Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
Desa HOAM



Entah sudah berapa lama mataku terpejam, tetapi ketika aku membuka mataku, keadaan di sekitarku bukan lagi hutan yang lebat dan seram. Walaupun aura kemisteriusan disini masih tercium pekat.


Aku mendengar suara keramaian seperti orang berlalu-lalang, suara orang menyapa satu sama lain,emm..seperti sebuah desa atau sebuah perkampungan kecil.


"Hahu hija halam?" tanya orang disebelahku ketika menyadari aku telah siuman. Orang itu adalah perempuan berambut putih, tetapi keperawakannya masih terbilang muda. Apa yang ditanyakan oleh perempuan tadi? Dia bertanya dalam bahasa yang tidak kumengerti. Emmm......


"Hahu hija halam?" tanya perempuan itu lagi dengan pertanyaan yang sama. Lalu seorang pria lanjut usia memasuki ruangan yang kutempati dan berkata pada perempuan itu.


"Hu huja hahi huma, Hama! Hu hami hisi hus!" ketika mendengar apa yang dikatakan pria itu, perempuan disebelahku mengambil sesuatu dari laci meja dan menuangkannya dalam sebuah gelas berisi air.


"Huka!" kata perempuan itu kepadaku. Walaupun aku tidak mengerti apa yang diucapkan oleh perempuan itu, tetapi aku mengerti apa yang diisyaratkan olehnya. Sepertinya dia menyuruhku untuk meminum minuman tersebut. Aku sedikit ragu untuk meminumnya, tapi aku tetap mengambilnya dan meneguk isi minuman itu.


Setelah aku selesai menghabiskan satu gelas air itu, entah mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuhku. Seperti sebuah bahasa baru baru saja dimasukkan dalam sebuah program di komputer, seperti itulah rasanya!


"Hai! Siapa namamu?" tanya perempuan itu menyapaku.


"Emm.... Qlessie!" balasku.


"Apakah kau lapar?"


"Sedikit!"


"Akan kusiapkan makanan untukmu!"


"Eh! Tunggu!" teriakku yang menghentikan perempuan itu untuk pergi.


"Ya?"


"Apakah kau tau teman-temanku yang lain ada dimana?"


Perempuam itu tersenyum sebelum berkata lagi kepadaku.


"Teman-temanmu ada di ruangan sebelah, tetapi mereka belum siuman! Kalau kau mau menjengguk mereka, aku ijinkan!"


"Ba...baik, terima kasih!"


"Oh ya! Aku belum memperkenalkan diri, namaku Hama! Salam kenal! " kata perempuan itu sambil menjulurkan tangannya kepadaku.


"Sa...salam kenal!"


"Tidak usah gugup denganku, kita seumuran! Mari kuantar kau bertemu dengan teman-temanmu!" kata Hama lagi dengan tersenyum.


Aku hanya mengangguk dan mengikuti langkah Hama pergi. Hama mengantarku ke salah satu kamar yang lebih besar , dan disana aku melihat Jasmine, Ken, dan Flash terbaring di atas dipan. Memang benar kata Hama, mereka semua belum siuman. Tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaanku saat ini.


"Emm...Hama! Bolehkah aku bertanya satu hal?"


"Tentu! Apa yang ingin kau tanyakan, Qlessie?"


"Mengapa ruanganku pisah dengan mereka?" kataku to the point, tanpa basa-basi.


Hama tersenyum lagi sebelum membalas pertanyaanku.


"Kau spesial! Kami dapat mengetahuinya hanya dalam sekali lihat! Kespesialan itu terpancar jelas dalam matamu, Qlessie!"


"Ooh!" balasku dengan tersenyum canggung.


"Baiklah, kalau begitu aku tinggal! Akan kubuatkan makanan bagi kalian berempat! "


"Oh...ya!"


Aku menghela nafas pelan, alasannya sama saja. Aku spesial? Bisa tidak sih , mereka menggunakan alasan yang lebih spesifik? Aku mendekati dipan Jasmine karena disana ada sebuah kursi kosong. Kursi itu terbuat dari kayu yang keliatannya sangat keras, tetapi ketika kududuki kursi itu empuk seperti sebuah sofa mahal.Teknologi apa ini? Batinku.


"Qlessie..?"


Aku menoleh ke dipan di sebelahku, ternyata Jasmine sudah siuman. Dia memanggil namaku dengan nyawa yang masih setengah melayang.


"Kita dimana?"tanya Jasmine.


"Aku tidak tau! Aku juga baru siuman, belum sempat bertanya banyak kepada Hama! "


"Siapa Hama?"


"Oh itu, perempuan yang menemaniku saat aku belum siuman tadi!"


Jasmine manggut-manggut dan menoleh ke arah dipan di sebelahnya.


"Mereka berdua belum siuman?"


"Kurasa belum."


"Emmm....Qlessie! Dipanmu dimana? Kenapa aku hanya melihat 3 dipan disini?"


"Dipanku di ruangan sebelah!"


"Kenapa kau sendirian disana?"


"Oh! Putri! Hehehe..." kata Jasmine terkekeh.


"Jasmine, Qlessie apakah itu kalian?" kata Ken yang baru siuman.


"Ken?" kataku dan Jasmine serempak.


"Flash belum siuman? Ini dimana?"


"Belum, Aku tidak tau ini dimana! Itu juga yang masih jadi pertanyaanku dengan Qlessie sekarang!"


