Jungle Girl Adventure

Jungle Girl Adventure
PROLOG



Suara tapak kaki terdengar menggesek rumput Hutan Trev yang sunyi. Hembusan nafas beradu dengan angin tipis yang lewat. Seorang bayi mungil berada dalam genggaman kuat seorang wanita berbadan besar. Bayi itu sedang tertidur saat merasakan goncangan yang tidak berhenti-henti sejak satu jam yang lalu. Wanita itu kelelahan, namun pria yang berlari disampingnya terus memaksanya untuk terus berlari, berlari, dan berlari.


  "Cepatlah, aku tidak mau berurusan dengan orang-orang itu lagi." Suara tajam pria itu membuat sang wanita hanya menurutinya dengan mempercepat lari


   Pria itu berhenti yang membuat wanita itu juga berhenti. Keduanya berhenti di bawah sebuah pohon ek.


  "Kau yakin apa yang kau lakukan ini tepat?" Wanita itu bertanya dengan suara serak


  "Lagipula dia bukan lagi menjadi bagian dari keluarga kita. Ia hanya akan menjadi beban." Jawab pria itu dengan intonasi tegas. "Sekarang letakkan bayi itu di bawah pohon ini." Pria itu memberikan perintah yang langsung disetujui oleh sang wanita.


  Setelah selesai melakukan apa yang disuruh, pria itu kembali memberi kode kepada wanita itu untuk segera beranjak dari tempat tersebut. Sebelum mengikuti sang pria yang sudah lebih dulu beranjak pergi, sang wanita masih sempat menyelipkan secarik kertas dalam kain yang menyelubungi bayi tersebut.


  Hutan Trev kembali sunyi seperti sedia kala. Hanya suara angin dan juga burung di langit yang mengisi kekosongan. Namun, seluruh kejadian yang baru saja terjadi disaksikan oleh seorang nenek tua yang sedari tadi bersembunyi di belakang pohon ek, yang posisinya membelakangi tempat bayi itu berada.


  Nenek itu menghampiri bayi itu dan menggendongnya dalam pelukan yang lebih hangat. Meskipun telah melewati berbagai ketidaknyamanan dalam perjalanannya kemari, bayi itu tetap saja tertidur pulas, seperti sengaja diberi obat tidur. Nenek itu mengeluarkan secarik kertas tersebut dan membacanya dengan suara pelan.


Siapa yang telah tega meninggalkan bayi ini sendirian di hutan gelap seperti ini? Siapa kedua orang itu?


Saat nenek itu termenung sendiri, tanpa ia sadari bayi itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Mulutnya membuka dan hembusan nafas lemah keluar dari mulut mungilnya. Dan, betapa terkejut nenek itu ketika melihat mata bayi itu terbuka lebar dan terlihat jelas warna bola mata serta sinar yang dipancarkan oleh mata indah itu. Energi kuat yang terpancar dari tubuhnya saling adu terang dengan sinar bulan di langit.


Kain yang membungkus bayi itu sebelumnya bahkan tak dapat menahan sinar yang dikeluarkan oleh bayi itu. Kain itu seolah-olah menjadi transparan dan menampilkan tubuh bayi itu yang diberi pakaian unik. Dalam gelap serta cahaya terang yang saat ini menyinarinya, nenek itu tak henti-hentinya dibuat terkejut.


Rambut bayi itu bewarna cokelat tua dengan sedikit kombinasi warna pirang di bagian samping telinga. Rambutnya tidak hanya bersinar tapi sekaligus mengeluarkan kesiur angin, menggantikan kekosongan pada sunyinya Hutan Trev.


Hutan Trev yang sebelumnya sunyi mulai memunculkan sosok demi sosok hewan dari segala penjuru hutan. Tak salah lagi, energi yang dipancarkan oleh bayi itu menarik perhatian semua hewan di Hutan Trev.


Siapa bayi ini? Nenek itu kembali bertanya dalam hati. Tapi satu hal yang jelas-jelas ia ketahui tentangnya adalah bahwa bayi itu sangat-sangat istimewa sekaligus sangat-sangat berbahaya.....