I Travel, I Love

I Travel, I Love
PELUKANMU



Mereka berdua kini telah berada di bandara Eleftherios Venizelos yang berada di Kota Athena. Giovan memesan 2 tiket menuju ke Negara Yunani, tempat yang menurutnya indah dan romantis.


Pemandangan alam dan pantai seakan membaur menjadi satu di negara tersebut. Mereka kini sampai di sebuah hotel mewah yang terdapat di kota itu. Lynn yang melihat keindahan laut langsung terkesima. Ia belum pernah pergi ke Athena dan memang belum berencana. Ia selama ini hanya berkeliling di kota kota yang pernah ia datangi sebelumnya, dengan keluarganya.


Setelah meletakkan barang barang bawaan mereka di kamar, Giovan mengajak Lynn untuk makan siang di restoran yang berada di hotel tersebut. Pemandangan laut dan sebuah bangunan besar kuno yang dikenal dengan nama acropolis, berada di depan mata.


"Kamu suka?" tanya Giovan.


"Ini indah, indah sekali."


Giovan tersenyum, kemudian memeluk Lynn dari belakang. Ia berbisik di telinga Lynn, "Aku akan selalu membuatmu tersenyum dan bahagia."


Lynn memutar tubuhnya dan menatap mata Giovan, "Terima kasih."


Cuppp


Sebuah kecupan mendarat di bibir Giovan. Lynn kemudian memutar kembali tubuhnya dan kembali menikmati pemandangan.


"Apa kamu tidak ingin menghubungi keluargamu? Mereka sangat merindukanmu dan aku tidak bisa terus menerus berbohong pada mereka."


"Baiklah, aku akan menghubungi mereka," Lynn mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi Mom Jane.


"Mom!" Lynn terkejut ketika ia melakukan panggilan video dan melihat wajah Mom Jane yang terlihat pucat.


"Mom, ada apa denganmu?" tanya Lynn dengan khawatir. Giovan sendiri hanya berada di sebelah Lynn dan memperhatikan.


"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya Mom Jane.


Di saat seperti itu, Mom Jane masih menanyakan keberadaan putrinya.


Brakkk brakkk prangg


"Suara apa itu, Mom?" tanya Lynn dengan khawatir.


"Mom akan menghubungimu lagi nanti ya, sayang. Mom senang melihatmu bahagia. Salam untuk Giovan," Mom Jane pun memutuskan panggilannya.


Giovan bisa melihat wajah Lynn yang pucat dan terlihat khawatir. Matanya melihat ke arah laut dan menautkan kedua alisnya.


"Apa kamu ingin pulang?" tanya Giovan.


Lynn mengangguk namun ia juga tahu bahwa ia tak bisa mengecewakan Giovan begitu saja, apalagi Giovan telah susah payah membawanya ke tempat yang sangat indah.


"Aku masih ingin menikmati pemandangan ini. Setidaknya kita harus bermalam di sini," ucap Lynn dengan tersenyum.


Giovan memberikan pelukan pada Lynn, "Baiklah. Tapi jika kamu ingin pulang, kita akan segera pulang."


"Terima kasih," Lynn memeluk Giovan dan menyandarkan kepalanya di dada Giovan, menyesap harum beraroma 'wood' dari tubuh Giovan.


Mereka menyelesaikan makan siang mereka dan Giovan mengajak Lynn untuk mengitari Kota Athena. Ia membawa sebuah ransel besar di punggung, membuat Lynn mengerutkan dahinya.


"Ayo!" Giovan awalnya ingin menyewa sebuah mobil, namun karena keberadaan mereka di sana hanya sebentar, ia mengurungkan niat tersebut. Ia memanggil sebuah taksi online dan segera memberitahu supir tujuannya.


"Kita akan ke mana?" tanya Lynn.


"Ikut saja."


Lynn melihat pemandangan selama mereka berada di dalam taksi. Ia tersenyum dan matanya berbinar.


Taksi yang mereka naiki berhenti di bangunan kuno besar yang disebut acropolis. Lynn menganga saat melihatnya dari dekat.


"Ini bangunan yang kita lihat dari hotel kan?" tanya Lynn.


"Ayo," Giovan meraih pergelangan tangan Lynn dan membawa istrinya itu masuk.


Acropolis merupakan situs arkeologi terpopuler di Kota Athena, yang dibangun pada abad ke-5 SM. Kata acropolis memiliki arti kota tinggi yang sesuai dengan letaknya yang berada di bukit kapur setinggi 150 meter di atas kota Athena. Acropolis terdiri atas sejumlah bangunan bersejarah penting, seperti Parthenon, Propylaia, Erechtheion, dan kuil Athena Nike.


Giovan membuka ranselnya, kemudian meletakkan alat alat yang biasa digunakan oleh Lynn untuk melakukan live.


"Aku ingin melihatmu bernyanyi secara langsung. Apa kamu mau melakukannya untukku?" ucap Giovan tersenyum dan terlihat mata yang memancarkan begitu banyak cinta.


"Dengan senang hati," Lynn langsung duduk di sebuah kursi lipat tinggi dengan sebuah microfon di depannya. Ia mengambil topeng yang biasa menutupi bagian matanya.


Jantungku berdetak


Karena kamulah alasannya


Aku tidak bisa tertidur


Kumohon kembalilah sekarang juga


.


.


Aku akan panjat semua gunung


dan berenang mengarungi semua lautan


Hanya untuk bersamamu


Dan memperbaiki apa yang sudah aku rusak


Karena aku ingin kamu melihatnya


Bahwa kamulah alasannya.


.


.


Seandainya aku bisa memutar waktu


Aku akan pastikan cahaya mengalahkan kegelapan


Aku akan habiskan setiap jam, setiap hari


Untuk menjaga dirimu.


.


.


Aku tidak ingin bertengkar lagi


Aku tak ingin bersembunyi lagi


Aku tidak mau menangis lagi


Kembalilah, aku membutuhkan pelukanmu.


.


Giovan tersenyum dan langsung mendekat ke arah Lynn dan memeluknya.


"Maafkan semua kesalahanku. Aku berjanji tak akan bertengkar lagi denganmu, aku akan menuruti semua keinginanmu. Membuat dirimu bahagia dan nyaman saat bersamaku. I love you," bisik Giovan.


Semua aktivitas itu terlihat dengan jelas di media sosial milik Lynn karena mereka memang melakukan live. Banyak sekali comment yang turut berbahagia atas kebahagiaan Miss Miracle mereka, namun tak sedikit juga yang patah hati.


"I love you too," Lynn dengan berani membuka topeng di wajahnya dan mencium bibir Giovan. Dengan sebelah tangannya, Giovan mematikan tombol live di ponsel Lynn, kemudian melanjutkan aktivitasnya.


🧡 🧡 🧡