I Travel, I Love

I Travel, I Love
MENCOBANYA BERSAMAMU



Lynn tersenyum saat melihat sebuah video yang dikirimkan oleh Melissa padanya. Ia melihat Giovan keluar dari rumah dengan cepat sambil membawa sebuah koper.


Fisik keduanya berjauhan, tapi setiap hari dan berkali kali, Giovan selalu mengiriminya pesan. Mulai dari saat bangun pagi, hingga ia tertidur malam. Tak pernah sehari pun Giovan lupa, meskipun waktu mereka berbeda.


"Bagaimana aku tidak mencintaimu jika kamu terus seperti itu. Aku berusaha membenci tapi tak bisa. Perhatian yang kamu berikan selalu membuatku terus berharap," gumam Lynn tersenyum.


Lynn membereskan perlengkapan menyanyinya. Saat ini ia sedang berada di Negara Swiss. Negara di mana pemandangannya terlihat sangat indah. Ia bahkan tak pernah melewatkan saat matahari mulai bersinar di pagi hari.


*****


Perjalanan selama 22 jam, tak membuat Giovan lelah. Ia malah semakin bersemangat karena ia akan segera menemui Lynn.


Selama setahun tidak bertemu secara langsung, bahkan menelepon pun tidak. Giovan hanya melihat dan mendengar suara Lynn saat ia sedang live.


Sementara Lynn, ia selalu mengetahui semua aktivitas Giovan dari Melissa. Melissa selalu mengambil gambar apapun yang dilakukan Giovan, membuat Lynn merindukan pria itu.


Seperti janji Giovan, pria itu akan menunggunya. Kini ia mempercayainya karena tak pernah sekalipun Giovan pulang telat ke rumah. Bahkan Lynn memiliki akses ke CCTV coffee shop yang memperlihatkan aktivitas Giovan di sana, jika tidak sedang keluar kota.


Lynn kembali teringat bagaimana setahun lalu saat ia pergi meninggalkan Giovan.


* Flashback on


Lynn turun dari lantai atas di mana kamar tidurnya berada. Ia membawa koper dengan kedua tangannya, sementara di bahunya sudah tersemat sebuah ransel.


Giovan yang melihat itu langsung bangkit berdiri dan menghampirinya.


"Biar aku yang membawanya," ucap Giovan sambil mengambil alih koper itu dari tangan Lynn.


Satu. - batin Lynn bermonolog.


"Melissa sudah menyiapkan sarapan untukmu. Makanlah dulu, setelah itu aku akan mengantarmu ke bandara," ucap Giovan lagi.


Setelah sarapan, Giovan mengantarkan Lynn menuju bandara. Tak ada perbincangan di antara keduanya selama perjalanan, karena keduanya terlihat canggung saat berdua saja.


Giovan mengantarkan Lynn hingga menuju ke pintu keberangkatan. Giovan dan Lynn saling menatap manik mata masing masing ketika mereka akan berpisah.


"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Giovan. Lynn terlihat meragu.


"Hanya sebentar saja, aku berjanji," lanjut Giovan.


Saat Lynn menganggukkan kepalanya, Giovan langsung maju dan memeluk tubuh Lynn. Pria itu memeluknya erat dan Lynn merasakan kehangatan dalam dekapan Giovan.


"Sekali lagi maafkan aku. Pergilah jika kamu merasa bahagia. Aku akan selalu berada di sini menunggumu. Kembalilah," bisik Giovan, hingga tanpa sadar bulir air mata sudah ada di ujung mata Lynn yang ingin terjatuh. Namun dengan cepat ia menahannya.


Lynn hanya tersenyum saat Giovan sudah melepas pelukannya.


"Kabari aku saat kamu sudah sampai di sana. Jangan membuatku khawatir."


Lynn akhirnya memutar tubuhnya dan pergi menjauh dari Giovan. Kini bulir air mata yang sedari tadi ditahannya mulai jatuh ke pipinya.


Tiga. - batin Lynn sekali lagi.


* Flashback off


Empat dan Lima. - Lynn menghitung apa yang telah Giovan lakukan padanya. Apa yang dilakukan pria itu terlihat begitu tulus.


Lynn menghela nafasnya pelan kemudian melihat ke arah ponselnya. Ia memutar kembali video saat Giovan sedang memperhatikan dirinya saat sedang melakukan live di akun media sosial milik Miss Miracle. Secercah senyum terbit di wajahnya ketika melihat Giovan tersenyum.


"Kita akan memulai semuanya dari awal. Aku akan mencobanya bersamamu," gumam Lynn.


🧡 🧡 🧡