
Pagi menjelang, Lynn terbangun cukup pagi hari ini. Ia merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara banyak banyak. Ia berjalan menuju ke arah balkon dan membuka pintu penghubung.
Ia melihat ke arah luar dan mendengar pintu pagar terbuka. Giovan yang terbiasa berolahraga, keluar dari rumah dan berkeliling komplek. Giovan memang selalu menjaga kesehatannya setelah ia mengetahui bahwa ia mengalami infertilitas. Ia sangat ingin memiliki anak, namun ia tak terlalu berharap.
Lynn ingin hubungannya dengan Giovan kembali seperti dulu, tapi ...
Ia kembali masuk ke dalam dan menutup pintu penghubung. Ia membersihkan diri dan turun ke bawah. Ia sedang ingin makan nasi goreng.
"Miss, selamat pagi!" sapa Melissa.
"Pagi, Mel," Lynn membalas sapaan Melissa.
Lynn mulai melihat bahan bahan makanan di dalam kulkas. Ia mengeluarkan yang ia perlukan, kemudian mulai memotong.
"Ada yang bisa kubantu, Miss?" tanya Melissa. Melissa memang bertugas di bagian dalam rumah bersama beberapa pelayan lain.Selebihnya ada yang bertugas di luar. Mereka semua tinggal di paviliun belakang.
"Tidak perlu, Mel. Terima kasih. Kembalilah bekerja," ucap Lynn.
Melissa keluar dari dapur, sementara Lynn terus berkutat di sana. Ia meletakkan nasi goreng yang telah ia masak di sebuah panci tertutup, kemudian kembali ke kamar. Ia merasa tidak nyaman dengan keringat yang membasahi keningnya.
Ketika ia selesai membersihkan diri dan ingin kembali turun ke bawah, Lynn berpapasan dengan Giovan.
"Mandilah, aku sudah membuat sarapan. Kita makan bersama. Ada yang ingin kubicarakan," ucap Lynn.
"Baiklah, tunggu aku," ucap Giovan.
*****
Di meja makan, Giovan dan Lynn duduk berseberangan. Mereka makan dalam diam. Lynn mengatakan ia akan bicara setelah mereka selesai.
Giovan makan sambil sesekali melirik ke arah Lynn. Di dalam hati ia sangat senang bisa kembali duduk bersama dengan Lynn. Ia juga dengan senang memakan sarapan yang ia yakini adalah masakan Lynn karena berbeda dengan sarapan yang biasa ia makan.
Setelah selesai, Lynn melipat kedua tangannya dan meletakkannya di atas meja. Ia menatap ke arah Giovan dan menghela nafasnya pelan.
"Aku akan pergi," ucap Lynn.
"Pergi?" tanya Giovan.
"Hmm. Aku meminta izin darimu karena aku masih menganggapmu sebagai suamiku."
"Ke mana kamu akan pergi?" tanya Giovan.
"Ntahlah, tapi aku ingin menenangkan diriku, sekaligus meraih mimpiku."
"Apa tidak bisa di sini?" Di dalam satu rumah bersama saja kadang Giovan merindukannya, apalagi kalau berjauhan.
Lynn menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Senyum kecil yang sudah tidak pernah Giovan lihat.
"Apa kamu masih belum bisa memaafkanku?" tanya Giovan sendu.
Lynn bisa melihat penyesalan di dalam diri Giovan, tapi ia benar benar ingin meraih mimpinya sebelum ia semakin tenggelam dalam sesuatu yang ada di dalam hatinya, yang tidak ia tahu apa.
"Aku butuh waktu."
"Kembalilah, aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Aku akan menunggumu," ucap Giovan.
*****
1 tahun berlalu,
Lynn pergi ke Benua Eropa.Ia berkeliling sambil terus bernyanyi melalui media sosialnya. Giovan yang sudah mengetahui akun media sosial milik Lynn yang bernama Miss Miracle, tak pernah ketinggalan dalam setiap postingan istrinya itu.
Melissa lah yang akhirnya memberitahu Giovan karena pria itu mendengar suara Lynn saat Melissa sedang melihat video Lynn.
Giovan selalu tersenyum saat melihat Lynn bernyanyi meskipun ia menggunakan topeng. Latar belakang tempat ia bernyanyi pun selalu berubah ubah, dan Giovan selalu tahu di negara mana ia berada.
Di dalam pikiran Giovan, kini hanya ada Lynn. Bahkan ia tak menyusul Alexa ke Jakarta saat mendengar batalnya pernikahan antara wanita itu dengan tunangannya. Giovan lebih memilih tetap di Kota Sydney dan menunggu Lynn untuk kembali.
Ia selalu bekerja di coffee shop, kadang berkeliling ke kota kota di Benua Australia, di mana cafe dan coffee shop nya berada.
Malam ini, seperti biasa Giovan sedang menunggu Lynn melakukan live di akun media sosialnya. Ia tak sabar menunggu, bahkan ia sengaja pulang cepat dan duduk manis di atas tempat tidurnya.
Jantung berdetak cepat
Warna dan janji janji
Bagaimana menjadi berani
Bagaimana aku bisa mencintai jika aku takut jatuh
Tapi melihatmu berdiri sendiri
Semua keraguanku tiba tiba hilang entah bagaimana
Satu langkah lebih dekat
Aku (seperti) telah mati setiap hari menantimu
Sayang, jangan takut, aku telah mencintaimu
Selama seribu tahun
(dan) aku akan mencintaimu selama seribu (tahun) lagi
Waktu berhenti berputar
Segala tentangnya begitu indah
Aku akan berani
Takkan kubiarkan semuanya berlalu begitu saja
Tanpa disadari, Giovan tersenyum saat mendengarnya. Dengan tetap menyalakan ponsel di mana Lynn sedang terus bernyanyi, ia menuju ke wardrobe miliknya, membereskan beberapa pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper.
"Tunggu aku," gumam Giovan tersenyum.
🧡 🧡 🧡