
"Itu kamarmu," ucap Giovan.
Lynn membuka pintu dan melihat sebuah kamar minimalis yang cukup luas, "Ahhh terima kasih, Bas! Aku menyukainya."
Giovan tersenyum kecil saat melihat Lynn berbahagia. Ia pun membiarkan Lynn berbahagia sementara ia sendiri masuk ke dalam kamar tidurnya.
Keduanya berdiam di kamar masing masing. Tentu saja kedua orang tua mereka tak mengetahui jika mereka tinggal di kamar yang terpisah. Mungkin jika tahu, mereka berdua akan langsung mendapatkan hukuman.
Lynn langsung masuk ke dalam aplikasi berbaginya secara online. Ia memamerkan kamar tidur barunya, setelah itu ia berdiri di depan ponselnya dan mulai berbicara.
Apa kalian semua merindukanku? Aku juga merindukan kalian semua. Kali ini aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian.
Lynn pun mulai perlahan bersenandung seakan mengalunkan sebuah musik. Ia bernyanyi dengan begitu senang karena bisa menyalurkan hobbynya.
Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Phil Collins yang berjudul You'll be in my heart, menjadi pembuka bagi Lynn untuk kembali menyapa para penggemarnya. Sudah hampir 3 bulan ini ia vakum memposting lagu lagu yang ia cover.
Ya, Lynn suka meng-cover lagu dan ia mempunyai banyak pengikut di media sosialnya. Mimpinya adalah menyanyi di sebuah panggung besar, dengan lagu ciptaannya sendiri.
Oleh karena itulah sebenarnya Lynn tak mau menikah muda. Ia ingin mewujudkan impiannya menjadi penyanyi, berkeliling dunia dengan hobby yang menyenangkan hatinya.
Setelah menyanyikan sebuah lagu dan menyapa para pengikutnya, Lynn pun pamit. Ia segera pergi untuk membersihkan diri.
Wajah bahagia dan senyum merekah terasa tak lepas dari wajah Lynn. Hal itu disadari oleh Giovan. Namun, ntah mengapa ia ikut bahagia melihat Lynn seperti itu.
"Apa kamu senang?" tanya Giovan.
"Hmm," Lynn menganggukkan kepalanya kemudian melahap makan malam yang ada di hadapannya. Kediaman Giovan sudah diisi oleh koki dan juga pelayan.
Salah seorang pelayan sedari tadi terus memperhatikan Lynn. Ia seperti mengenalinya. Ia pun segera membuka ponselnya diam diam dan langsung tersenyum.
"Miss Miracle!" teriak pelayan itu tiba tiba.
Uhukk uuhukk
Lynn yang sedang menyuapkan makanan tiba tiba saja tersedak. Giovan langsung mengambilkan gelas minum dan memberikannya pada Lynn.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Giovan.
"Jangan memanggilnya tiba tiba," ucap Giovan sedikit ketus dengan pelayannya. Seketika itu juga pelayan itu terdiam, namun Lynn yang jadi tidak enak hati dengan pelayan yang memanggilnya.
Dia pasti salah satu pengikutku. Aku tidak pernah dipanggil Miss Miracle, kecuali di media sosial. Aku harus menemuinya nanti.Tapi bagaimana dia bisa mengenaliku? Aku selalu menggunakan topeng. - Lynn.
Setelah selesai makan dan para pelayan sudah selesai membereskan meja. Giovan pergi ke kamar tidurnya, Lynn langsung pergi menuju dapur. Ia ingin menemui pelayan yang tadi.
"Miss Miracle," sapa pelayan itu dengan mata berbinar.
"Mengapa kamu memanggilku seperti itu?" tanya Lynn ingin tahu.
"Tentu saja, aku penggemar beratmu. Suaramu sangat indah, miss. Bahkan sekarang setelah melihat wajahmu, kamu ternyata memiliki wajah yang sangat cantik."
"Aku bukan Miss Miracle seperti harapanmu."
"Aku tidak percaya. Maafkan aku miss, tapi aku mengenalimu. Dari bentuk matamu, bibirmu, cara bicaramu ... dan kalung yang Miss pakai."
"Apa kamu suka menonton tayangannku?"
"Hmm, cuma tadi saja aku terlewat karena sedang menyiapkan makan malam. Aku sudah lama merindukan tayangannmu, Miss," ucap pelayan itu.
"Siapa namamu?" tanya Lynn.
"Melissa," jawab pelayan itu.
"Ahhh namamu mirip sahabatku yang ada di Jakarta. Kita pasti bisa berteman dengan baik," ujar Lynn.
"Miss mau berteman denganku? Aku hanya seorang pelayan," Melissa merasa rendah diri.
"Tentu saja aku mau," ucap Lynn sambil tersenyum.
Lynn akhirnya menemani Melissa di dapur sambil mengobrol dan bercanda. Lynn sangat senang bertemu teman yang seumuran dengannya. Ia meminta Melissa untuk menyembunyikan identitasnya, tak terkecuali pada Giovan.
*****
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan ... sudah 1 bulan sejak pernikahan Giovan dan Lynn. Tak ada perubahan pada hubungan keduanya. Mereka masih tinggal di kamar terpisah dan beraktivitas seperti biasa.
Giovan pergi ke cafe dan coffee shop miliknya setiap hari. Lynn juga seperti itu, hanya saja ia meluangkan waktunya di malam hari untuk bernyanyi.
Pengikutnya semakin hari semakin banyak, membuat Lynn perlahan semakin dikenal. Suatu kali, ia mendapatkan pesan singkat untuk mengisi sebuah panggung di sebuah cafe.
Setelah melakukan kesepakatan, malam ini Lynn berpakaian casual namun tetap terlihat anggun. Wajahnya yang cantik memang menampilkan kesan elegan.
Cafe tersebut terletak di pusat Kota Sydney. Tempat di mana banyak orang berlalu lalang seakan tak pernah tidur. Lynn memasuki cafe yang terlihat sedikit remang. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat begitu banyaknya pengunjung.
Lynn tidak menunjukkan wajah aslinya karena ia tak ingin kedua orang tuanya atau siapapun tahu kalau ia bernyanyi di cafe. Ia menggunakan sebuah topeng yang menutupi bagian mata.
Ia dipersilakan naik ke atas panggung setelah sebelumnya berbincang sebentar dengan manager cafe itu. Lynn mengambil mic dan duduk di sebuah kursi tinggi. Dirinya di sinari dengan lampu hingga ia menjadi pusat perhatian.
Lynn menyanyikan beberapa lagu. Ia tersenyum ketika para pengunjung bertepuk tangan untuknya ketika satu demi satu lagu selesai ia nyanyikan. Hingga matanya menangkap sosok pria yang sebulan ini telah menjadi suaminya. Ia tengah duduk bersama seorang wanita yang sangat Lynn kenali, Alexa.
He said, "One day, you'll leave this world behind
So live a life you will remember"
Lynn menyanyikan lirik lagu tersebut sambil melihat ke arah Giovan.
My father told me when I was just a child
"These are the nights that never die"
Ia berharap Giovan melihat ke arahnya setelah mendengar lagu itu. Bukankah Lynn pernah mengatakan pada Giovan kalau Lynn sangat menyukai lagu itu. Namun, Giovan lebih sibuk berbincang san bercanda dengan Alexa.
Lynn menyanyikan lagu 'The Nights' sebagai penutup sebelum ia menyelesaikan panggung perdananya.
"Terima kasih," ucapnya pada semua pengunjung. Ia melihat ke arah Giovan yang tengah bersenda gurau dengan wajah yang terlihat bahagia.
🧡 🧡 🧡