I Travel, I Love

I Travel, I Love
KITA BICARA



Giovan terus menghentakkan tubuhnya pada Lynn, membuat wanita yang kini berada di bawahnya terus mendessah dan mengerrang. Tanpa Giovan sadari dibalik semua errangan dan dessahan itu, tersimpan tangis yang ingin sekali ia tumpahkan.


Tak pernah sekalipun ia terpikir hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya. Meskipun ia sudah menikah dengan Giovan, tapi tidak dengan cara seperti ini Giovan mengambil miliknya.


Giovan terjatuh di samping Lynn dengan peluh yang sudah membasahi tubuhnya. Ia sudah berkali kali melakukannya pada Lynn dengan jeda hanya 10 menit saja. Ntah mengapa ia ingin terus merasakan kehangatan dari tubuh Lynn.


Dengan mencium Lynn saja gairrahnya langsung bangkit, membuatnya merasa candu. Ia kelelahan dan langsung terlelap, sementara Lynn langsung terisak ketika ia sudah mendengar dengkuran halus dari Giovan.


Dengan sisa tenaga yang ia miliki, juga sakit yang ia rasakan di bagian intinya, ia mengambil pakaiannya yang sudah dirobek begitu saja oleh Giovan, kemudian pergu ke kamar mandi untuk mengambil sebuah bathrobe.


Dengan membuka pintu perlahan, Lynn berjalan keluar menuju kamar tidurnya. Ia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, dengan menggosoknya keras. Ia menangis di bawah kucuran shower.


Setelah selesai, Lynn keluar dari kamar mandi dan memakai piyama miliknya. Ia berbaring di atas tempat tidur dan kembali menangis, hingga akhirnya ia lelah dan mulai terlelap.


*****


Giovan mengerjapkan matanya. Matahari seperti sudah meninggi dan ia baru terbangun. Ia melihat ke sebelah tempat tidur seakan menyadari apa yang telah ia lakukan semalam.


Ia menyibakkan selimut dan melihat sebercak darah, bukti apa yang telah ia lakukan semalam. Amarah yang tak dapat ia kendalikan membuatnya melakukan hal yang buruk pada Lynn, meskipun Lynn adalah istrinya. Ia mengusap wajahnya kasar, kemudian segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah rapi dengan pakaian kerjanya, ia keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar tidur Lynn. Ia mengetuk pintu namun tak ada jawaban. Ia pun mencoba membuka pintu namun masih terkunci. Giovan menghela nafasnya pelan.


"Siang, Tuan."


"Apa Lynn belum bangun?" tanya Giovan.


"Miss Miracle belum kelihatan sejak pagi, Tuan," ucap Melissa.


"Baiklah, kamu siapkan makan siang saja untuknya ... dan jangan mengganggunya kalau ia memang ingin istirahat," sejujurnya Giovan merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan. Ia akan berbicara pada Lynn saat pulang dari coffee shop nanti.


*****


Sementara Lynn, hanya diam di dalam kamar tanpa melakukan apapun. Ia hanya duduk di atas tempat tidur dengan melipat kedua kakinya di depan dada. Bahkan panggilan dari Melissa pun tak ia pedulikan.


Lynn sedang berpikir apa yang harus ia lakukan. Ia sangat malas bila bertemu dengan Giovan. Ia bahkan sama sekali tak merasa lapar, yang ia inginkan hanya sendiri. Lynn juga tak menyentuh ponselnya sama sekali sejak semalam.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Lynn bisa mendengar suara mobil memasuki rumah mereka dan ia sangat yakin itu adalah Giovan.


Giovan masuk ke dalam dan melihat Melissa sedang membersihkan ruang tamu.


"Di mana Lynn?" tanya Giovan.


"Miss masih berada di dalam kamarnya."


"Apa dia sudah makan?"


"Miss tidak keluar sama sekali. Saya sudah memanggilnya untuk makan siang, tapi miss tidaj keluar juga."


Giovan langsung naik ke lantai atas dan menuju kamar tidur Lynn. Ia mengetuk pintu perlahan.


"Lynn, buka pintunya. Kita bicara," Giovan tahu Lynn tak ingin melihatnya, tapi ia harus membuat istrinya itu makan.


Tak terdengar suara atau jawaban apapun, "Buka pintunya atau aku dobrak!" ancam Giovan.


🧡 🧡 🧡