
Setelah hari itu, latihan selanjutnya juga lebih menyenangkan. Kami sudah melakukan latihan penuh dengan Master Geor selama sebulan. Perkembangan kami juga maju pesat. Terutama aku! Aku bahkan sekarang bisa membuat borgol yang bentuknya seperti balok es. Kata Master Geor, teknik itu sangat langkah. Bahkan hanya 1% orang yang memilikinya di dunia element. Ya, sekarang aku masih belum tau juga apa yang membuatku spesial seperti kata Master Geor. Apakah aku spesial karena kekuatanku atau ada hal lain?
Kami murid-murid SMA Initial Step sudah kembali masuk sekolah sejak 3 hari yang lalu. Ya, seperti yang aku duga, banyak tugas, pekerjaan rumah, berbagai ujian dan sebagainya. Berita tentang raksasa itu juga mulai mereda sekarang, tidak ada lagi yang membahas-bahas berita itu. itu kabar gembira yang pertama. Dan bagaimana dengan latihan kami? Karena melihat kami yang sudah makin baik tiap harinya! Akhirnya Master Geor memutuskan untuk mengurangi waktu latihan kami menjadi empat jam dalam sehari. Tentu saja! Itu kabar gembira kedua bagi kita berempat, setelah berita raksasa itu. Pagi hingga siang kami ke sekolah seperti biasa! Setelah pulang sekolah kami pergi ke Lembah hijau milik Master Geor. Setelah sampai rumah kami belajar untuk besok lalu jam 10 malam sebelum tidur kami tidak lupa meminum susu.
Hari ini pun juga sama. Bedanya sekarang kami ketambahan anggota baru di kelompok kami. Siapa lagi kalau bukan Jasmine. Jasmine yang awalnya hanya selalu bersama Flash dan Ken disekolah, sekarang mulai sering bersama aku, Klays, Cazy, dan Tzua. Flash dan Ken tentu saja tidak masalah dengan itu! Namanya juga laki-laki. Mau selembut apapun sifatnya di mata orang, sifatnya sejatinya ya tetap cuek. Apalagi dengan hal-hal kecil.
"Qlessie! Nanti kita berangkat bareng seperti biasanya kan?" tanya Jasmine dengan berbisik, saat kami sedang istirahat.
" Iya! Emang kenapa? " balasku dengan berbisik pula.
"Nanti sebelum kesana, temani aku beli susu di supermarket di depan ya? Habisnya susuku di rumah sudah habis! "
" Oh! Ok! "
Ketika bel pulang sekolah berbunyi, semua anak-anak lansung keluar kelas. Aku dan Jasmine lansung berlari menuju ke supermarket, tapi sebelum itu kami sudah berkata ke Flash dan Ken bahwa kami akan pergi sebentar untuk membeli susu, jadi mereka bisa pergi duluan ke lembah hijau milik Master Geor.
" Qlessie, kamu mau susu juga? Aku beliin ya? " tanya Jasmine saat kami tiba di supermarket.
" Boleh deh! Stok susuku di rumah juga hampir habis! Tapi nanti uangnya aku ganti ya? Tidak enak jika kamu yang bayar! "
" Tidak mengapa, Qlessie! Hari ini mumpung aku lagi bawa uang banyak! Jadi tidak ada salahnya kan berbagi sedikit! "
" Ya sudah deh! Makasih ya! "
Jasmine membalasnya dengan senyuman. Jasmine membelikanku 10 kotak susu, sedangkan ia membeli 20 kotak.
Kami pun membayarnya di kasir. Setelah itu kami keluar dari supermarket menuju ke halaman belakang sekolah. Karena disitu sepi dan jarang sekali orang pergi kesana. Jadi aku, Jasmine, Ken, dan Flash menggunakannya untuk membuka portal.
Tapi, tepat saat kami hendak memasuki area gerbang sekolah, sesuatu dari atas meluncur dengan keras ke arah tengah jalan.
DUAAAR!
Dan itu adalah bola api yang sama seperti yang dilemparkan oleh raksasa waktu itu. Dan benar saja, ketika aku menengok ke atas para raksasa itu sudah ada disana dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
"Qlessie! Bagaimana ini? Apakah kita harus melawan sekarang? " tanya Jasmine.
Aku menggeleng tegas.
