I Travel, I Love

I Travel, I Love
TERTAWA DENGAN PRIA LAIN



Lynn memesan taksi online. Ya, sekarang ia tak terlalu bergantung lagi pada Giovan karena kini ia memiliki uang sendiri. Sebenarnya ia tak perlu bekerja lagi coffee shop, namun rekan rekan kerjanya merupakan salah satu kebahagiannya.


Ia sangat senang ketika bisa berkumpul bersama dan bercanda. Ia merasa tak sendirian lagi dan tak merasa kesepian.


"Hai semuanya!!" sapa Lynn tersenyum kemudian masuk ke dalam ruangan.


Ia tak melihat keberadaan Giovan meskipun pria itu sufah berangkat terlebih dulu. Lynn pun akhirnya mengerjakan pekerjaannya. Seperti biasa, ia akan pergi ke dapur dan melihat koki memasak. Sesekali ia juga belajar membuat sesuatu, kadang ia juga membantu mencuci piring. Ia suka melakukannya karena sambil bercanda dengan rekan rekan kerjanya. Semua pegawai di sana menyukai Lynn karena kepribadiannya yang ceria.


Menjelang jam makan siang, Giovan baru tiba di coffee shop. Ia langsung meminta seorang pelayan membuatkannya kopi. Ia pun masuk ke dalam ruangannya dan tak menemukan Lynn.


Tak banyak bicara, ia langsung menuju ke dapur karena ia tahu Lynn pasti berada di sana. Saat memasuki dapur, ia melihat Lynn yang sedang mencuci piring sambil sesekali tertawa saat menanggapi candaan pegawai yang lain. Rasanya Giovan tak pernah melihat wajah Lynn yang seceria itu saar bersamanya.


"Lynn!!" Giovan mengubah panggilannya sejak mereka menikah. Ia menyamakan panggilan itu dengan keluarga yang lain.


Lynn melihat ke arah Giovan dan tiba tiba saja senyum di wajahnya langsung menghilang.


"Ada apa?"


"Kemarilah, aku ingin bicara," ucap Giovan.


"Tunggu aku di ruangan. Aku akan menyelesaikan ini dulu," Lynn kembali berkutat dengan piring piring. Giovan pun akhirnya keluar. Ia akan menunggu Lynn di ruangan yang mereka berdua tempati.


15 menit kemudian,


"Ada apa?" tanya Lynn.


"Apa kamu bisa tidak melakukan pekerjaan itu?" tanya Giovan.


"Maksudmu?"


"Kamu di sini untuk menyelesaikan laporan laporan saja, bukan untuk mencuci piring ataupun pekerjaan yang lain," ucap Giovan.


"Aku sudah menyelesaikan laporan untuk hari ini, jadi apa yang kukerjakan setelahnya tak akan mengganggu. Aku sudah meletakkannya di atas mejamu."


"Tidak bisa! Bagaimana jika mereka mengira aku tidak bisa mengurus istriku dan menyiksanya dengan pekerjaan?" tanya Giovan.


Lynn tersenyum kecil, "Tenang saja, untuk apa menakuti hal itu. Tak akan ada yang tahu kamu sudah menikah denganku. Lagipula aku tak pernah mengatakan pada siapapun."


Giovan baru teringat kalau mereka memang tidak mengumumkan pernikahan mereka berdua, hanya keluarga saja yang tahu. Ntah mengapa ia tak suka jika Lynn tidak menyambutnya ketika ia datang.


"Tetap saja, aku tidak mau kamu mengerjakan hal seperti itu."


"Bukankah kita sudah bersepakat untuk tidak mencampuri urusan masing masing? Apa yang kukerjakan, selama pekerjaan utamaku sudah selesai, ku rasa tidak mengapa."


"Nanti kamu pulang bersamaku," ucap Giovan menghentikan pembicaraan yang pasti tidak akan ada ujungnya.


Lynn mengendikkan bahunya, "terserah padamu saja."


Jam berganti jam hingga kini sudah pukul 5 sore. Lynn terlihat merapikan mejanya dan memasukkan ponsel ke dalam tas miliknya.


