
Lynn yang keluar dari coffee shop, ternyata tak langsung pulang ke rumah. Ia sangat kesal dengan Giovan yang telah membuatnya menunggu. Ia sebenarnya akan membuat video baru yang akan ia posting. Ia bahkan sudah membeli sebuah gitar untuk menemaninya menyanyi.
Ia berjalan menyusuri Kota Sydney tanpa tahu arah dan tujuannya. Ia sudah tak perlu takut lagi jika tersesat karena ia hanya perlu memanggil taksi untuk mengantarkannya pulang.
Lynn masuk ke dalan sebuah minimarket, kemudian mengambil sebungkus makanan ringan dan sebuah botol minuman. Ia membayarnya di kasir kemudian keluar.
Ia duduk di sebuah kursi taman dengan pencahayaan yang tak terlalu terang, namun terlihat aman dan nyaman. Ia membuka minumannya dan menegaknya sedikit. Setelahnya ia membuka makanan ringan yang ia beli tadi dan mulai memakannya sambil melihat orang yang lalu lalang.
"Mira!"
"Ed!"
Lynn bingung. Setiap kali ia berada di luar dan kebingungan, selalu ada Edric yang tiba tiba muncul dan menemaninya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Edric.
"Makan," jawabnya jujur dan membuat Edric tertawa.
"Aku senang sekali melihatmu lagi di sini. Apa kamu tidak jadi menikah?" tanya Edric penuh harap.
Tiba tiba saja wajah Lynn berubah sendu. Ntah mengapa ia mulai menyesal dengan menyetujui pernikahannya dengan Giovan.
"Aku sudah menikah. Apa statusku akan merubah persahabatan kita?" tanya Lynn.
Edric pun menghela nafas pelan. Ia kecewa dengan jawaban Lynn, namun ia juga tak bisa memaksakan cintanya. Bukankah mencintai tidak harus memiliki. Asalkan melihat orang yang kita cintai bahagia, maka kita akan ikut bahagia melihatnya.
"Tentu saja tidak, kita akan selalu jadi teman," Edric mengembangkan senyumnya dan Lynn pun senang. Ucapan Edric barusan membuat mood nya kembali membaik. Ia pun melupakan kekesalannya pada Giovan.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Edric.
"Apa kamu tak melihat apa yang berada di tanganku saat ini?" jawab Lynn mencebik. Bahkan sejak awal mereka berbicara, Lynn terus memasukkan kripik itu ke dalam mulutnya, hingga kini kripik tersisa sedikit di dalam kantong kwmasan tersebut.
Edric tertawa, "itu bukan makan namanya. Itu cuma buat geli geliin perut aja."
Mereka kembali tertawa dan tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan keduanya dengan tangan yang mengepal.
Lynn sampai di rumah dengan wajah yang tersenyum. Edric telah sukses menghiburnya hingga perasaannya kini sudah tak kesal lagi. Ia bersiul dan bersenandung sambil melompat lompat kecil ketika memasuki rumah.
Baru saja ia masuk ke dalam rumah, ia kaget karena mendengar sebuah suara yang menggelegar di ruang tamu.
"Dari mana saja kamu? jam segini baru pulang," Giovan sedang duduk dengan melipat kedua tangan di depan dada. Tatapannya begitu tajam melihat ke arah Lynn hingga mampu membelah tubuh Lynn menjadi dua.
"Bertemu teman," jawab Lynn singkat.
"Teman?"
"Hmm."
Giovan memejamkan matanya. Ia kembali teringat bagaimana Alexa masuk ke dalam kamar bersama dengan Darren. Ia juga teringat bagaimana Lynn tertawa bersama pria lain. Seketika amarahnya kembali memuncak hingga ke ubun ubun.
Ia bangkit berdiri kemudian langsung meraih pergelangan tangan Lynn dan menariknya kencang. Ia tak peduli dengan Lynn yang meringis dan berteriak kesakitan.
"Bas!! sakit! Lepaskan tanganku!" teriak Lynn ketika Giovan terus menariknya. Giovan membawanya ke dalam kamar miliknya dan langsung mengunci pintu. Ia membanting tubuh Lynn ke atas tempat tidur.
Lynn bisa melihat bagaimana amarah Giovan hanya dati matanya saja. Ia juga tidak tahu apa kesalahannya. Bukankah di sini Giovan yang salah dengan membuatnya menunggu? Mengapa sekarang malah dia yang berbalik marah, demikianlah pikir Lynn.
"Katakan padaku sekali lagi ke mana kamu hingga baru pulang jam segini?" tanya Giovan dengan marah.
"Apa jawabanku berguna untukmu? Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak mengganggu urusan masing masing!" jawab Lynn.
Giovan yang sedang penuh amarah tidak mempedulikan ucapan Lynn. Hatinya terus merasa panas ketika membayangkan Alexa yang masuk ke dalam kamar tidur. Ia seperti tak dapat berpikir sehat dan melampiaskan semuanya pada Lynn.
Sretttt ...
"Abasss!!!"
🧡 🧡 🧡