I'M A Witch

I'M A Witch
AURA BIRU



Dong Bae membuka pintu apartemen dengan langkah ringan berjalan masuk ke ruang tengah, langkahnya terhenti kaget melihatku keluar dari kamar dengan setelan rapi siap untuk pergi ke suatu tempat. Ia menatapku dari kepala sampai ke ujung kaki cepat "kau mau pergi?" tanyanya, mataku meyipit tajam melihat aura biru yang meluap tipis dari tubuhnya. Aku pun ikut menatapnya dari kepala sampai ujung kaki curiga sambil mengangguk kaku, aku melangkahkan kakiku mendekat ke arahnya memastikan penglihatanku ini benar. Dong Bae melangkah mundur perlahan merasa aneh dengan sikapku


"w –wae?" tanyanya gugup,


"apa sesuatu terjadi padamu?"


Mendengar pertanyaanku kening Dong Bae langsung berkerut bingung "tidak" tepisnya cepat. Aura biru yang meluap dari tubuhnya perlahan menipis, namun aku mendengar kebohongan dari jawabannya barusan, aku pun melipat kedua tanganku di depan dada sambil mengangguk kecil "baiklah" simpulku. Aku melangkahkan kakiku melewatinya cepat


"aku pergi dulu" pamitku santai lalu berjalan perlahan melewati pria yang mematung canggung di tempatnya.


Dong Bae berbalik pelan lalu membuka mulutnya "apa kau mau ikut denganku?" tawarnya cepat, aku menoleh kecil dan mataku semakin menyipit tajam melihat luapan aura biru yang telah menghilang dari tubuhnya. Aku menggeleng kecil lalu membalikkan badanku melanjutan langkah meninggalkan apartemen.


Nafas lega terhembus langsung dari mulut Dong Bae setelah mendengar suara pintu depan yang tertutup rapat, ia mengusap kecil lehernya canggung tidak mengerti mengapa ia merasa sedih setelah mendengar masa laluku barusan. Dong Bae menggeleng kecil "waahh… ini berbahaya" gumamnya gelisah, ia melirik kecil jam yang tergantung di dinding ruang tengah lalu masuk ke kamarnya cepat bersiap untuk kerja.


000


Dong Bae berdiri di hadapan rekan – rekannya membahas proses penyelidikan kasus pembunuhan Ji Hoo yang sedang di tanganinya, setelah ia selesai melaporkan penemuannya pada lokasi kejadian pria dengan rambut terbelah samping rapi, mata lebar, dan hidung tegas pun membuka mulutnya dengan mata menyipit curiga


"aku senang kita bisa menemukan petunjuk baru ini, tapi bagaimana kau menemukanya?" tanya pria itu.


Dong Bae melepaskan tawa canggungnya "aku hanya beruntung, Sunbae" tepisnya cepat,


"beruntung?" tanyanya semakin curiga.


Semua mata langsung menyorot Dong Bae curiga akan penemuan besarnya itu, Dong Bae yang kini menjadi pusat perhatian hanya tertawa canggung sejenak, lalu berdeham kecil membuat suasana aneh menyelimuti rapat mereka. Keheningan itu pecah saat ketukan pintu yang tiba – tiba terdengar, semua mata langsung tertuju ke arah pintu membuat Dong Bae menghembuskan nafas leganya cepat. Seorang wanita berambut pendek dengan seragam polisi lengkap membuka pintu lalu membungkuk sopan memberi hormat, sebelum membuka mulutnya menyampaikan maksud kedatangannya


"maaf menganggu rapat anda, seorang wanita datang mencari Jang Hyeongsa" jelasnya sopan.


Kening Dong Bae langsung berkerut curiga mendengar seorang wanita datang mencarinya, hatinya mulai bertanya – tanya dan dugaan bahwa itu adalah aku pun mulai terlintas di pikirannya. Dong Bae membungkuk hormat pada Senironya lalu pergi menemui tamu misterius yang datang tiba – tiba itu.


000


Aura Hijau yang awalnya meluap tipis dari tubuh Dong Bae langsung menghilang seiring harapannya yang jatuh melihat Chae Ri yang datang menemuinya, senyumnya memudar dan rasa canggung langsung menyerang hatinya. Chae Ri menyunggingkan senyum kecilnya melihat pria yang di tunggunya, ia melangkah pelan mendekat ke arah Dong Bae


"kenapa kau kemari?" tanya Dong Bae tanpa basa – basi.


