I Travel, I Love

I Travel, I Love
MENJEMPUTKU PULANG



Pernahkah kamu merindukan seseorang dengan amat sangat? Hingga hati rasanya begitu sesak.


Giovan sampai di Bandara Internasional Zurich. Hatinya sangat bahagia karena akan bertemu secara langsung dengan Lynn, namun wajahnya juga menampakkan kekhawatiran. Ia takut Lynn masih tak ingin menemuinya, hanya saja tubuhnya ini seakan tak bisa berhenti setelah mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Lynn.


Ia tak pernah merindukan seseorang seperti ini, bahkan tidak pada Alexa. Apa ia hanya menyayangi wanita itu sebagai kakak terhadap adik? ia pun tidak tahu.


Giovan sampai sekitar jam 1 siang waktu Swiss. Ia segera pergi ke sebuah hotel yang sudah ia pesan via online. Setelah selesai membersihkan diri, ia makan kemudian keluar dari hotel. Ia mencari sebuah taman di mana kemarin Lynn bernyanyi.


Ia tak lepas memegang dan melihat ke arah ponselnya kalau kalau ia mendapatkan notifikasi bahwa Lynn akan melakukan live.


Hingga 1 jam kemudian, sebuah notifikasi ia dapatkan dan Lynn kini tengah berada di sebuah cafe dengan suasana pedesaan. Giovan langsung mengetahui di mana Lynn berada dari tangkapan kamera ponsel Lynn.


Desa Appenzell, desa cantik ini lokasinya berada di kaki Gunung Alpstein dan sekaligus menjadi desa terdekat dari kota Zurich.


Desa Apenzell ini menawarkan hal unik yang mungkin tidak akan ditemukan di desa lainnya, yaitu rumah rumah penduduk yang di cat berwarna warni. Selain rumah, di sini kita juga akan menemukan cafe, restoran hingga toko kerajinan yang menjual aneka ragam oleh oleh khas desa tersebut.


Apalagi jika kamu adalah pecinta keju, di sini kamu bisa berkunjung ke suatu tempat pembuatan keju dan cokelat yang proses pengolahannya masih secara tradisional. Kalau kamu penyuka sejarah, kamu bisa berkunjung ke Museum Appenzell yang mana kamu bisa mengenal lebih jauh seputar desa cantik ini, mulai dari sejarah awal desa hingga ragam koleksi, seperti lukisan dan ragam kerajinan tangan.


Hampir 2 jam waktu yang diperlukan oleh Giovan untuk sampai ke desa tersebut. Ia terus melihat ke arah pergelangan tangannya, takut tak bisa secepatnya sampai. Ia menggunakan kereta untuk mencapai Desa Apenzell.


Saat kereta berhenti, Giovan langsung bangkit untuk turun dari kereta. Ia segera berlari menuju lokasi di mana Lynn bernyanyi.


Wanita itu tak pernah menarik bayaran. Ia bernyanyi hanya untuk memuaskan hatinya dan menggapai mimpinya.


Ketika sudah berdiri di depan cafe yang Giovan yakini sebagai tempat di mana Lynn bernyanyi, ia segera masuk ke dalam. Sebuah bel berdenting ketika ia membuka pintu dan suara pelayan yang menyambutnya pun terdengar.


"Apa Miss Miracle masih berada di sini?" tanya Giovan to the point.


"Oo Miss Miracle sedang berada di bukit belakang," jawab salah seorang pelayan.


Di area belakang cafe, terdapat sebuah teras dari kayu yang cukup lebar, dengan meja meja bundar yang terisi oleh pengunjung. Mereka menikmati pemandangan bukit di Desa Appenzell yang terlihat sangat indah.


Seorang wanita memakai dress berwarna putih bergambar bunga bunga dengan panjang selutut, terlihat sedang berada di puncak bukit dan tersenyum. Giovan terdiam sesaat memandangnya. Lynn terlihat semakin cantik selama 1 tahun ini.


Lynn memutar tubuhnya dan melihat kehadiran Giovan. Ia tersenyum dan hati Giovan menghangat karena Lynn tidak marah padanya.


"Kamu datang?"


"Aku akan pulang jika kamu tidak mengharapkanku," ucap Giovan.


Lynn memutar kembali tubuhnya membelakangi Giovan. Tangan Giovan sedikit bergetar. Ia pun berjalan mendekat ke arah Lynn. Dengan sedikit keberanian, ia memeluk pinggang Lynn dari belakang dan berbisik di telinga wanita yang masih menjadi istrinya itu.


"Apa kamu belum ingin kembali? Pulanglah bersamaku."


Lynn memutar tubuhnya dan menatap mata Giovan. Meskipun saat ia pergi masih tersimpan sedikit amarah pada pria di hadapannya, tapi seiring berjalannya waktu, semuanya seakan hilang tersapu oleh rasa rindu.


"Aku menunggumu ... untuk menjemputku pulang," ucap Lynn tersenyum.


Giovan langsung memeluk tubuh Lynn dengan erat. Setelahnya ia sedikit memundurkan tubuhnya dan menatap wajah Lynn lekat lekat. Jantungnya berdetak dan berpacu dengan cepat, hatinya menghangat dan rasa rindu yang seakan keluar dari tubuhnya.


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Apa kamu sudah selesai di sini?" tanya Giovan. Lynn menganggukkan kepalanya.


Giovan meraih tangan Lynn dan menggenggamnya. Mereka menuruni bukit dan keluar dari cafe setelah berpamitan.


🧡 🧡 🧡