Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
Petualangan dimulai!



Rupaya kali ini, raksasa itu tidak main-main! Kurasa dia membawa semua pasukannya. Lihatlah diatas sana jumlahnya berkali-kali berlipat ganda dari raksasa yang aku dan Jasmine hadapi sebelumnya.


"Halo, anak-anak kita bertemu lagi ya? Haha" ucap Tula-Cula 1B dengan senyum liciknya.


"Oh, halo raksasa bodoh! Bagaimana kabarmu setelah kejadian tadi? Kupikir kau akan menjadi elang raksasa untuk selamanya! Dan pasti akan sangat mudah untuk melawanmu, kita hanya perlu menyiapkan tali ajaib dan mengikatmu di sebuah gedung tinggi, lalu kita bunuh deh! Selesai kan? " ucap Jasmine dengan beraninya.


"Kuakui keberanianmu, Jasmine! Itukan namamu? " Ucap Tula-Cula 1B.


"Ba...bagaimana kau tau namaku? Heh! Siapa yang memberitahumu? Saat pertemuan kita terakhir kali, kurasa aku belum memperkenalkan namaku? Idih! Mengapa juga kau harus mengetahui namaku! Arghhh, aku tak mau raksasa bodoh seperti kau mengenalku! " kata Jasmine bingung dan dengan kejam.


"Hahaha! Kurasa sekarang kau yang bodoh, Jasmine! Kau terlalu meremehkanku! Aku tau saat pertemuan kita terakhir kali, kedua Satria yang lain akan datang mencari kalian bersama si Kepala Buntu itu! Jadi aku secara diam-diam menugaskan mata-mata untuk mengawasi kalian sepenuhnya! Kalian tidak sadar itu, karena kalian hanya fokus kepadaku dan juga pasukan yang bersamaku di atas! Dan benar saja, mereka datang! Lalu ketika kalian memasuki portal, mata-mataku mengikuti kalian dari belakang dengan mode menghilang dari serbuk serbaguna! Dan sampailah kalian di Lembah Hijau ini, mata-mataku mengirimkan lokasi tempat ini kepadaku dan seperti yang kalian lihat sekarang, aku datang dengan lebih banyak pasukan! Sudah lama aku mencarimu Geortozar! Mantan anggota panglima raksasa yang terhormat! Ckckck....Aku bingung dengan pilihanmu Geor! Mengapa kau lebih memilih mengasingkan diri dan melatih Satria lemah seperti mereka? Bahkan kau merubah namamu yang semula Tula-Cula 5 menjadi Geortozar! Haha, kau lucu sekali! Pantas saja aku dan kembaranku memilih memanggilmu dengan sebutan si Kepala Buntu!"


"Cukup! Tutup mulutmu! Jangan ungkit-ungkit itu lagi! Apa yang kau mau disini? Dan darimana kau dan pasukanmu mendapatkan serbuk serbaguna itu? Hanya orang tertentu yang memilikinya! Kau tau itu! Bahkan aku sendiri pun tidak memilikinya! " ucap Master Geor dengan galak. Aku bisa melihat wajahnya merah padam, dia berusaha menahan emosinya demi kami.


"Ckckck.... Jangan marah Geor! Aku datang dengan damai!Kalau kau menyuruh para Satria itu untuk tidak menghalangiku dan kembaranku membangunkan raksasa bayangan, maka kami akan melepaskan kalian semua! "


" ITU TIDAK AKAN TERJADI DAN TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!" Teriakku.


"Ya, aku akan mendukungmu, Qlessie! Aku tak masalah jika harus menghadapi semua pasukanmu itu raksasa! Aku juga tak masalah aku terluka karena mereka! Tugas kami adalah melindungi dunia ini! Dan oleh sebab itulah kami ada! Lihat saja, kami Satria akan menghabisi kau dan kembaranmu bersama dengan pasukanmu atau dengan pasukan kakak kembarmu itu satu persatu! Bersama kita bisa melewati semuanya! " ucap Jasmine dengan lantang dan semangat.


