I Travel, I Love

I Travel, I Love
PENGUSAHA KAYA RAYA



Lynn menikmati perjalanannya dengan taksi, tanpa ia sadari bahwa ada yang sedang mengikutinya saat ini.


"Ini, Sir," Lynn memberikan uang sebagai bayaran kepada supir taksi. Ia pun segera turun. Ia tak terlalu repot karena bawaannya tidak banyak, karena hanya menggunakan koper kecil saja.


"Kembaliannya, Miss," ujar sang supir taksi.


"Ambil saja, Sir," ucap Lynn sambil tersenyum. Supir taksi itupun tersenyum seraya berterima kasih.


Namun baru saja ia keluar dari taksi, pergelangan tangannya sudah kembali ditarik.


"Bas!" Meskipun Giovan sudah memberitahu siapa namanya, tapi Lynn sudah terbiasa memanggilnya dengan Abas, maka terasa sulit baginya untuk berubah.


Giovan memaksa Lynn untuk masuk ke dalam mobil dan mengambil koper milik Lynn dan memasukkannya ke dalam bagasi. Setelahnya ia masuk ke balik kemudi.


"Bas, aku mau pulang. Aku mau tidur, aku cape."


"Kamu istriku, kamu harus tinggal denganku!" ujar Giovan.


"Ahh, kita juga hanya pura pura. Tidak perlu sampai tinggal bersama untuk mendalami peran."


"Sudah, ikuti saja perintahku. Atau aku akan menciummu di sini," ucap Giovan dengan seringai liciknya.


"Kamu tidak berhak melakukan itu," ucap Lynn.


"Aku suamimu dan aku bahkan berhak melakukan lebih dari itu."


Lynn langsung menutup tubuh bagian depan dengan kedua tangannya, "Jangan macam macam! Perjanjian kita tidak mengatur tentang itu."


"Justru aku sengaja tidak mengaturnya karena sebagai suami istri, kita jadi tetap bisa melakukannya."


"Ahhh aku tidak mau! Aku ingin masih perawan saat bercerai denganmu nanti!" ucap Lynn.


"Siapa yang akan menceraikanmu?"


"Kamu! Siapa lagi? Bukankah pernikahan kita akan batal jika kita saling mencampuri urusan masing masing?"


"Hmm, karena itu jangan lakukan atau aku akan memberitahu kedua orang tuamu dan mereka akan segera mempersiapkan pernikahan lain untukmu," ancam Giovan.


"Kamu jahat!" Lynn memukul Giovan.


"Hentikan! Apa kamu ingin membuat kita kecelakaan?" Lynn akhirnya diam. Ia masih ingin hidup karena mimpi mimpinya belum tercapai.


Lynn menyalakan radio di mobil Giovan untuk memecah keheningan di antara mereka,


He said, "One day, you'll leave this world behind


So live a life you will remember"


My father told me when I was just a child


"These are the nights that never die"


Lynn tersenyum saat mendengarkan lagu tersebut, dan ia bersenandung beberapa kali membuat Giovan menoleh kepadanya.


"Kamu menyukai lagu ini?" tanya Giovan.


"Hmm ...," Lynn membuang pandangannya ke arah jendela. Sesaat kemudian ponselnya berbunyi dan ternyata panggilan dari Mom Jane.


"Halo Mom."


"Kamu sudah sampai, sayang? Kenapa tidak mengabari Mommy?"


"Aku sedang dalam perjalanan pulang, Mom."


Mom Jane mengubah panggilan tersebut ke panggilan video.


"Mana menantu Mommy, sayang? Mommy ingin melihatnya."


Lynn mengarahkan panggilan itu ke arah Giovan dan Giovan tersenyum kepada Mom Jane, "Hello Aunty."


"Panggil aku, Mommy. Jangan memanggilku Aunty lagi."


"Baiklah, Mom."


Tanpa sadar Lynn tersenyum melihat interaksi Giovan dengan Mom Jane.


"Sayang, ingat kamu saat ini sudah menikah. Jadilah seorang istri yang baik dan ikuti perintah suamimu, okay. Mommy menyayangimu."


"Okay, Mom," Panggilan tersebut akhirnya terputus. Lynn melihat ke arah Giovan yang tengag tersenyum.


"Apa yang sedang kamu tertawakan?" ujar Lynn tak suka.


"Ingat perkataan Mommy, kamu harus menjadi istri yang baik dan menuruti perintahku," kata Giovan sambil kembali tertawa.


"Kamu menyebalkan!"


"Tidak apa menyebalkan, asal kamu menjadi istri yang penurut."


Giovan berhenti di sebuah rumah yang bisa dikatakan cukup besar. Giovan membunyikan klakson dan seorang security membukakan pintu.


"Rumah siapa ini, Bas?"


"Rumah kita. Kita akan tinggal di sini bersama sama."


"Benarkah? Wah ternyata kamu benar benar putra pengusaha kaya raya," celetuk Lynn. Ia teringat pertemuan pertama mereka ketika tinggal di apartemen kecil.


"Tentu saja, hanya saja tidak semua bisa kugapai meski menjadi putra seorang pengusaha kaya raya," tiba tiba wajah Giovan berubah sendu dengan suara yang lirih.


Lynn tahu apa yang ada di pikiran Giovan saat ini. Ia tak menanggapi karena tak ingin memperpanjang dan membuat Giovan teringat pada wanita cantik itu.


🧡 🧡 🧡