Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
Serigala liar tujuh rupa



Hari menjelang malam, matahari bersiap menurunkan dirinya di kaki bukit, tetapi kami berempat dan juga Hama tidak kunjung-kunjung berhenti walaupun itu hanya sekedar untuk makan dan minum. Bayangkan saja kami sudah berjalan selama 8 jam tanpa henti. Selama perjalanan yang kami lihat hanya perpohonan yang daunnya sudah sangat lebat, suara-suara hewan seperti jankrik, burung, dan juga tokek, ditambah lagi selama perjalanan tidak ada yang berbicara, bahkan si cerewet Flash pun tidak bersuara sejak kami meninggalkan Desa HOAM dan hal ini membuat kami sangat jenuh.


Aku mulai merasa Hama itu unik. Dia selalu memimpin di depan dan tidak pernah mengeluh lelah atau berhenti walau sedetik saja, padahal kan dia perempuan. Tapi mengingat bahwa suku mereka yaitu orang-orang di Desa HOAM memilili fisik yang kuat dibanding kami , akhirnya kami memutuskan untuk memaklumi saja.


"Teman-teman, kita istirahat sebentar di dekat sungai itu untuk makan malam dan membersihkan diri, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan kurang lebih hingga tengah malam baru setelah itu kita akan mencari tempat berteduh untuk kita tidur."


Kami hanya mengiyakan saja ucapan Hama, karena kami sendiri pun juga lelah dan tak mampu untuk berkata-kata. Kami duduk di dekat sungai diatas rumput nan hijau dan subur.


Ken mengeluarkan perbekalan dari dalam karung. Disana terdapat 3 mangkok nasi yang ditutupi oleh sebilah kain, menurut perkiraan kami nasinya cukup untuk 3 hari kedepan, lalu juga terdapat buah-buahan seperti semangka, pisang, apel, jambu, dan anggur. Ya, begitulah keliatannya tapi kami tidak yakin rasanya akan sesuai dengan bentuknya . Tidak ketinggalan, juga terdapat roti 20 lapis berisikan saus bewarna merah seperti selai. Terakhir dalam karung terdapat 10 botol susu yang setiap botolnya berisikan 1 liter. Cukup untuk tiga hari kedepan juga.


"Bersihkan diri kalian terlebih dahulu di sungai, baru setelah itu makan. Aku akan pergi sebentar untuk mencari kayu bakar!" kata Hama yang setelah itu pergi.


Aku melangkah mendekati sungai itu dan menyentuh permukaan airnya, rasanya dingin sekali, hampir mencapai 10° C. Aku mencuci mukaku, lalu tangan dan juga kaki, setelah itu aku kembali bergabung dengan Jasmine, Ken , dan Flash.


"Bagaimana airnya? Dingin?" tanya Jasmine.


"Ya hampir mencapai 10°C!" balasku.


"Kau seharusnya tidak perlu khawatir, Jasmine! Kan kau bisa mengubah sesuatu yang dingin menjadi hangat." ucap Flash.


"Benar juga!"


"Kalau begitu apakah kau bisa mengubah semua air di sungai menjadi hangat untuk sementara waktu? Qlessie mungkin bisa bertahan, tapi kurasa aku tidak bisa." kata Ken.


"Kalau membuat semua air di sungai menjadi hangat, aku tidak bisa tetapi jika salah satu sisinya mungkin saja aku bisa!"


"Baiklah, itu sudah cukup!" balas Ken.


"Qlessie, kau siapkan makanan kita! Semakin cepat kita makan, maka semakin cepat juga kita melanjutkan misi ini!" kata Flash.


"Kerasukan apa kau? Kenapa tiba-tiba jadi semangat sekali?" kata Jasmine menggoda Flash.


"Ya, tidak kerasukan apa-apa, hanya ingin cepat aja gitu!"


Tidak lama kemudian Hama datang membawa banyak sekali kayu bakar. Ia mengambil sebagaian lalu menyusunnya di tanah sedangkan yang sebagaian lagi ia menyuruh Ken menyimpannya dalam karung.


"Ken, simpan ini dalam karung! Itu untuk kita di pemberhentian selanjutnya!"


"Tapi apakah karung ini cukup untuk menampung semua kayu bakar itu?" tanya Ken bingung, karena karung itu kecil seukuran karung beras 5 kg.


"Itu bukan karung biasa! Itu adalah karung multiguna, semua benda bisa masuk kedalamnya. Mungkin ukurannya kecil, tapi kapasitasnya sangat besar, dan juga terasa ringan dibawa seperti tidak ada apapun didalamya." jelas Hama.


"Owh! Begitu rupanya!" Ken mengangguk-angguk mengerti ucapan Hama dan segera memasukkan kayu bakar itu kedalam karung.


"Cepat makan! Setelah itu kita melanjutkan perjalanan setidaknya 25 kilometer sampai tengah malam." perintah Hama.


Kami tidak membawa piring ataupun gelas jadi sebagai gantinya kami menggunakan daun untuk memakan nasi. Tidak ada lauk pauk apapun yang menyertainya, tapi mau bagaimana lagi, kami harus sudah puas dengan ini semua.


Setelah makan kamipun meminum susu, kami masing-masing meminum susu sebanyak 1 liter atau bisa dibilang 1 botol. Kemudian kami membereskan sisa-sisa makanan kami dan juga sisa kayu bakar lalu melanjutkan perjalanan.


Tidak seperti tadi, kali ini kami berjalan dengan mengobrol. Kalau tadi Hama memimpin jalan, sekarang ia berjalan di sebelah kami.


"Umurmu berapa, Hama?" tanya Ken.


"Sama seperti kalian 16 tahun tetapi dua bulan lagi umurku 17 tahun."


