Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
Rintangan yang sulit



Serigala itu sekarang mengeluarkan sebuah kekuatan yang tidak kalah hebatnya dengan api tadi. Ia mengeluarkan sebuah api yang tak kasat mata dan begitu terkena sesuatu maka akan lansung terbakar.


Api itu benar-benar tak bisa dilihat oleh kami, api itu dengan cepat kembali membakar hutan disekitar kami dan melelehkan esku.


"Bagaimana sekarang? Api itu mengerikan. Sekali kita terkena, maka kita akan bernasib sama seperti hutan ini!" kataku.


"Apa kau tidak bisa membekukan apinya, Qlessie?" tanya Flash.


"Bagaimana aku bisa membekukannya kalau apinya saja tidak bisa kulihat!" kataku kesal.


"Jasmine, apa kau bisa melihat api itu?" tanya Flash.


"Tidak! Tapi aku bisa merasakannya!"


"Emm...Kalau begitu kau bisa membelokkan arah serangannya?" tanya Ken.


"Bisa, tapi akan sangat sulit jika memadamkannya sekaligus. Ketika kubelokkan api itu, maka akan sama saja mengenai bagian lain dari hutan ini!"


"Kalau begitu aku punya rencana!" kata Ken.


"Apa?" ucapku, Flash, dan Jasmine bersamaan.


"Ketika Jasmine membelokkan arah serangan, Qlessie akan lansung memadamkan api itu dengan mengikuti arah tangan Jasmine. Sedangkan aku, Flash, dan Hama akan melawan serigala itu dari arah yang berbeda. Kita akan mengepungnya sampai ia berubah warna kembali. Setuju?"


"Ya, rencanamu boleh juga, Ken!"


"Baiklah! Sekarang!" ucap Ken. Dan Jasmine yang sudah bersiap-siap ketika ia merasakan energi panas api disekitarnya ia mengayunkan tangannya ke arah utara sehingga energi panas itu mengarah kesana, dan inilah saatku beraksi, aku mengeluarkan es mengikuti arah tangan Jasmine berubah dan memadamkan api tersebut.


"Bagus!" puji Ken. Sekarang giliran mereka bertiga yang menyerang serigala itu, serigala itu terkejut karena serangannya kali ini gagal, kemudian ia lengah sehingga tidak menyadari bahwa Ken telah menyerangnya dengan pukulan berdentum.


BUM! BUM!


Serigala itu terpelanting hingga puluhan meter ke belakang. Walaupun ia terbanting sangat keras tetapi ia masih dapat berdiri dengan tegak lalu menyerang kami kembali. Tapi saat serigala itu hanya berjarak sisa 5 meter dari kami, Flash menunjukkan kekuatannya. Ia mengepalkan tangan dan memutarnya ke arah depan sehingga munculah angin topan 5 putaran yang mengarah ke serigala itu.


Serigala yang tidak menyadari angin topan itu menuju ke arahnya segera terbawa masuk dalam pusaran tersebut. Angin topan itu berhenti setelah berputar 5 kali, serigala itu kembali terjatuh tetapi lagi-lagi ia dapat bangkit kembali seperti tidak terjadi apa-apa.


"Aku berencana membuatnya pusing, tapi kenapa dia tidak pusing sama sekali sih?" kata Flash sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sementara serigala yang didepan, warna matanya semakin memerah dan juga semakin ganas untuk dilihat. Serigala itu berlari dengan sangat kencang ke arah kami semua, sangat kencang! Kami semua tidak dapat melihat pergerakannya dan tiba-tiba saja ia sudah tersisa setengah meter dari kami


Saat serigala itu benar-benar akan menerkam kami, Hama mengeluarkan kekuatannya. Muncul tombak sepanjang 2 meter ditangannya dan ia dengan gesit melemparkannya ke arah serigala yang semakin dekat itu. Tidak! Hama tidak berniat menyerang serigala itu dengan menusuknya, tombak itu melayang tepat dihadapan serigala dan mengeluarkan secarik cahaya perak yang kemudian mengeluarkan suara sepeti bom.


DUAAR!


Gumpalan asap mengepul dimana-mana, tombak itu melayang di langit kemudian jatuh dan kembali ke tangan Hama.


"Apa itu, Hama?" tanya Flash kebingungan.


"Nanti saja aku jelaskan! Sebentar lagi serigala itu akan bangkit kembali!"


"Whatt??" kaget Flash.


Dan benar saja, semenit kemudian serigala itu keluar dari gumpalan asap yang terus mengepul tinggi, tapi sebelum ia sempat menyerang kami kembali, warna ditubuhnya berubah menjadi kuning keemasan dan mengeluarkan sebuah sinar yang sangat terang. Sangat rupawan.


"Waw!" kagum aku, Flash, Ken, dan Jasmine.


"Tutup mata kalian teman-teman! Sinar kuning berkilau dari serigala itu bisa membuat kalian buta untuk sementara waktu!" ucap Hama memeringatkan. Tidak perlu disuruh dua kali, kami lansung memejamkan mata dan menutup kedua mata kami lagi dengan kedua tangan. Siapa coba yang ingin buta?


