I Travel, I Love

I Travel, I Love
MENIKAH SAJA DENGANKU



Hari ini Giovan juga berangkat pagi. Perasaannya mengatakan kalau Lynn akan ada di coffee shop hari ini. Dan benar saja, saat membuka pintu ruangan, Giovan sudah melihat Lynn yang sedang sibuk dengan pekerjaan yang sama sekali tidak ia lanjutkan kemarin.


"Kamu kemarin ke mana?" tanya Giovan untuk memecah keheningan di antara mereka.


"Ah maaf, aku ada urusan sebentar."


"Kenapa tidak mengabari? Lihat kamu membuat pekerjaan terbengkalai," ujar Giovan.


"Maafkan aku. Aku akan segera menyelesaikannya. Setelah ini, aku ingin bicara denganmu," ucap Lynn.


"Jangan membuatku penasaran, apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Giovan.


Apa ia akan meminta pertanggungjawabab padaku tentang ciuman itu? Apa dia akan memintaku menikahinya? - batin Giovan menebak nebak.


Lynn akhirnya menghentikan pekerjaannya. Ia meletakkan pulpen yang sedari tadi ia gunakan di atas tumpukan kertas. Ia juga sedikit memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Giovan.


Giovan bisa melihat ada yang berbeda dari cara bica Lynn. Ia mulai menebak nebak.


"Aku akan berhenti bekerja," ucap Lynn pada akhirnya.


"Berhenti?"


"Ya. Kamu harus mencari seseorang untuk menggantikanku."


"Memang kamu mau ke mana? Apa kamu akan bekerja padanya? pada pria itu?" tanya Giovan.


Lynn menautkan kedua alisnya, "Pria yang mana? Apa maksudmu Edric?"


"Aku tidak tahu siapa namanya dan aku tidak peduli. Apa gaji yang kuberikan kurang?" tanya Giovan lagi.


"Bukan begitu, Bas. Aku akan kembali ke Jakarta. Mommyku mengalami kecelakaan kecil dan aku akan pulang merawatnya."


"Kamu bisa kembali ke sini setelah Mommymu sembuh," ujar Giovan.


"Tidak bisa. Aku ... aku akan segera menikah dengan pria pilihan Mommy."


Deggg


"Menikah? Kamu akan menikah?"


"Ya, aku berjanji akan menuruti keinginan Mommy. Mungkin ini sudah jalanku. Mau aku lari ke manapun, sepertinya hidupku akan berakhir dengan sebuah perjodohan," ungkap Lynn dengan sendu.


"Apa kamu hanya akan pasrah begitu saja?" tanya Giovan.


"Aku sudah pernah kabur hingga 3 kali," Lynn terkekeh, "namun sepertinya itu hanya sebuah penundaan untukku. Jadi untuk sekarang aku pasrah saja."


Mata Lynn membulat, "Jangan bercanda, Bas!"


"Aku tidak bercanda. Dan akan aku buktikan bahwa aku tidak main main."


Giovan mengambil ponselnya, kemudian segera menghubungi Dad Mikael dan Mom Daniela. Ia mengutarakan niatnya untuk menikah. Tentu saja hal itu disambut baik oleh keluarganya.


Sementara Lynn tak percaya bahwa Giovan akan melakukan ini. Mereka hanya rekan kerja, tak lebih, meskipun mereka pernah berciuman.


"Bas, kamu gila! Aku tidak mau didatangi oleh pria pasanganmu nanti. Aku masih sanggup jika harus menghadapi wanita selingkuhan, tapi tidak dengan pria!" ujar Lynn.


"Aku bukan gay! sekali lagi kukatakan aku bukan gay."


"Lalu ...."


"Kamu ingat wanita yang menolongku saat mabuk?" tanya Giovan.


"Ahhh wanita cantik itu, yang datang dengan pria tampan," Giovan kembali kesal ketika Lynn mengatakan bahwa Darren tampan.


"Aku ... mencintainya," ucap Giovan.


pleetakkk


Tanpa Giovan sadari, tangan Lynn sudah mendarat di bahunya. Wanita itu memukulnya.


"Mengapa kamu memukulku? Aku sedang mengatakan perasaanku."


"Bodoh! Kamu itu pria bodoh! Kalau kamu mencintainya, kejar dia, taklukan hatinya. Bukan hanya duduk diam dan cemberut, bahkan kadang kadang marah marah tidak jelas," ucap Lynn.


"Tapi dia sudah memiliki kekasih dan akan segwra menikah."


"Lalu kamu menggunakan diriku untuk memperlihatkan padanya kalau kamu juga akan menikah? Sudah cukup aku mengikuti keinginan Mommyku, jangan buat aku juga masuk dalam lingkaran percintaanmu," Lynn melipat kedua tangan di depan dada dan menghela nafasnya.


"Aku tidak ingin membebaninya dengan hidupku. Setidaknya aku ...."


"Kamu tidak ingin membebani hidupnya, lalu kamu membebani hidupku? Apa aku harus menikah denganmu yang mencintai wanita lain?"


"Bukankah kita bisa melakukan pernikahan kontrak?" ucap Giovan pada akhirnya.


Lynn segera bangkit dari sana dan keluar. Ia meninggalkan pekerjaannya dan meninggalkan Giovan sendiri.


"Mir! Dengarkan aku dulu. Ini akan menguntungkan kita berdua."


🧡 🧡 🧡