"Ya, aku ikut Jasmine! Aku tidak akan membiarkan kalian sendirian menghadapi mereka! " ucap Ken


"Aku ikut juga! Enak saja kau menghalangi kami raksasa bodoh! Itukan nama yang diberikan Jasmine kepadamu? " kata Flash sambil menaikkan sebelah alisnya.


Raksasa itu tertawa.


" Sudah kuduga kalian akan berkata demikian! "


Raksasa itu terdiam kemudian tersenyum licik ke arah kami. Entah rencana apa yang sedang dibuatnya.


"SERAAANNGG!! "


"Lho! Kok lansung serang?? Tak ucap 1 2 3 dulu gitu??? Heh! Siap-siap dulu kek! Pasang kuda-kuda! Main serang aja! " ucap Flash tidak terima.


"Kalau serang menggunakan aba-aba namanya bukan musuh,Flash! " ucap Jasmine dengan kesal.


"Hanya kau yang tidak siap,Flash! Daritadi kita bertiga telah siap! Hentikan cerewetmu itu 5 menit saja bisa tidak? Hah!" Bentak Ken.


Pasukan raksasa itu telah tiba dihadapan kami, tanpa menunggu lama aku lansung maju dan menghempaskan air es ke lima raksasa sekaligus, raksasa itu tumbang tertahan oleh es ku.


Jasmine juga sudah menghadapi enam raksasa lainnya di belakang ku, dia mengeluarkan api yang disertai petir kepada mereka semua, tangannya bercahaya terang dan satu persatu raksasa dihadapannya roboh.


Ken maju dengan mengeluarkan pukulan bersentum paling kuat yang pernah ada. BUM!BUM!BUM! Ken terus mengeluarkan pukulan itu tanpa henti hingga 20 raksasa di sekitarnya tumbang tak berdaya karena kewalahan menghadapi serangan yang bertubi-tubi.


Sedangkan Flash, entah apa yang dilakukan oleh anak satu itu, lihatlah disana dia hanya mengeluarkan angin sedang dan dengan santai sambil menguap panjang menghabisi raksasa itu satu persatu. Jumlah raksasa yang dihabisi Flash hanya separuh dari para raksasa yang aku, Jasmine, dan Ken hadapi.


Dan bagaimana dengan Master Geor? Lihatlah disana 30 raksasa sekaligus diringkusnya dengan menggunakan tangan kosong. Aku bingung bagaimana cara Master Geor melakukannya. Dan lihatlah teknik apalagi itu yang digunakannya, dia bisa merubah dirinya menjadi banyak sekali. Disana sudah ada 6 Master Geor, eh tidak 10 Master Geor berpencar menyerang raksasa itu dengan tangan kosong.


Aku pun sudah tidak lagi bisa memperhatikan mereka, lihatlah setiap aku mengalahkan 10 raksasa, muncul kembali 15 raksasa lainnya, dengan sigap aku mengeluarkan teknik terhebatku, borgol es. 15 raksasa tersebut terikat tidak berdaya di tanah dan membeku. Tapi aku yakin raksasa ini mempunyai kekuatan api, cepat atau lambat es ku pasti akan meleleh. Tapi itu tidak masalah , masih ada banyak waktu untuk itu. Jadi aku membiarkan mereka dan lanjut menyerang raksasa yang berdatangan.


Tapi entah mengapa, sekelilingku tiba-tiba menjadi buram, ada kabut besar yang menyelimuti sekeliling kami, aku tidak bisa melihat dengan jelas, karena itu para raksasa berhasil meninju bagian belakang pertahananku, kemudian samping, dan depan. Aku mengaduh kesakitan, aku mencoba melindungi diriku dengan tembok es transparan, kurasa itu sudah tembok es paling kokoh yang pernah aku buat, tapi entah ada kekuatan apa, para raksasa itu berhasil menghancurkannya dengan sekali hantaman, aku kembali terpelanting ke belakang. Aku mencoba untuk berdiri, tapi percuma pukulan dari raksasa itu membuatku kehilangan separuh tenagaku, aku terjatuh. Setelah aku terjatuh aku bingung mengapa disekitarku tiba-tiba hening dan raksasa-raksasa itu tidak lagi menyerangku. Aneh!