Tetapi walaupun kami sudah menutup mata, sinar terang itu masih terasa jelas sehingga membuat mata kami sakit. Apa yang harus kami lakukan sekarang? Bagaimana menahan sinar terang ini selama 15 menit? Kalau saja kita bisa memutar arah sinar ini kembali mengenai serigala itu sendiri...Tunggu! Aku punya rencana.


"Apakah kalian ada yang membawa cermin?"


"Kau mau apa kan cerminnya?" tanya Flash.


"Aku mempunyai rencana! Siapa tau saja berhasil."


"Aku membawanya, tetapi tidak besar hanya seukuran telapak tangan!" kata Jasmine.


"Tidak apa-apa! Kurasa itu cukup!" balasku.


Sinar yang mengarah kearah ku terhalang oleh cermin dan kembali ke serigala itu sendiri. Serigala itu meronta kesakitan di bagian matanya.


"Aku melupakan kalimat itu lagi! Hal paling kecil dan sederhana! Ah! Ingatanmu sangat tajam, Qlessie! Kau menggunakan cermin untuk memantulkan sinar itu kembali kearah serigala! Bagus! Seandainya saja cermin itu bisa digandakan!" kata Ken.


"Aku bisa menggandakannya!" kata Hama yang sontak membuat kami berempat terkejut dan senang. Ia mengangkat tombaknya kembali dan mengarahkannya ke cermin yang kupegang, seketika dibawah kaki Jasmine, Ken, Flash, dan Hama muncul cermin yang sama seperti yang kupegang saat ini.


Mereka berempat segera melakukan hal yang sama denganku, mengambil cermin dan mengarahkannya ke serigala . Sekarang 5 cermin ini sangat melindungi kami, kami hanya perlu bertahan selama 15 menit hingga serigala itu merubah warna tubuhnya kembali.


Lima belas menit sudah kami menunggu, serigala itu kembali merubah warna tubuhnya menjadi biru langit.


"Sifat serigala dalam mode ini itu bersifat dingin, tapi jangan salah. Kekuatannya tidak kalah besar dengan mode tubuhnya yang sebelumnya! Kita harus tetap waspada teman-teman!" kata Hama.


Kami tetap dalam posisi siaga dan menatap serigala itu tajam seperti kata Hama. Serigala itu tetap diam ditempatnya lalu duduk santai di tanah.


"Hei! Apa yang terjadi?" Flash bertanya dengan kesal. Kita sedari tadi sudah siap jika saja terjadi penyerangan tapi serigala ini malah duduk santai?


Pertanyaan itu segera terjawab, serigala itu bersikap begitu karena dia menunggu kami mati rupanya. Dari arah langit muncul ribuan es jatuh ke arah kami, serigala itu menghujani kami dengan hujan es.


Aku pun membuka lebar kedua tanganku dan menahan jatuhnya es tersebut. Tetapi aku tidak bisa bertahan lama. Ini bukan satu es, ini ribuan es. Sangat berat menahannya diatas udara seperti ini.


"Qlessie, kau baik-baik saja?" tanya Ken.


"Aku tidak bisa menahan ini terlalu lama!"


"Esnya tidak mau menurut padamu ya?" tanya Flash.


"Berhenti bercanda Flash!" gertak Ken.


"Jasmine bisa lelehkan esnya?" tanyaku.


"Tapi lelehan esnya bukankah akan mengenaimu?"


"Tidak apa-apa! Aku bisa bertahan!"


"Kau yakin?"


"Iya! Cepat lakukan, Jasmine! Aku tidak dapat menahannya lebih lama lagi!"


Jasmine dengan segera mengarahkan tangannya keatas dan melelehkan es tersebut. Perlahan-lahan beban di tanganku mulai terasa ringan, tapi sebagai gantinya lelehan es itu mengenai tubuhku dan membuatku basah kuyup.


Es diatas langit itu sudah hilang sekarang, Jasmine menurunkan tangannya dan menghampiriku.


"Qlessie, kau baik-baik saja kan?"


"Iya, hanya basah nanti juga kering!"


"Aku akan mengeringkanmu sebentar!"


"Tapi kita tidak punya waktu untuk itu, lihat serigala itu mulai membuat monster salju!" kata Flash.


"A...apa?" Jasmine terkejut dan menoleh ke belakang.


"Bagaimana sekarang?" tanya Flash lagim


"Qlessie, kau pakai jaketku terlebih dahulu!" ucap Ken seraya melepaskan jaketnya dan memasangkannya di tubuhku.


"Ta...tapi nanti jaketmu ikut basah!" kataku.


"Bukan masalah! Aku tidak mau kau kedinginan! Sekarang ayo kita lawan monster salju itu bersama!"


"I...iya!" balasku gugup.


Menurut posisi bintang, menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul 9 malam. Sampai kapan kita akan melawan serigala ini? Energi kami sudah sangat berkurang drastis. Bisa-bisa kami akan pingsan lagi setelah ini. Aduhh!