Dong Bae terdiam menyaksikan rekaman kamera pengawas yang menunjukkan kejadian masuk tanpa izin seseorang ke Rumah Chae Ri, ia menghentikan rekaman itu sementara lalu menoleh menatap Chae Ri yang duduk di sampingnya diam


"apa kejadian ini pernah terjadi padamu sebelumnya?"


Chae Ri hanya menatap Dong Bae lurus sambil menggeleng kecil tanpa mengatakan apapun, Dong Bae kembali memutar rekaman itu sampai habis lalu menghela nafas kecil sambil mengangguk yakin "aku akan menyelidikinya, untuk sementara aku sarankan kau tidak tinggal disana sampai penyelidikan selesai" putusnya yakin. Chae Ri pun mengangguk kecil "baiklah" jawabnya singkat. Dong Bae membuka buku catatan kecil di tangannya


"apa tidak ada yang hilang di rumahmu?"


"aku tidak tahu, tapi sejauh ini barang – barang pribadiku tidak ada yang hilang"


"apa seseorang mengincar keluargamu? Atau mungkin kau pernah melakukan kesalahan pada orang lain?" tanya Dong Bae lagi.


Chae Ri memutar matanya sambil mengigit kecil bibir bawahnya, membuat mata Dong Bae menyipit kecil melihat gerakan itu. Dong Bae menyunggingkan senyum miringnya menunggu wanita di hadapannya menjawabnya meskipun ia sudah tahu jawabannya. Chae Ri pun kembali menatap Dong Bae lurus lalu menggeleng kuat


"tidak ada" jawabnya berbohong.


Dong Bae hanya mengangguk kecil "baiklah" putusnya menghormati pilihan Chae Ri. Setelah menjawab pertanyaan singkat itu, Chae Ri berdiri dan langsung pergi meninggalkan Kantor Polisi dengan rasa canggung yang menguasai hatinya.


000


Setelah Chae Ri meninggalkan Kantor Polisi, seluruh rekan Dong Bae langsung berkerumun mengelilinginya dan mengajukan pertanyaan bertubi - tubi padanya


"hey, dia desainer mode terkenal Hong Chae Ri bukan? Bagaimana kau bisa kenal dengannya? Apa dia akan meneruskan perusahaan ayahnya? Tidak bisakah kau mengenalkannya pada kami? Apa hubunganmu dengannya? Apa dia pacarmu?"


Dong Bae hanya menutup telinga sambil berjalan cepat melewati kerumunan, masuk ke Ruang Interogasi cepat lalu mengunci pintu Ruangan itu rapat. Ia menghembuskan nafas bersar dari mulutnya lega, lalu melempar kecil buku catatannya ke atas meja. Dong Bae duduk di depann laptopnya yang menyala di atas meja lalu memutar video CCTV rumah Chae Ri sekali lagi.


Video itu menunjukkan penguntit yang berkeliling santai di dalam Rumah Chae Ri, ia melihat beberapa foto yang terpajang, membuka beberapa buku yang ada di Rumah itu, dan mencium beberapa produk kecantikan yang di pakai Chae Ri. Jarinya menekan tombol menjeda video itu sejenak, keningnya berkerut kecil lalu menutup video itu. Ia membuka halaman pencarian internet lalu mencari kabar terbaru tentang Chae Ri dan keluarganya. Banyak berita muncul di layar monitornya membuat kening Dong Bae semakin berkerut dalam. Dong Bae menghela nafas besar setelah membaca beberapa berita dari internet, ia menutup kolom pencarian di laptopnya cepat lalu menegeluarkan ponsel dari saku celananya. Jarinya bergerak cepat membuka ruang pesan pribadi lalu mengetikan pesan singkat dalamnya


"Chae Ri dalam masalah, bisakah kau membantuku?" tulisnya.


Matanya berputar membaca nama Jae Bin di layar ponselnya, jempolnya terhenti di atas tulisan kirim pada layar ponselnya. Ia memejamkan matanya rapat lalu melempar kecil ponselnya ke atas meja mengurungkan niatnya mengirimkan pesan itu. Ia mengusap cepat rambutnya tidak tahu harus berbuat apa hanyut dalam perasaan bimbang yang selalu menyelimuti hatinya.


***