Tiba-tiba dari arah belakang seseorang dengan sigap membantuku berdiri dan menggendongku ke punggungnya. Aku meronta, berpikir bahwa itu adalah salah satu raksasa. Dia menyuruhku diam tapi aku tak mau. Akhirnya dia berkata, dan itu yang membuatku lansung terdiam setelah tau siapa yang menggendongku.


" Shtttt!!! Diam Qlessie! Ini aku Ken! "


" Ken? "


"Aku akan membawamu, Jasmine dan Flash pergi darisini. Kurasa diantara mereka semua kondisimu yang paling parah. Kau diamlah sebentar."


"Lalu apa yang terjadi dengan para raksasa itu? Apa kau melakukan sesuatu? Dan mengapa juga kau bisa melihat dalam kabut tebal ini, Ken? "


"Nanti bisa aku jelaskan, Qlessie! "


"Baiklah"


Aku bisa merasakan Ken menunduk dan dia sedang membantu Jasmine berdiri, ketika dia bertanya apakah Jasmine baik-baik saja, dan apakah dia masih bisa berjalan, Jasmine mengangguk, dia hanya terluka di bagian tangan dan tidak terlalu parah, hanya lebam di bagian siku dan telapak tangannya.


Masalah yang sekarang adalah Flash, lihatlah betapa lebaynya dia.


"ADUHH! Kenn! Aku senang kau datang kesini demi aku! Bantu aku berdiri ya? Ampun raksasa itu galak sekali! Tak taukah mereka bahwa aku ini hanya remaja berusia 16 tahun yang tidak berdosa sama sekali, bagaimana bisa mereka memukuliku tanpa ampun seperti itu! Gendong aku ya Ken! Ucap Flash dengan memelas, seperti sedang akting sebagai anak kecil yang memohon kepada ibunya agar diberi uang jajan.


"Ya ampun, Flash! Kau ini laki-laki, dan kau hanya lebam di bagian wajah sebelah kiri! Badanmu masih utuh! Tidak ada yang copot atau hilang! Kau jangan lebay deh! " ucap Ken dengan risih.


"Oh, jadi aku hanya lebam dibagian wajah? Wah terima kasih Ken, kau telah memberitahuku! Kalau tidak pasti aku akan mengira bahwa aku sakit parah nih! Hehehe...! Eh? Tapi tunggu! Apa tadi kau bilang? Wajahku lebam???? AAHHHHHH!!! WAJAH TAMPANKU!!! KENN!! APA AKU MASIH TAMPAN???? JAWAB AKU?? " Kata Flash, yang kemudian berdiri.


" Kau tidak apa-apa Flash! Sebentar diobati pasti juga sudah sembuh! " ucap Ken yang masih bisa menahan emosinya.


"Kau yakin? "Tanya Flash lagi.


Tapi Ken tidak menghiraukan pertanyaan Flash lagi, dia lansung membuat lingkaran kecil di udara dengan menggunakan jari telunjuknya dan berkata,


" Kamar di rumahku! " ucap Ken dengan lantang.


Kurasa aku tau , Ken akan membawa kami kemana, dia akan membawa kami ke rumahnya.


"Ayo semua pegang tanganku, kalian tidak bisa melihat dalam kabut sebesar ini! Dan Qlessie kau penganggan yang erat ya? "


"Iya" Kataku sambil mengencangkan pegangan tanganku ke leher Ken. Entah perasaan apa yang menyelimuti diriku saat ini. Aku merasa bahagia digendong Ken seperti ini, tapi rasa sakit di tubuhku yang membuatku hanya diam. Ken masuk dalam portal dan kami telah tiba di rumah Ken.