"Oh! Begitu!"


"Kalian sendiri ulang tahun kapan?" tanya Hama.


"Kalau aku sih 5 bulan lagi!" ucap Ken.


"Aku 7 bulan lagi!" lanjut Jasmine.


"6 bulan lagi " kata Flash.


"Qlessie sendiri kapan?" tanya Hama kepadaku.


"Waw!Jadi diantara kalian berempat yang paling muda Qlessie dan yang paling tua Ken? Emm...Kalian keliatannya cocok, sayang tidak dapat berjodoh!"


Aku mengeryitkan dahi, a...apa maksud Hama?


"Apa maksudmu, Hama?" tanya Ken.


"Ya para Satria terpilih seperti kalian memang tidak boleh saling menikah ataupun berjodoh, itu dapat menganggu keturunan kalian selanjutnya!" jelas Hama


"Owh!" kataku merespon.


Apa itu artinya perasaanku pada Ken sia-sia? Kalaupun Ken ada rasa sekalipun kepadaku, tetap saja kita tidak akan bisa bersama.


"Jangan dipikirkan! Perkataan Hama tidak akan mempengaruhi apapun!" bisik Ken yang berada disebelahku.


Aku menoleh ke arah Ken. Kalian tidak akan mengerti perasaan yang kurasa saat ini, dada berdegup kencang, aku mulai seperti kehilangan oksigen padahal di sekitar kami banyak perpohonan, udara disekitarku pun juga panas, padahal ini kan malam, seharusnya sangat dingin kan?


Aku pun memalingkan mukaku dari Ken, dan melanjutkan untuk fokus jalan kedepan. Sedangkan Ken hanya tersenyum geli melihat tingkahku.


"Kalau boleh tau seperti apa dunia manusia itu?" tanya Hama.


"Tidak jauh beda dengan dunia element, bedanya manusia tidak memiliki kekuatan . Manusia hidup dengan penuh ambisi dan keegoisan. Mereka rela melakukan apapun hanya untuk berhasil, tidak peduli cara mereka itu melukai seseorang atau tidak. Tapi ada juga manusia yang berhati mulia dan rela melakukan apapun demi kepentingan bersama dan juga kebahagian orang lain." jawab Ken.


" Owh! Kebanyakan orang yang berambisi seperti itu di dunia element adalah orang yang menganggap diri mereka sudah di atas seperti jendral raksasa Tula-Cula. Akhirnya dia menghilang dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Itu sih cerita yang kudengar dari ayahku!"


"Kurasa hal tentang jendral ini ada kaitannya dengan Master Geor deh!" ucap Flash berbisik.


"Aku juga merasa begitu!" Jasmine mengiyakan.


Disaat sedang asyik-asyiknya mengobrol, kami sama sekali tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sesuatu yang mengikuti kami. Bukan! Itu bukan orang.


Kami menoleh ke belakang ketika merasakan ada suara gesekan keras di tanah, awalnya masih samar-samar bentuknya, tetapi semakin lama semakin jelas bahwa yang mengikuti kami itu adalah serigala berbulu...hijau?


"Apakah itu sejenis serigala?" tanya Flash


"Benar, dia adalah Serigala liar tujuh rupa! Serigala terkutuk yang dibuang di Hutan Misteri 10 tahun lalu."kata Hama.


"Apakah dia berbahaya?" tanya Ken.


"Sangat berbahaya! Rupanya bisa berubah-ubah, kalian jangan sampai terbawa pengaruhnya!"


"Emang apa rupanya?" tanyaku.


"Memiliki tujuh rupa yang sangat berbeda, diantaranya adalah Serigala hijau, merah, kuning, biru, ungu, coklat, dan orange. Sifatnya pun juga berbeda-beda.Serigala Hijau memiliki sifat penenang, Serigala Merah memiliki sifat pemarah, Serigala Kuning memiliki sifat rupawan, Serigala Biru dingin, Serigala coklat rakus, dan Serigala Orange penakut." jelas Hama panjang lebar.


"Terus bagaimana melawannya?" tanya Jasmine.


"Dia masih dalam mode Serigala Hijau sekarang, dia masih tenang, tetapi ketika warnanya berubah menjadi merah disaat itulah kalian harus hati-hati dan waspada."


Belum semenit Hama mengatakan itu, warna serigala itu berubah menjadi merah darah. Dia lansung menyerang kami tanpa ampun. Kami dengan gesit menghindar ke kanan, ke kiri, ke depan dan belakang.


Kecepatan kami bertambah setelah meminum satu liter susu. Tapi dibanding itu kekuatan serigala ini jauh dari perkiraan kami. Karena dia merasa tidak bisa menyerang kami dengan cara biasa, dia akhirnya mengeluarkan api besar dari mulutnya layaknya naga.


Mungkin kami bisa menghindar dengan selamat, tapi akibatnya api itu membakar hutan di sekitar kami. Aku pun memadamkan api itu dengan kekuatan esku.


Serigala itu tidak tinggal diam ketika apinya padam karenaku, dia kembali menyerang ke arah yang berbeda, dia menyerang ke arah Flash. Flash melesetkan api itu dengan angin topannya.


Serigala itu berpindah lagi ke arah Ken, Ken melawannya dengan pukulan berdentum.


"Hama! Kapan serigala ini akan merubah warna tubuhnya kembali?" tanya Ken ditengah pertarungan.


"Setiap 15 menit sekali!"


Itu artinya kita harus bertahan selama mungkin selama 15 menit setiap serigala itu berubah warna. Rasanya akan sangat lama untuk mengalahlan serigala ini dan itu berarti kita membutuhkan kerjasama extra untuk melawannya.