"Tunggu aku sebentar, kita pulang bersama," Giovan menelisik beberapa laporan dan juga laptop yang ada di dalamnya. Ia mengerjakan laporan cafe yang keberadaannya tidak diketahui oleh Lynn.


1 jam Lynn menunggu sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia melirik ke arah Giovan yang memainkan ponselnya kemudian tersenyum.


Lynn melihat ke pergelangan tangannya ketika jam sudah hampir setengah 7, "Apa kamu masih lama? Kalau iya, aku pulang sendiri saja."


"Pulanglah! Aku akan pergi ke suatu tempat dulu."


Degggg


Hati Lynn tiba tiba saja menjadi panas. Sejak tadi ia disuruh menunggu dan begitu pria itu akan bertemu dengan Alexa, ia langsung disingkirkan. Ya, ketika melihat wajah Giovan yang tersenyum saat melihat ponsel, Lynn sudah tahu bahwa suaminya itu pasti sedang berkirim pesan ataupun memandangi foto Alexa.


Brakkk


Lynn tak pernah marah dan sebenarnya ia tak ingin marah. Tapi ia merasa Giovan telah membuang buang waktunya.


"Kalau memang tidak mau mengantarku pulang, jangan menahanku di sini. Kamu membuang buang waktuku!"


Lynn langsung keluar dan membanting pintu setelah mengeluarkan amarahnya. Giovan yang sedang memegang ponsel hanya terdiam, namun akhirnya kembali berkutat dengan ponselnya.


*****


Giovan mengambil kunci mobilnya dan langsung menemui Alexa di sebuah club. Hari ini adalah hari terakhir Alexa berada di Kota Sydney sebelum ia kembali ke Jakarta. Di Sydney ia hanya menemani Darren bertemu rekan bisnis, sambil bermain bersama teman temannya.


Sudah beberapa hari belakangan Darren sangat sibuk hingga Alexa menghubungi Giovan untuk menemaninya. Alexa tidak tahu kalau Giovan sudah menikah karena memang tak ada yang tahu selain keluarganya.


Sesampainya di club, Giovan menghampiri Alexa yang sedang duduk sendiri. Alexa sedang memperhatikan teman temannya yang sedang menari di atas lantai dansa.


"Halo sayang," Tiba tiba saha Darren datang dan langsung mencium pipi Alexa. Giovan yang sedang berhadapan dengan Alexa langsung mengepalkan tangannya.


"Kamu mabuk, hmm?" tanya Alexa.


"Hanya sedikit. Apa kamu sudah lama menungguku?" tanya Darren merangkul Alexa.


"Tidak, ada Kak Giovan yang menemaniku."


"Ahhh terima kasih sudah menemani kekasihku. Sekarang aku yang akan menemaninya. Ayo sayang," Alexa merasa tidak enak hati pada Giovan yang telah datang menemaninya. Ia mengira Darren akan lama menemui klien yang akan menjadi rekan kerjanya.


Giovan melihat Alexa dan Darren naik ke lantai atas yang merupakan kamar kamar VIP yang disediakan oleh club tersebut. Mereka masuk ke salah satu kamar berdua. Giovan tahu apa yang biasa dilakukan oleh pasangan pasangan di dalam kamar itu. Ia mengepalkan tangannya. Ia ingin menghampiri dan menghajar Darren, tapi ... apa hak dirinya.


Ia pun segera keluar dari club itu. Ia tak menyadari bahwa Alexa memanggilnya dari belakang. Ya, setelah membantu Darren untuk beristirahat di dalam kamar, Alexa keluar lagi untuk menemani Giovan. Namun pria itu sudah pergi.


Di perjalanan pulang, Giovan memukul setir mobilnya untuk meluapkan kekesalannnya. Ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan matanya menangkap sosok Lynn yang sedang tertawa bersama dengan seorang pria.


"Berani sekali dia tertawa dengan pria lain!" ucap Giovan dengan geram. Ia langsung melajukan mobilnya kembali menuju ke rumahnya.


🧡 🧡 🧡