" Kita kekurangan orang dan tenaga, Jasmine! Kita pasti kalah jika melawan sekarang. "
" Tapi Qlessie, apa kau tidak ingat kata Master Geor? Tugas kita adalah melindungi dunia ini, dan sekarang mereka semua dalam bahaya! Kita hanya disini dan menunggu bantuan datang? Lalu apa gunanya kita latihan selama ini, jika hanya memikirkan menang dan kalah? Masalah itu dipikirkan nanti saja! Aku lebih memilih gugur sebagai pahlawan, daripada mati dengan penuh penyesalan! " kata Jasmine mantap.
Aku menghela nafas panjang. Benar juga kata Jasmine, aku sempat lupa tugas kita selama ini.
" Baik, Jasmine! Tapi kita harus menyusun rencana sebentar! " kataku, dan Jasmine tidak menolaknya. " Jadi kamu mengalihkan perhatian mereka dengan menggunakan ilusi api! Sedangkan aku akan meringkus mereka dari belakang dengan menggunakan borgol es! " Jasmine mengangguk, tanda dia mengerti. Kami pun segera menuju posisi masing-masing. Sementara raksasa itu terus melemparkan bola api ke tengah jalan.
" HAH! KITA KEMBALI LAGI SATRIA! SEKARANG DIMANA KALIAN BERSEMBUNYI? " teriak raksasa yang sama, seperti waktu itu.
Sebelum raksasa itu menyadari, Jasmine sudah melebarkan tangannya dan sebuah api besar telak menyambar para raksasa itu hingga mereka kehilangan keseimbangan dan tersungkur ke bawah. Tapi para raksasa itu tidak benar-benar jatuh kebawah, hanya lima sampai enam raksasa saja yang tubuhnya mengenai tanah, lantas menyeimbangi badannya dan terbang lagi keatas. Tapi itu sudah cukup untuk mengalihkan perhatian mereka. Aku yang sejak tadi dibawah sudah memasang kuda-kuda kokoh, mengangkat tanganku ke atas dan sebuah borgol es berbentuk balok, telak mengenai tiga raksasa yang sudah ada diatas, karena masih terkejut dengan apa yang terjadi raksasa itu tumbang dan jatuh keras mengenai tanah, mungkin juga karena tidak tahan menahan berat borgol es yang berbentuk balok itu.
Para raksasa itu belum menyadari bahwa tiga teman mereka telah tumbang dibawah sana. Jadi mereka yang masih disana masih fokus ke arah Jasmine. Sifat api yang dikeluarkan Jasmine mungkin sama seperti api biasanya, yaitu panas, tapi yang membuat api ini berbeda adalah api itu tidak bisa membakar, oleh karena itu dinamakan ilusi api. Sedangkan borgol es milikku itu sama sifatnya, yaitu dingin, tapi itu sangat berat hendak mencapai 100 kg.
"Oh, jadi kau ya, Satria itu! Dimana temanmu yang lain? Heh!" tanya pemimpin raksasa kepada Jasmine.
" Kalau iya emang kenapa? Kau akan membunuhku? Silahkan saja! Aku tidak takut. Dan soal dimana keberadaan mereka, kau tidak perlu tau! Dasar, jadi raksasa kok kepo! " ucap Jasmine dengan beraninya.
"Sifat alami pemilik unsur api memang selalu berani! Tapi kita lihat sampai sejauh mana kemampuanmu! " ucap raksasa itu.
"Ok! Siapa takut! "
Sementara itu aku telah berhasil merobohkan setengah pasukan raksasa. Satu persatu dari mereka tumbang, dan tidak ada yang menyadarinya, karena mereka fokus ke Jasmine. Akhirnya tinggal lima pasukan lagi yang tersisa. Tidak butuh waktu lama, mereka semua juga telah jatuh dan tersungkur di tanah.
Ketika aku memastikan sudah tidak ada lagi pasukan raksasa yang tersisa. Aku membuat hamparan tanah yang sudah dipenuhi raksasa itu seperti danau es. Semuanya membeku bahkan pohon, kupu-kupu,dan rerumputan liar juga ikut membeku, termasuk para raksasa itu.
Pemimpin raksasa itu masih belum menyadarinya, dia masih adu mulut dengan Jasmine dibawah sana!
