasil mendapatkan perak itu?" tanya Flash.
"Emm...katanya sih perak itu tiba-tiba muncul di hadapan para jendral setelah pedagang itu terjatuh ke dalam sumur" kata Hama.
"Berarti roh yang menjaga sumur itu adalah roh pedagang tersebut?" tanya Jasmine.
Hama mengangguk mengiyakan.
"Tapi kalau pedagang itu tamak dan egois, mengapa dia mengijinkan orang lain mengambil air dari sumurnya?" tanyaku.
"Apakah air di sumur tersebut masih banyak?" tanya Ken.
"Air tersebut tidak pernah berkurang, isinya tetap seperti saat pedagang itu mati, kami semua rasa itu perbuatan dewa itu."
"Kau tau semua itu darimana?" tanyaku lagi.
"Disini ada seseorang yang berasal dari dunia manusia, dan ia menetap tinggal disini. Dia pendongeng suka menceritakan kisah-kisah yang berasal dari duniannya termasuk cerita tentang sumur tua yang umurnya sudah 1.500 tahun tersebut."
"Siapa orang itu?" tanya Flash
"Dia..."
"Ya, dia..." kataku penasaran.
"Dia adalah Satria sebelum kalian!"
Kami berempat terdim sekaligus terkejut. Waw! Satria sebelum kami?
"Serius?" tanya Flash.
"Hemm..."
"Itu berarti umurnya sudah seribu tahun lebih?" tanyaku.
"Emm...ya!"
"Emang Satria itu hidup sampai berapa tahun sih?" tanya Jasmine.
"Aku kurang tau kalau itu." kata Hama.
"Kenapa ia menetap di Hutan Misteri?" tanya Ken.
"Kita lanjutkan ceritanya besok pagi saja ya? Ini sudah malam dan kalian butuh istirahat."
"Oh, okeh!" kata Ken.
"Siapa yang ingin berjaga terlebih dahulu?" tanya Hama lagi.
"Aku saja! Aku belum mengantuk." kataku mengajukan diri.
"Baiklah, kau yang berjaga terlebih dahulu kemudian Jasmine, Ken, Flash dan terakhir aku. Kita akan bergantian berjaga selama satu jam. Dan...jangan lupa untuk terus menambah kayu bakarnya!" kata Hama.
"Siap!"
Mereka berempat kecuali aku merebahkan diri di tanah. Beberapa lama kemudian, mereka jatuh terlelap dan terbawa mimpi masing-masing.
Aku duduk memperhatikan mereka, sambil sesekali melirik kearah api unggun untuk memeriksa apakah sudah waktunya aku menambahkan kayu bakar. Rasanya baru kemarin aku mengangumi Ken dari jauh, tetapi hari ini takdir berkata lain, kita dipertemukan dan menjalani petualangan bersama, rasanya baru kemarin aku melihat para raksasa itu datang ke sekolah dan membuat kita satu sekolahan libur dua bulan, rasanya baru kemarin aku, Kays, Cazy, dan Tzua membuat lelucon tentang serangga-seranggaku, rasanya baru kemarin Master Geor menemuiku di museum dan memberikanku artefak itu, rasanya baru kemarin aku, Jasmine, Ken, dan Flash memulai latihan pertama.
Semua berlalu dengan cepat, bahkan sekarang tersisa sepuluh menit lagi sebelum aku membangunkan Jasmine. Sesulit apapun kita memperlambat waktu, maka semakin cepat waktu itu berlalu. Yang harus kita lakukan adalah menikmati dan menjalani setiap moment yang ada sebelum moment itu hilang dengn sendirinya. Ya, aku sangat menikmati saat-saat ini, aku tidak peduli lagi soal waktu, terserah mau berapa lama waktu itu habis, yang penting aku masih bisa melihat teman-temanku seperti ini saja aku sudah sangat bersyukur.
"Qlessie...?" panggil Jasmine.
"Eh? Kau sudah bangun? Bukankah masih tersisa lima menit lagi?" tanyaku terkejut.
"Emm...ya! Aku hanya mempunyai firasat bahwa aku harus bangun."
"Ooh! Apakah ada sesuatu yang kau pikirkan, Jasmine? Biasanya kalau orang itu terbangun tiba-tiba dari tidurnya, itu tandanya ia sedang memikirkan suatu hal." kataku.
"Aku memikirkan nasib dunia kita. Penghalang yang diberikan Master Geor pasti sudah berhasil dibuka oleh para raksasa itu, dan sekarang mereka pasti sedang dalam keadaan tersiksa atau sengsara. Disaat mereka sedang seperti itu, kita malah santai dan tidur disini " kata Jasmine dengan raut wajah sedih.
Jasmine memang sangat peduli terhadap orang lain, ia bisa-bisanya memikirkan nasib dunia sampai terbawa tidur karena memikirkannya.
"Jangan dipikirkan, kita akan menyelesaikan misi ini dan segera menyelamatkan dunia kita. Kita akan melawan raksasa itu bersama-sama dan akan kupastikan para raksasa itu kalah." ucapku memberi semangat.
"Hemm...Tidurlah, giliranku berjaga sekarang!" kata Jasmine.
"Okeh! Ingat jangan dipikirkan!" kataku sekali lagi sebelum merebahkan diri di tanah.
Aku memang sangat lelah, walaupun tidak seberapa mengantuk, aku akhirnya terlelap hanya dalam kurun waktu beberapa menit. Besok pasti akan ada sesuatu yang menunggu kita didalam hutan.