
Setelah 1 minggu tak keluar rumah, bahkan Michael tak pergi ke rumah sakit untuk bekerja, ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri.
"Kamu yakin, Mic?" tanya Mom Jane yang merasa khawatir.
"Mom, biarkan Kak Michael pergi, hitung hitung sebagai liburan," ucap Lynn.
Mom Jane melihat ke arah Dad Stanley dan juga ke arah Michael. Ia akhirnya menghela nafasnya pelan dan memperbolehkan putra sulungnya itu pergi.
"Baiklah, tapi berjanji pada Mom bahwa kamu akan menjaga dirimu. Jangan berbuat yang aneh aneh," ucap Mom Jane.
"Okay, Mom," Michael memeluk Mom Jane dan memejamkan matanya.
I'm sorry Mom. - batin Michael.
Mereka pun mengadakan acara makan malam bersama sebelum Giovan dan Lynn akan kembali ke Sydney. Setelah makan, Lynn yang duduk bersama dengan Giovan dan juga kedua orang tuanya, mulai bertanya.
"Dad, Mom, sejak dulu aku ingin tahu ... Mengapa Dad dan Mom tidak pernah mengajakku pergi ke Sydney? atau kota kota lain di Australia?" tanya Lynn ingin tahu.
Deggg
Dad Stanley langsung menelan salivanya dan berhenti meminum teh hangatnya. Ia langsung berpura pura sibuk dengan ponselnya, sementara Mom Jane tertawa kecil.
"Dad, Mom!" Lynn yang sangat menginginkan jawaban pun terus mencecar kedua orang tuanya.
"Kami pernah ke sana, sayang. Waktu itu kami sedang honeymoon," ucap Mom Jane kini ingin tertawa.
"Tentu saja, sayang. Di sana terukir kenangan indah kami, tapi .... Dad tidak mau kembali ke sana, karena ....," ucapan Mom Jane terputus. Ia sedikit ragu ingin mengatakan atau tidak.
"Apa Daddy memiliki mantan pacar yang tinggal di sana?" tanya Lynn.
uhukkk uhukkk
Dad Stanley langsung terbatuk batuk, sementara Mom Jane kini sudah tertawa terbahak bahak.
"Tidak sayang, bukan itu. Hanya saja, Daddy takut pada ...kangguru," ungkap Mom Jane.
Lynn yang awalnya ingin tahu, kini tak dapat menahan tawanya. Ia langsung terbahak bahak dan memeluk Giovan yang menahan tawanya. Ia tak ingin dianggap tidak sopan di hadapan mertuanya.
Lynn menghapus kedua sudut matanya yang mengeluarkan air karena terlalu banyak tertawa, "Bagaimana bisa, Mom?"
"Saat kami mengunjungi salah satu tempat wisata di sana, tiba tiba saja ada seekor kangguru yang meneekat ke arah Daddymu. Daddy yang shock pun langsung berlari dan meninggalkan Mommy. Kangguru itu melihat Daddymu berlari, malah ikutan berlari mengejar," Mom Jane juga tak bisa menahan air matanya karena terus tertawa mengingat masa lalunya, sementara Dad Stanley mencebik kesal melihat keluarganya menertawakannya.
"Maafkan aku, Dad. Aku tidak tahan ingin tertawa setiap kali mengingatnya," ucap Mom Jane yang kemudian memeluk suaminya itu. Tubuh suaminya sudah tidak seperti roti sobek lagi, tapi masih terlihat gagah dan pelukable bagi Mom Jane. Ia sangat suka memeluk Dad Stanley dan menjadikannya bantal selama semalaman ia tidur karena kehangatan dan kenyamanan yang ia rasakan.
"Baiklah, Mom. Aku dan Giovan akan ke kamar dulu," Besok Giovan dan Lynn akan menginap di rumah Dad Mikael dan Mom Daniela, sebelum lusa mereka kembali ke Sydney.
"Okay sayang, selamat tidur," Kedua orang tua mereka tak ada yang pernah membahas tentang masalah cucu ataupun kehamilan. Bagi kedua belah pihak, itu adalah hak pasangan yang menikah. Bagi Dad Stanley dan Mom Jane, ada yang menjaga Lynn sudah merupakan kebahagiaan bagi mereka, sementara untuk Dad Mikael dan Mom Daniela, kebahagiaan putra putri mereka adalah yang utama.
🧡 🧡 🧡