" Wah, wah, wah sepertinya kau terlalu meremehkan kami unsur api. Tapi sebelum kita bertarung, aku perkenalkan diriku dulu. Namaku Tula-Cula 1. Usiaku sudah empat ribu tahun. Aku adalah pemimpin diantara semua rombongan ini, Tula-Cula yang paling pertama dan terhebat, kekuatanku sudah terkumpul selama ribuan tahun, bagaimana kau bisa mengalahkanku? Hahahaha! "
" Oh ya? Lalu siapa yang menanyakan namamu tadi? Mengapa kau tiba-tiba memperkenalkan dirimu dengan sangat bangga seperti itu? Aku tidak butuh untuk tau namamu! Memiliki hati yang licik dan jahat seperti itu, apakah pantas untuk dibanggakan? Nama apa itu? Tula-Cula? Huh! Nama yang jelek sekali! Aku bingung mengapa kau membanggakannya? Tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirimu itu, sudah jelek, punya tanduk, gendut lagi! Kau sehari makan berapa kali? Heh! Dan mengapa pula, badanmu itu bewarna merah? Aku menjadi mual melihatnya! Apalagi ada tulisan "TUL" di badanmu itu! Huuh! Kau nyaris menghilangkan seleraku untuk makan siang hari ini!" balas Jasmine dengan sinis dan raut muka yang penuh dengan kemenangan.
Aku yang mendengarnya di bawah tidak jauh dari Jasmine yang sedang mengurus raksasa yang hendak lepas dari bekuan es ku hampir tertawa mendengarnya. Aku baru tau bahwa teman dekatku ini orangnya sangat berani dn percaya diri. Apakah ia tidak ingat bahwa yang sedang dikatai gendut itu adalah musuh yang paling ditakuti selama ini? Dasar Jasmine! Ternyata dibalik sifat juteknya itu, masih ada sifat yang berani yang menyelimuti dirinya.
" Jaga ucapanmu! Unsur api! Kau tidak tau siapa yang sedang kau hadapi disini! Baiklah kita mulai sekarang! " ucap raksasa itu dengan menggeram dan wajah yang bertambah merah. Maksudku bertambah merah adalah warna kulitnya sudah merah, jika marah bertambah merah lagi kan?
Jasmine sebenarnya tegang, tetapi dia berusaha mengontrolnya. Dia memasang kuda-kuda kokoh. Lantas sinar merah benderang menyelimuti tubuhnya dan dia terbang ke atas sana, siap menyerang raksasa yang sombong itu.
Aku pun sudah selesai mengurus para kawanan raksasa itu lansung pergi menyusul Jasmine di atas sana. Aku menjaga di bawah, membuat tembok es transparan sebagai pelindung, siap-siap jika Jasmine terjatuh nantinya.
" SERANNGGGG! " ucap raksasa itu yang masih belum menyadari bahwa pasukannya telah tumbang dan beku dibawah sana.
"HEI! KUBILANG SERANG BOD..!" raksasa itu terkejut ketika melihat ke belakang yang tidak ada siapa-siapa disana. Dia melongo.
" MEREKA PERGI KEMANA? HAH! KENAPA DISAAT SEPERTI INI MEREKA MALAH KABUR? " teriak raksasa itu.
" Hahahaha! Kasian kamu, Tul! Ditinggalin! Pasti sakit ya rasanya? " kata Jasmine santai.
" DIAM KAMU! TIDAK MUNGKIN MEREKA KABUR, PASTI MEREKA DIKALAHKAN OLEH SESEORANG! DASAR RAKSASA LEMAH, BODOH! "
" Emang iya! Mereka dikalahkan oleh orang yang sangat berani dan baik hati! Dan itu pantas untuk dibanggakan, karena ia telah melumpuhkan seluruh pasukanmu hanya dalam waktu setengah jam!"
"Kalau kau bisa menebaknya, kenapa harus tanya aku! Raksasa bodoh! "
"Apakah dia adalah satria yang lain , temanmu juga? " tanya raksasa itu lebih pelan.
Jasmine hanya mengangkat bahunya, menandakan bahwa ia tak peduli. Karena dia pikir raksasa ini bodoh! Udah tau kenapa masih tanya? Kan sudah jelas, kalau dia Satria berarti aku temannya!
***
Sementara itu di Lembah Hijau milik Master Geor.
" Ken, mereka kenapa lama banget ya? Padahal kan mereka hanya membeli susu! Aku jadi khawatir nih sama mereka! " kata Flash.
" Iya, aku juga khawatir! Membeli susu mungkin hanya 10 menit saja! Tapi kenapa mereka belum datang? Ini sudah setengah jam lebih! "
" Gimana ini, Master Geor! Kita susul mereka sekarang atau tetap menunggu seperti orang bodoh? " tanya Flash kepada Master Geor yang baru saja menghampiri mereka.
" Kita susul mereka sekarang! " kata Master Geor akhirnya.
