
Untuk kedua kalinya, aku terbangun di tengah-tengah hutan yang lebat, seram, dan berbau lebih misteri. Ya, aura kemisteriusan di tempat ini lebih tercium pekat dibanding tempat yang sebelumnya. Dan yang membuat berbeda adalah, kali ini aku bangun tidak sendirian, disekitarku sudah terbaring mereka yang masih pingsan, yang tidak lain adalah Jasmine, Flash, dan Ken. Jika kuperhitungkan jarak kami hanya terpaut masing-masing 1 meter. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang, aku memilih untuk duduk dan menunggu mereka siuman.
Lima menit sudah aku menunggu mereka, dan akhirnya mereka siuman. Ya, seperti yang kuduga sebelumnya, Ken terbangun terlebih dahulu, disusul Jasmine, kemudian si pemalas Flash.
Kita bertiga tau, bahwa Flash sebenarnya sudah siuman sejak tadi, tetapi masih pura-pura memejamkan matanya dan tidak bergerak. Ketika kita bertiga mencoba membangunkannya dia malah guling-guling tidak jelas di tanah.
"Hei, pemalas! Bangun! Kau mau pura-pura pingsan sampai kapan? Sampai misteri ayah biskuit Khong-Guan terpecahkan gitu?! " kata Jasmine mencoba membangunkan Flash, tetapi tidak ada jawaban darinya. Anak itu sekarang malah pura-pura tidur dan mendengkur seperti singa.
Kemudian sebuah ide jahil memasuki kepalaku.
"Kurasa aku tau bagaimana cara membangunkannya! " ucapku.
Ken dan Jasmine saling pandang dan menatapku.
"Bagaimana caranya, Qlessie? " tanya Ken antusias.
"Lihat saja! " balasku.
Aku melebarkan tanganku dan mengeluarkan semburan es yang lumayan besar dan mengambang ditempat dimana Flash terbaring.
"Jasmine, bisa kau lelehkan? " ucapku berbisik.
Seketika mereka berdua tau rencanaku, dan terkekeh sendiri. Jasmine mengangguk dan mengarahkan satu tangannya ke es yang kubuat lalu mengeluarkan energi panas api. Es itu meleleh dan berlier-liter air dingin terjun ke arah Flash yang masih pura-pura mendengkur. Anak itu lansung bangun dan berteriak-teriak.
"AHH! DINGIN! APA INI! APA YANG TERJADI? APA RAKSASA ITU DATANG? BAGAIMANA CARANYA MEREKA BISA MENGELUARKAN AIR DINGIN SEPERTI INI? APAKAH MEREKA BEREVOLUSI MENJADI RAKSASA ES? SEJAK KAPAN?" teriak Flash yang menghebohkan seluruh penghuni bima sakti.
Aku, Jasmine, dan Ken hanya bisa menghela nafas pelan, pusing dengan tingkah bocah yang satu ini. Jadi dia tadi itu sudah siuman apa belum? Kalau dia sudah siuman, tidak mungkin seheboh ini sekarang! Dan kalau dia benar-benar sudah siuman, apakah dengkurannya tadi itu sungguhan? Aku tak habis pikir mengenainya, ada saja orang seperti Flash di dunia ini.
" Jaga ucapanmu, Flash! Kita tidak mau mengundang perhatian disini! " ucap Ken.
"Terus tadi siapa yang menyiramku? Mana raksasanya?" tanya Flash masih dengan raut muka yang tak berdosa.
"Kita" jawab aku dan Jasmine serempak.
" Dan tidak ada raksasa disini, Flash! Tolong servis otakmu itu! " ucap Ken dengan sinis.
"Ih! Emang ada palu, tang, obeng yang bisa servis otak manusia?" tanya Flash dengan lugu.
" YA TUHAN! BERIKANLAH HAMBAMU INI KESABARAN LEVEL SERIBU! " kata Jasmine mengelus-ngelus dadanya.
"Sudah Jasmine! Jangan emosi nanti jadi erosi, aku kapokin loh! " kata Flash tanpa rasa bersalah sama sekali.
Karena kesabaran yang sudah habis, Jasmine tanpa pamrih lansung menjitak kepala Flash tanpa ampun sebanyak sepuluh kali berturut-turut. Baginya masa bodoh anak orang apa bukan.
"Aw! Aw! Jasmine! Cukup dua kali aja! Tak usah banyak-banyak! Tambah bodoh nanti akunya! "
" Syukurlah jika kau menyadarinya! " kata Jasmine tersenyum sinis.
" Eh tapi bagaimana kau dan Qlessie menyiramku dengan air dingin? Pakaianku jadi basah! Gimana dong? "
Jasmine menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.
"Pikir saja sendiri! Setidaknya 5% isi otakmu masih berguna kan? " tanya Jasmine dengan nada tinggi.
"Emm... gimana ya? Nyerah deh! "
" Kau ini laki apa bukan sih! Gitu aja lansung nyerah! Tak heran otak kau kosong! Tidak pernah diisi ternyata! " ucap Ken dengan raut wajah yang sulit diartikan, entah sedang marah atau kesal.
"Ya udah terserah deh! Sekarang, Jasmine sini!" kata Flash memanggil Jasmine.
"Ngapain? Buat apa? " balas Jasmine menolak dengan cepat.
" Udah sini aja! "
Jasmine pun melangkah ke arah Flash. Dan entah apa yang diinginkannya, Flash melebarkan kedua tangannya dan tersenyum ke arah Jasmine hingga memperlihatkan rentetan gigi putihnya.
