I Travel, I Love

I Travel, I Love
TAWARAN GIOVAN



Lynn berjalan sendiri menyusuri trotoar di Kota Sydney. Ia tersenyum kecil ketika mengingat Giovan memintanya menikah dengannya. Lucunya lagi, ia menyebut pernikahan kontrak.


Cukup dalam novel novel ada pernikahan kontrak dan ia tak ingin mengalami itu. Oleh karena itu jugalah ia tak ingin dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Mungkin di dalam novel, perjodohan akan berakhir dengan saling mencintai antara suami dengan istri kontraknya, tapi Lynn rasa itu sangat amat jarang terjadi di dunia nyata.


"Mira!!" Lynn menoleh karena merasa dirinya mendengar seseorang memanggilnya.


"Ed!" Lynn menyapa pria itu.


"Wahhh bolos kerja lagi nih dia. Kebiasaan jalan jalan, kerjaan ditinggal," goda Edric.


"Sembarangan! Aku ini lagi merekam semua tempat di kota ini. Kalau nanti aku sudah pulang dan tidak kembali lagi ke sini, setidaknya masih punya rekamannya di sini," ujar Lynn sambil menunjuk kepala dengan jarinya.


"Kamu mau pergi? ke mana?" tanya Edric ingin tahu.


"Pulang. Aku akan menemani Mommy. Ia mengalami kecelakaan kecil dan aku akan pulang merawatnya," Lynn tak berbohong, tapi ia tak ingin menceritakan pada Edric bahwa ia akan menikah.


Wajah Edric berubah dan Lynn menyadari itu.


"Hei! Kita masih bisa berteman. Jangan cemberut begitu," goda Lynn.


"Apa kamu tidak akan merubah keputusanmu?" tanya Edric.


Lynn menggelengkan kepalanya, "Aku sudah berjanji pada Mommy."


"Tapi kamu bisa kembali ke sini kan?"


Lynn melihat ke arah Edric dan tak menjawab apapun. Ia hanya tersenyum.


"Melihat wajahmu, aku tahu kamu tak akan kembali ke sini."


"Ed ....," Lynn tidak melanjutkan kata katanya ketika seseorang meraih pergelangan tangannya dan mengajaknya pergi.


"Bas!!!" teriak Lynn.


"Hei lepaskan dia! Kasar sekali!" ujar Edric.


"Jangan ikut campur! Dan jangan mendekatinya lagi karena dia adalah calon istriku," ucap Giovan.


Mata Edric membulat tak percaya. Lynn tak pernah bercerita padanya bahwa ia sedang dekat dengan pria, apalagi akan menikah.


"Bas!! lepas!!" ucap Lynn.


"Aku tidak mau. Kita akan menikah!" ujar Giovan.


"Aku tidak mau menikah denganmu, Bas! Jangan bercanda lagi denganku," ungkap Lynn yang berusaha menahan beban tubuhnya agar Giovan tidak bisa menariknya.


"Dad dan Mom sudah menunggu, mereka ingin bertemu denganmu," ucap Giovan.


"Whattt??!!! are you kidding me?" Lynn tak percaya bahwa Giovan benar benar serius dengan ucapannya. Akhirnya ia membiarkan Giovan menarik tangannya dan mereka pergi meninggalkan Edric yang diam membisu.


*****


"Apa yang kalian tertawakan, Mom, Dad?" gerutu Giovan yang sedari tadi hanya melihat kedua orang tuanya tertawa.


"Tidak, tidak apa. Hanya saja Mom tidak percaya bahwa kamu bisa membawa seorang gadis cantik ke sini," ucap Mom Daniela.


Sementara itu Lynn hanya terdiam. Ia melihat interaksi antara Giovan dengan kedua orang tuanya. Ia sungguh tidak suka berada dalam situasi seperti ini. Mungkin akan lebih baik dijodohkan daripada menikah dengan seseorang yang sudah mengatakan padanya secara langsung bahwa pernikahan yang akan mereka jalani hanya sebatas kontrak semata.


"Aunty, Uncle. Maaf sebelumnya. Tapi ku rasa ada yang salah di sini. Aku tidak akan menikah dengan putra Aunty karena dia men ....," Giovan langsung menutup mulut Lynn dengan telapak tangannya agar gadis itu tidak melanjutkan ucapannya.


"Ikut denganku!" ajak Giovan, kemudian membawa Lynn ke balkon kamar hotel kedua orang tuanya.


"Jangan menarikku terus!" gerutu Lynn karena sedari tadi Giovan terus saja menarik dirinya.


"Jangan katakan pada kedua orang tuaku tentang apa yang kukatakan tadi siang. Aku tak ingin mereka mengetahuinya," pinta Giovan.


"Tapi kamu akan membawaku dalam masalah," Lynn tidak terima jika Giovan menjadikannya hanya sebagai tameng.


"Tolong aku. Hanya ini yang bisa kulakukan."


"Aku tidak bisa. Aku tidak mau terperangkap dalam lingkaran cintamu. Lebih baik kamu mengakui padanya dan lihatlah bagaimana reaksinya," Lynn memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan Giovan.


"Tapi aku tidak bisa punya anak ... sementara ia sangat menyukai anak kecil. Ia tidak akan menerimaku. Ia juga tidak mencintaiku," ucap Giovan sendu.


Lynn berbalik dan kembali menatap Giovan, "Semudah itukah dirimu menyerah? Abas yang kukenal tidak seperti ini. Abas yang selalu menyiksaku."


"Giovan, namaku Giovan. Giovan Sebastian," Giovan tiba tiba menyodorkan tangannya.


"Ternyata kamu menyembunyikan banyak hal dariku," ucap Lynn.


"Bukankah kamu juga menutupi namamu? Miracle Lynn Thomas!"


Deggg


"Dari mana kamu tahu namaku? Lagipula aku tidak berbohong, namaku Mira, ya kan?" Lynn mencari pembenaran.


"Menikahlah denganku. Bukankah dengan begitu kamu bisa bebas dari rongrongan kedua orang tuamu? Kita sama sama diuntungkan. Tak akan ada yang akan memaksa kita menikah melalui perjodohan. Selain itu setelah menikah pun kita bisa bebas seperti sebelum menikah," ungkap Giovan.


"Benarkah? Kamu tidak akan membohongiku?" tanya Lynn.


"Tentu saja aku tidak akan bohong. Suami istru hanya status, sementara kita hidup masing masing, bagaimana?" tawaran Giovan sungguh membuatnya tergoda.


Sejujurnya, Lynn masih memiliki mimpi yang ingin ia wujudkan. Jika menikah, maka semuanya tak akan mungkin ia lakukan karena ia akan terkekang. Namun tawaran Giovan bahwa ia akan layaknya single jika menikah, membuatnya tertarik.


"Baiklah, aku menerimanya. Kita menikah!" Lynn menyodorkan tangannya tanda mereka bersepakat.


"Kita menikah!" Giovan menyambut uluran tangan Lynn.


🧡 🧡 🧡