***


"Ken dimana Master Geor? Mengapa kau tidak menolongnya? " Tanyaku.


"Master Geor sudah ditangkap oleh mereka, Qlessie!"


"Iya, kabut yang tadi kalian lihat itu, adalah kabut yang berasal dari serbuk serbaguna. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Master Geor pergi, karena mereka tau, Master Geor sedang memiliki sedikit masalah dengan penglihatannya. Dan berhubung karena aku ada di dekat Master Geor aku bisa melihatnya, dan sebelum dia benar-benar pergi dia melemparkan sesuatu kepadaku dan aku juga masih melihat dia sempat menjentikkan jarinya dan seketika di sekitar kita menjadi sunyi dan hening, kalau menurut dugaanku Master Geor menghentikan waktu sementara, dia tidak bisa menghentikan waktu di daerah sekitarnya karena setelah tangannya dijentikkan, raksasa yang menangkapnya menyadari hal itu dan memegang tangan Master Geor, sehingga teknik itu hanya berlaku di sekitar kita, dan kurasa Master Geor juga tau bahwa para raksasa itu juga hendak menangkap kita berdua, Qlessie! Oleh sebab itu, Master Geor rela mengorbankan dirinya demi kita!" Ucap Ken, sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya. Itu adalah sebuah benda kecil yang berisikan cairan merah.


Aku tau persis, tanpa diberitahu Ken bahwa raksasa itu mungkin juga ingin menangkap kami berdua karena diberitau oleh mata-mata yang ditugaskan khusus untuk mengawasi kita semua, soal identitas kita sebenarnya.


"Benda apa itu Ken?! "


"Aku juga tidak tau, tapi Master Geor mengirimkan telepati kepadaku, jika kita ingin tau, pergilah ke rumahnya saat matahari pagi datang besok! "


"Soal Master Geor, apa kalian ingat apa yang dikatakan Tula-Cula 1B tentangnya? Dia berkata bahwa Master Geor adalah mantan anggota panglima raksasa yang terhormat? Maksudnya? " tanya Jasmine.


"Ya, aku juga sedang memikirkan itu, Jasmine! Kenapa kita berdua bisa berpikiran sama ya? "sahut Flash.


"Tidak hanya kalian berdua, aku juga sedang memikirkan itu! Tapi aku yakin, Master Geor pasti memiliki penjelasan khusus mengenai hal ini! " tambah Ken menimpali.


Entah apa yang kurasakan, ketika aku memegang bagian tubuhku yang sakit dan ketika aku melepaskannya rasa sakitnya sudah tidak ada! Aku terkejut lalu dengan cepat, tubuhku kembali pulih seperti sedia kala.Aku tidak tau teknik apa itu, mungkin kurasa bisa disebut bahwa aku mempunyai sedikit teknik penyembuhan.


"Ken turunkan aku! "


"Eh? Kau sudah bisa berjalan, Qlessie? "


"Sudah, Ken! Emang kau mau mengendongku sampai kapan? " ucapku dan dengan sedikit sengaja.


Aku bisa melihat wajah Ken agak sedikit memerah, dan dengan perlahan dia menurunkanku.


Lalu aku berlari ke arah Jasmine! Dan lansung memegang tangannya yang lebam dan ketika aku melepaskannya lebamnya sudah hilang!


"Apa yang kau lakukan, Qlessie? " tanya Jasmine bingung.


"Hanya sedikit sentuhan teknik baru! Hehe..."


"Oh! Wajar seorang putri! " Kata Jasmine yang setelah itu tertawa.


Kemudian aku lanjut ke Flash, aku memegang wajahnya dengan paksa dan mengobati luka di wajahnya itu.


"Aduhh, Qlessie kamu mau apa sih? Kau modus ya? " ucap Flash asal.