" Baik ! " ucap Ken dan Flash bersamaan
***
" Apakah ia yang dibawah sana? " tanya raksasa itu lagi.
" Aku harus bilang berapa kali sih ? Sampai kau mengerti? Hah! Kalau kau sudah tau jangan tanya-tanya aku! Dasar raksasa cerewet! " ucap Jasmine dengan kesal.
" KEMARILAH KAU YANG DISANA! " kata raksasa itu menunjuk ke arahku.
Aku pun tanpa basa-basi lansung naik. Tapi sebelum itu aku sudah membuat tembok es transparan di sekitar bahwa sana.
" Kau mempunyai unsur apa? "tanya raksasa setelah aku tiba diatas.
" Tebak aja sendiri! Bukankah kau berkata bahwa kau yang terhebat? " ucapku ketus.
" ASTAGAAAAAA!!!! APAKAH SEMUA SATRIA DI MASA INI, SELALU BEGITU! TANPA ADA RASA TAKUTPUN PADAKU? "
" Ngapain takut sama orang bodoh? " balasku.
" Iya benar! Aku awalnya takut untuk melawanmu tadi! Tapi karena aku tau kau orangnya bodoh! Ketakutanku sirna seketika! " timpal Jasmine.
" ITU KARENA AKU BELUM MENUNJUKKAN DIRIKU YANG SEBENARNYA!!!! " rupanya raksasa itu benar-benar marah sekarang.
" Jasmine, ayo turun! Dia sudah marah sekarang! Tidak ada gunanya di atas! Kita susun strategi di bawah! " kataku.
Jasmine mengangguk.
" Jasmine, Qlessie! Apa yang terjadi? " tanya Flash setelah tiba dan melihat aku dan Jasmine yang telah turun.
" Raksasa itu datang tiba-tiba dan menyerang ke tengah jalan! " penjelasanku singkat.
" Ooh! Terus raksasa itu sekarang? Mau ngapain dia meraung-raung diatas sana gitu? " kata Flash dengan polos.
Aku menepuk dahiku seketika. Mengapa Flash sama bodohnya dengan raksasa diatas sana? Ampunnnn!!!
" Ya dia sedang menyiapkan seluruh kekuatannya, bodoh! Jangan jadi sama seperti raksasa diatas, deh! " Jasmine menjitak kepala Flash dengan kesalnya.
" Kok aku disama-samain sama raksasa diatas sih? Beda jauh tau! Dia jelek aku tampan! " seru Flash mendengus.
"Sejak kapan kamu tampan? Heh! " Jasmine menjitak kepala Flash lagi.
" Dari saat aku masih jadi telur dirahim mamaku! " jawab Flash santai.
Sementara itu, raksasa diatas sudah meraung sangat kencang dan berubah menjadi elang raksasa.
" Wah! Hebat sekali dia! Apakah dia tidak membawa pasukannya seperti waktu itu?" tanya Flash dengan lugunya.
Tepat saat itu Ken lansung memelukku dan mengarahkan tangannya kedepan, seketika keluar batu yang sangat besar menimpa seorang raksasa. Aku yang berada dalam pelukan Ken lansung tersentuh oleh aroma parfumnya. Setelah itu Ken refleks melepaskan pelukannya karena kaget akan apa yang dilakukannya.
" Eh? Maaf Qlessie! Raksasa tadi mau menyerangmu dengan bola api! Jadi aku melindungimu dan melemparkan batu padanya! "
" Tidak apa-apa Ken! Terima kasih ya! " ucapku dengan tersenyum.
" Tapi bagaimana masih ada raksasa lain disini? Bukankah mereka sudah kau lumpuhkan Qlessie? " tanya Jasmine
" Aku lupa bahwa mereka bisa mengeluarkan api! Jadi mungkin mereka melelehkan esku dengan cara itu! "
Jasmine mengangguk, penjelasan yang masuk akal.
" Ayo, anak-anak kita pergi darisini! Disini sudah tidak aman! kata Master Geor.
" Tapi bagaimana dengan mereka Master Geor? Mereka pasti tidak selamat dari para raksasa itu! " kata Jasmine cemas.
" Kau tenang saja, Jasmine! Mereka sudah aman dalam rumah! Aku sudah membuat pelapis pelindung di sekitar rumah mereka. Para raksasa itu tidak akan bisa menganggu mereka selama lima hari kedepan! "
" Baiklah, Master Geor! "
Master Geor pun membuka portal dan kami menuju ke lembah hijau mililknya, meninggalkan semua kekacauan diluar sana.