"Halo! Eh? udah ada yang siuman toh??" Hama masuk dengan membawa satu nampan makanan.


"Qlessie, dia bicara apa?" tanya Jasmine kebingungan.


"Dia hanya berkata bahwa ada yang siuman!"


"Tapi...Bagaimana kau bisa bahasa mereka?"


"Emm....Sebentar! Hama, bisakah kau memberikan teman-temanku minuman yang tadi kau berikan kepadaku?"


"Tentu!" balas Hama.


Hama mengambil sesuatu dari dalam saku bajunya, dan menuangkannya ke dalam dua gelas yang ia bawa lalu menyerahkannya kepada Jasmine dan Ken. Mereka berdua bingung, tapi aku menganggukan kepala ke arah mereka. Mereka pun meminumnya.


"Hama perkenalkan ini yang disebelahku namanya Jasmine, sedangkan laki-laki yang disebelah sana bernama Ken!"


"Oh, halo semua! Salam kenal, namaku Hama! "


Ken dan Jasmine hanya mengangguk dan tersenyum kepada Hama.


"Teman kalian yang satunya belum bangun?" tanya Hama lagi.


"Belum, dia memang malas!" balas Jasmine dengan tersenyum sinis ke arah dipan Flash.


"Oh gitu! Ini makanan kalian, kalau dia sudah bangun suruh makan! Kalian juga segera makan!" kata Hama yang setelah itu menaruh gelas berisi air di meja sebelah Flash dan pergi meninggalkan kami.


"Huaaammmm! Nyenyak sekali tidurku!" kata Flash yang baru siuman.


"Ehem....ehemmm....Kalau kau sudah merasa puas dengan tidur nyenyakmu bangun dan makan!" kata Jasmine kepada Flash.


"Wah! Beruntung sekali nasibku, bangun-bangun sudah ada makanan enak!"


"Flash kau minum, minuman di meja sebelahmu itu! "suruh Ken.


"Minuman apa ini?"


"Sudah kau minum saja!"


"Okeh!" kata Flash yang setelah itu meneguk habis minumannya.


Setelah itu juga, kami semua mengambil jatah makanan masing-masing. Makanan itu daun disertai dengan air seperti kuah. Aku mencicipinya! Enak! Rasanya seperti rasa mie instant kuah di dunia kami.


Setelah menghabiskan makanan kami, aku teringat akan satu hal dan bertanya pada Jasmine.


"Jasmine apakah kau membawa susu? Aku sudah tidak ingat kapan terakhir kali meminum minuman tersebut! Rasanya sudah lama sekali! "


"Oh iya! Aku membawanya! Sebentar! Dimana ranselku? Oh ini dia!" kata Jasmine mengambil ranselnya yang tergeletak di bawah lantai.


"Terima kasih, Jasmine!" kataku setelah itu menyodorkan susu kepadaku, Ken, dan juga Flash.


"Permisi, kalian dipanggil Kepala Desa HOAM, untuk datang ke lapangan utama!" kata wanita tua yang sepertinya seorang pelayan.


"Baik, kami akan segera kesana!" kataku dengan sopan, kemudian pelayan itu pergi.


"Kita kesana aja yuk lansung!" kata Jasmine yang disetujui oleh kami semua.


Kami berjalan keluar dari dalam ruangan, disana sudah banyak pasang tatap mata yang menatap kami. Acara apa ini? Apakah ini semua khusus untuk kami?


"Selamat datang di Desa HOAM, semuanya! Namaku Hemo, Kepala desa disini, dan ini Hama putriku!" ucap seorang pria lanjut usia yang tadi berbicara dengan Hama di ruanganku.


"Hai semua!" kata Hama.


Kami pun mengangguk dan tersenyum ke arahnya.


"Sekarang jawab pertanyaanku! Apa tujuan kalian datang ke Hutan Misteri?"tanya Hemo pada kami.


Kami bingung harus menjawab apa, karena kami datang kesini pun karena perintah dari perkamen tua yang kami temukan di kediaman Master Geor. Haruskah kami menjawab bahwa kami datang untuk menyelamatkan dunia ini? Emm....aku ragu mereka akan percaya. Apa yang harus kami jawab sekarang ini?


๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Halo semua ELEMENT comeback!! Di grup memang saya tulis kalau saya comeback tanggal 15, tetapi saya percepat jadi tanggal 13๐Ÿ˜Š! Semoga untuk kedepannya, saya sebagai author akan semakin baik dalam menulis. Tolong saran-sarannya ya๐Ÿ˜Š! Jika bosan membaca ELEMENT mungkin kalian mau baca MSF( Magic Star Friends) karya saya yang satunya, siapa tau aja suka๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ŠMungkin kekurangan novel ini itu terlalu banyak basa-basi, terus gak jelas dengan adanya pertengkaran Jasmine dan Flash๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Ya, oleh sebab itu untuk kedepannya saya akan mengurangi adegan tersebut. Saat saya baca sendiri pun, saya merasa bosan. Banyak lelucon yang bisa dibilang garing. Wkwkwkwk! Terus juga penggunaan tanda bacanya juga ada yang belum benar. Saya tau itu, jadi mohon dukungannya ya teman-teman, saya sangat butuh support kalian๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜…. I love you everyoneโ˜บ๏ธ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Bagi yang ingin mengunjungi instragam author boleh follow di cherylanne__clarecia