" Keringkan aku! " kata Flash masih dengan tersenyum.
"Enak saja! Tidak mau!" balas Jasmine dengan menggeram.
" Dasar Lemah! "
"Ya, iya! Emang siapa lagi? Qlessie sama Ken emang bisa mengeluarkan energi panas?! Bodoh! "
"KURANG AJAR! RASAKAN INI! "ucap Jasmine dengan mata yang membara.
Jasmine menggunakan energi panas yang lumayan tinggi ke arah Flash. Aku tau karena aku merasakan udara disekitarku mulai terasa sangat panas, seperti berdiri dibawah sinar matahari yang terik . Sebenarnya sih bisa saja Jasmine mengeluarkan energi panas tingkat tinggi, tetapi Jasmine masih punya perasaan, dia tidak mungkin membiarkan temannya gosong tak berdaya.
"AH! JASMINE! PANAS! PANAS! JANGAN TERLALU BESAR! BISA GOSONG AKU NANTI! AKU MINTA MAAF DEH! JASMINE! IH SUDAH! " teriak Flash memohon.
Akhirnya Jasmine menurunkan tangannya dan udara di sekitar kembali normal.
"Sudah? Puas? Pakaian, celana, dan rambutmu sudah kering sekarang! Minta apa lagi?" ucap Jasmine dengan sinis.
"Kering sih sudah! Tapi akibatnya kulit aku jadi gosong nih!"
"Masa bodoh! "
Aku dan Ken hanya bisa tersenyum tidak jelas ketika melihat mereka bertengkar seperti itu.
"Hati-hati kalian! Jangan sering bertengkar nanti jatuh cinta! Ribet jadinya ! " kata Ken menggoda.
" Kau mau aku buat gosong juga, Ken? " kata Jasmine sambil menggertakan giginya.
"Eh? Iya... iya Bu! Maaf deh! "
Tawaku pecah seketika, aku tidak tahan melihat tingkah ketiga sahabatku ini. Selalu saja dikit-dikit bertengkar, dikit-dikit kompak, dan tak ada habisnya..
"Qlessie! Kalau kau masih tertawa, kau kubuat gosong juga!" kata Jasmine tajam.
Aku hanya bisa menelan ludahku lalu mengangguk kemudian menggelengkan kepalaku dan menggaruk-garuk belakang kepalaku yang tidak gatal. Salahku apa?
"Kita lansung ke sana aja yuk! Kalian mau berdiam diri disini sampai kapan? " kata Ken mengalihkan topik percakapan dan menunjuk ke arah selatan.
"Iya, ayuk!" kataku yang lansung mengikuti Ken yang sudah berjalan menjauh.
Melihat kita yang sudah sangat jauh, dengan terpaksa Jasmine dan Flash berjalan mengikuti kami. Tapi belum sampai kita melangkah sejauh 2 meter, dari semak-semak keluar segerombolan orang yang membawa tombak. Tentu saja kami berempat terkejut bukan main. Orang -orang itu lansung menyerang kami tanpa ampun dari berbagai arah.
Aku pun tanpa pikir panjang lansung ikut menyerang mereka. Aku mengeluarkan air es yang lumayan besar, orang-orang itu membeku tapi dapat melepaskan diri dengan cepat. Sial! Batinku. Orang- orang ini mungkin tidak memiliki kekuatan tetapi kekuatan fisik mereka jauh melebihi kami.
"Bagaimana cara kita melawan mereka, Ken? " tanya Jasmine.
"Serang secara bersamaan ke lima orang sekaligus! " balas Ken.
Aku mengeluarkan badai es ke arah 5 orang yang berasa di paling kanan disusul Ken yang mengeluarkan hujan batu, lalu Jasmine yang mengeluarkan laser api, dan Flash yang mengeluarkan badai topan.
Berhasil! 5 orang itu terpelanting dan tergeletak di bawah tanah dengan tidak berdaya.
"Lanjut ke 5 orang sebelah kiri! " perintah Ken.
Kami pindah ke sebelah kiri dengan menggunakan cara yang sama. Lagi-lagi kelima orang yang disana sudah tergeletak tidak berdaya di tanah.
"Lanjut ke 5 orang di depan! "
Kami pun pindah ke depan dan melakukan cara yang sama. Tetapi kali ini cara kami gagal. Orang-orang itu sudah mengetahui cara kita mengalahkan kawanan mereka. Mereka dengan gesit menghindar dan membalas menyerang dengan menggunakan tombak mereka.
Ternyata selama ini kekuatan terbesar mereka ada pada tombak itu. Mereka tidak memiliki kekuatan murni, melainkan kekuatan mereka tersimpan di tombak. Karena kami belum memiliki persiapan, tombak itu dengan cepat mengeluarkan sinar aneh dan menghantam tubuh kami telak.
Entah sudah berapa kali hal ini terjadi! Lagi-lagi kami jatuh pingsan. Apakah kami gagal mengikuti ujian kedua? Apakah kami akan kembali lagi di Pintu masuk Hutan Misteri? Aku sudah tidak dapat memikirkannya sekarang, mataku telah terpejam rapat.
💗💗💗
Kejutan!! Hehe! Author memutuskan sebelum benar-benar hiatus author mau kasih bonus chapter dulu buat kalian.
Saya tau saya masih banyak kekurangan,tetapi author akan berusaha untuk memperbaiki diri!
See you next time. I love you everyone.
Bagi yang ingin mengunjungi Instragam author boleh follow di cherylanne__clarecia