"Sembarangan! Diamlah atau kubekukan mulutmu itu! "


Ketika aku sudah selesai mengobati Flash, aku berbalik dan hendak membantu Ken memulihkan tubuhnya, tapi justru ketika aku berbalik, muka Ken sudah sangat merah padam. Aku tidak tau alasannya kenapa. Tapi aku tetap memegang tangannya dan dia tidak menolak itu. Kemudian dia berbisik di telingaku.


"Qlessie..."


"Hmmm"


"Jangan dekat dengan laki-laki lain ya? Aku gak suka! Bahkan jika itu Flash sekalipun! "


Wajahku memerah, dengan ucapan Ken. A...apa Ken cemburu?


"Emang kenapa?"


"Ya gapapa, hanya gak suka aja! Kau kan perempuan."


" Terus kenapa cuma beritau ke aku? Kan Jasmine juga perempuan? "


"Iya nanti aku beritau Jasmine! "


"Lalu, jika aku tidak boleh dekat dengan laki-laki lain, jadi maksudmu aku hanya boleh dekat denganmu gitu? " tanyaku menggoda.


"Emm... Kan aku yang melarangmu dekat dengan laki-laki lain, jadi otomatis ya kau hanya boleh dekat denganku! " ucap Ken malu-malu. Sejujurnya aku hampir tertawa, tapi sudahlah kasian Ken. Hihihi!


Setelah selesai dengan Ken aku kembali bertanya.


"Jadi rencana kita selanjutnya bagaimana? "


"Sekarang kalian pulanglah dulu ke rumah, besok pagi-pagi kalian datanglah ke rumah ini pukul 5 tepat. Kita akan bersama-sama mencari petunjuk di rumah Master Geor! Dan jangan lupa bawa semua perlengkapan apapun itu, tali atau benda-benda yang kalian anggap cukup berguna. Setelah mencari petunjuk di rumah Master Geor, kita akan lansung lanjut berpetualang. Kita akan menolong dan membebaskan Master Geor."


Kami semua mengangguk lantas pulang ke rumah. Kata Ken, aku akan diantarnya pulang, karena jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Sedangkan Jasmine akan pulang bersama Flash, karena rumah mereka searah.


Dalam perjalanan aku dan Ken hanya diam. Ketika sampai di depan rumah pun, Ken hanya tersenyum dan berkata,


"Hati-hati ya! Istirahat yang cukup! Aku tau tubuhmu letih! " ucap Ken dengan tulus.


"Iya! Kau juga!" ucapku dengan tersenyum. Kemudian aku masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Aku naik ke kamarku dan membersihkan diri, kemudian lansung tidur dan tidak lupa juga aku meminum susu.


***


Keesokan harinya aku terbangun pukul setengah 5 dan lansung bergegas mandi, dan seperti yang dikatakan Ken kemarin, aku membawa tali panjang milik orang tuaku. Dan juga membawa sebuah handuk kecil, dan juga cutter. Kemudian aku lansung berangkat menuju rumah Ken, sesampainya disana Flash dan Jasmine sudah menunggu.


"Apakah aku terlambat? " Tanyaku kepada mereka.


" Tidak Qlessie, kau tepat waktu! " Kata Jasmine.


Huh! Syukurlah kalau begitu. Ucapku dalam hati.


"Baiklah, kalian siap memulai petualangan?" tanya Ken


" Dari lahir, aku sudah siap untuk semua ini! " kata Jasmine


"Kalau aku, sebelum lahirpun sudah siap! " ucap Flash.


Aku hanya mengangguk mantap tanpa mengucapkan satu patah kata. Ken telah membuka portal dan petualangan kami dimulai. Selamat tinggal semuanya, papa, mama, Qlydo, Rachael, Yaw, Kak Philliaq, Pak Edqui, Kays, Cazy, Tzua. Disaat remaja lain, sedang santai dan bersiap-siap pergi ke sekolah untuk belajar, justru kami akan bersiap-siap menghadapi tantangan dunia di luar sana.