I Travel, I Love

I Travel, I Love
PECAH



Wajah Giovan terlihat begitu bahagia. Ia terus menggenggam tangan Lynn saat mengemudikan mobilnya menuju kediaman mereka. Sesekali Giovan mencium punggung tangan Lynn untuk menyampaikan betapa ia sangat bersyukur dan bahagia.


Dokter kandungan telah mengkonfirmasi kalau kini Lynn tengah mengandung, dengan usia kandungan sekitar 4 minggu. Dan kebahagiaan mereka berlipat ganda ketika dokter mengatakan kalau Lynn tengah mengandung anak kembar.


"Aku benar benar bahagia. Terima kasih, baby," sekali lagi Giovan mengecup punggung tangan Lynn.


"Aku juga bahagia," Lynn tersenyum.


Mereka pun menghubungi keluarga mereka untuk memberikan kabar bahagia tersebut. Tentu saja baik keluarga Sebastian ataupun keluarga Thomas menyambut hal tersebut dengan gembira.


"Apa kita akan kembali ke Jakarta?" tanya Lynn.


"Tidak, mereka yang akan datang ke sini," jawab Giovan.


"T-tapi ...," ucapan Lynn terhenti.


"Apa kamu masih mengkhawatirkan phobia Dad Stanley?" Lynn menganggukkan kepalanya, Giovan pun tersenyum.


"Dad Stanley berkata bahwa ia akan datang. Ia lebih takut jika kamu sedih daripada harus menghadapi kangguru," ucap Giovan.


Lynn memeluk Giovan dari samping, "Jika nanti aku rewel saat masa kehamilan ini, maafkan aku. Aku akan berusaha untuk tidak terlalu merepotkanmu."


Giovan menepuk punggung Lynn pelan, "Repotkanlah aku, karena aku juga belum tahu kapan akan mengulang untuk menikmati masa masa kehamilanmu."


"Jangan terlalu baik dan lembut padaku, aku takut mencintaimu terlalu dalam," ucap Lynn, membuat Giovan tertawa dengan renyahnya.


"Aku akan membuatmu bucin akut padaku," goda Giovan dan kembali tertawa, sementara Lynn hanya mencebik kesal.


*****


8 bulan kemudian,


2 minggu menjelang hari kelahiran yang diperkirakan oleh dokter, Giovan pun mengerjakan semua pekerjaannya di rumah. Ia tak ingin meninggalkan Lynn hanya dengan pelayan saja. Melissa kini tengah menempuh kuliahnya yang begitu padat, hingga ia lebih banyak menghabiskan waktu di universitas. Ia harus mengejar semua ketertinggalannya.


Lynn tak terlalu banyak berjalan belakangan ini, punggung kakinya agak membengkak hingga ia duduk sambil mengangkat kakinya. Giovan menghampirinya dan duduk sambil memijat kaki istrinya.


"Aku tidak pegal, sayang. Aku justru bosan hanya duduk saja seperti ini," ucap Lynn.


"Apa kamu mau berjalan jalan di taman belakang?" tanya Giovan dan Lynn pun menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau, aku bosan. Bagaimana kalau kita ke Mall saja?" ucap Lynn sambil memamerkan giginya dan memperlihatkan puppy eyes-nya.


"Nanti kakimu bertambah bengkak," ucap Giovan yang tak ingin terjadi sesuatu dengan Lynn.


"Sekali ini saja. Setelahnya aku tak akan meminta lagi. Setelah aku melahirkan pun, aku pasti akan jarang keluar karena aku ingin menjaga mereka," pinta Lynn dengan sedikit memelas.


Giovan menghela nafasnya pelan, "Baiklah, ayo!"


Akhirnya Giovan menuruti permintaan Lynn. Ia tak ingin Lynn menjadi stres karena bosan berada di rumah. Mereka pun akhirnya pergi ke Mall dan merencanakan makan malam di luar.


Setelah berkeliling Mall selama 30 menit, mereka pun masuk ke dalam suatu restoran. Mereka memesan makanan dan minuman kesukaan Lynn.


"Kamu senang?" tanya Giovan.


"Hmm ..."


cessss


"Ehhh, sayang ...."


"Ada apa?" tanya Giovan menatap Lynn yang sedikit meringis.


"Sepertinya ... aku akan melahirkan."


"Ooo melahirkan. Tentu saja kamu akan melahirkan dan kita akan menjaga mereka bersama," ucap Giovan.


"Tolong bawa aku sekarang ke rumah sakit, sebelum aku melahirkan di sini," Lynn kembali meringis dan Giovan baru tersadar kalau istrinya mau melahirkan saat itu.


Giovan mendekati Lynn dan melihat sudag ada cairan di bawah kakinya. Ia segera menggeser kursi Lynn dan mengangkat istrinya itu untuk menuju ke mobil mereka. Sebelumnya, Giovan meninggalkan kartu namanya agar pihak resto bisa menagih biaya pemesanan makanan mereka karena ia harus segera membawa Lynn ke rumah sakit.


Ia agak kesulitan menggendong Lynn karena memang berat badan Lynn bertambah agak banyak karena oa mengandung 2 orang bayi.


Giovan mengusap peluhnya dan langsung meraih kemudi ketika sudah meletakkan Lynn di kursi. Ia segera melajukan kendaraannya menuju rumah sakit. Untung saja jarak rumah sakit tidak terlalu jauh dari Mall yang mereka datangi.


🧡 🧡 🧡