
"Kau tidur seperti orang mati! Aku menarik tanganmu agar kau terbangun dan benar saja kau terbangun, tapi karna mendengar suara aku jatuh!" ketus Laura dengan kesal sambil berjalan meninggalkan Vian keluar dari kamarnya.
"Wait!" (Tunggu!)
"Apa lagi?! Aku sudah sangat lapar!" sahut Laura dengan sedikit berteriak tapi tetap kembali masuk ke kamar Vian.
"Aku ingin mandi dulu, nanti aku menyusul! Kau pergilah sana tidak perlu menunggu aku!" Ucap Vian pada Laura sambil berjalan menuju walk in closet tanpa menoleh ke Laura yang sedang mengoceh.
"Wwhat?! Kau pikir aku mau membuang buang waktuku yang berharga untuk menunggumu?! Jika bukan karna mommy alice yang menyuruhku saja, aku tidak akan mau membangunkanmu!" Oceh Laura yang terkejut dengan perkataan Vian.
"Iiihhhh!" Teriak Laura yang sangat kesal sambil menghentak hentakkan kakinya ke lantai, karna Vian yang terus berjalan dengan santai menuju bathroom tanpa mendengarkan ocehannya.
Lalu "brakk!" laura menutup pintu kamar dengan sangat kencang saat meninggalkan kamar Vian dengan semua kekesalannya sambil berjalan menelusuri anak tangga menuju ruang makan.
Setelah sekitar 20 menit, akhirnya Vian selesai membersihkan diri dan turun ke bawah untuk ikut sarapan bersama.
~
Disebuah ruang makan yang luas dan mewah, dengan meja dan kursi yang dipenuhi oleh ukiran berlapiskan emas.
"Kurang lama! Setidaknya kau membiarkan kami mati kelaparan lebih dulu, Baru kau datang menyusul kesini!" kesal Kevin, karna dibuat menunggu dengan sangat lama oleh Vian.
"Kalian kan bisa makan lebih dulu! Jangan salahkan aku, Aku tidak meminta siapapun untuk menungguku!" jawab Vian dengan santainya sembari duduk dan ikut bergabung bersama mereka, tanpa melihat ke arah Dad William yang sudah pasti sedang menatapnya dengan tajam.
"Kau tidak seharusnya berkata seperti itu pada Dad kevin, sayang.. Kan sudah jadi tradisi kita, makan bersama" ucap Mommy Alice pada Vian dengan sangat lembut sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
lalu dibalas oleh Mom Cindy yang sedang meletakkan roti panggang ke piring dad Kevin "Its Ok, Let's have a breakfast!" (Tidak apa apa, Ayo sarapan!) Mom Cindy sambil mengambilkan roti panggang ke piring Vian yang kini tengah tersenyum pada kedua Mommy nya.
Baru saja mereka semua sarapan dengan santai dan tenang sambil bercengkrama ringan seperti keluarga yang harmonis.
Tapi tiba tiba "Hey, apa kau tidak bisa makan dengan santai? Kau makan seperti orang yang tidak makan satu tahun!" Tegur Vian pada Laura saat melihat adiknya yang sedang makan dengan sangat lahap dan rakus, seperti orang yang tidak pernah makan.
"Maaf, aku sangat lapar, karna tadi malam.." balas Laura, lalu "uhuk uhukk!" Laura tersedak karna makan terlalu cepat dan sambil berbicara
"Sayang.. Makanlah dengan pelan pelan, dan jangan makan sambil berbicara" pinta Mommy Alice sambil mengusap punggung Laura dengan tangannya
"Cepat, Minumlah!" Mom Cindy sambil menyodorkan gelas yang berisikan jus jeruk ke Laura
"Laura, What's happen with your hand?" (Laura, Apa yang terjadi dengan tanganmu?) Dad William yang dari tadi diam akhirnya bersuara, saat melihat telapak tangan kanan Laura diperban
"My hand? Ohh.. tanganku terluka saat aku tidak sengaja memecahan piring tadi malam"
"Tadi malam? Tapi tadi malam tanganmu terlihat baik baik saja? Dan kenapa kau memecahkan piring?" tanya Dad Kevin dengan bingung dan di jawab oleh Vian
"Tadi malam atau tepatnya tengah malam saat semua orang sudah tidur, Ada anak kecil yang mengendap endap ke dapur seperti seorang pencuri yang sok bisa memasak mie sendiri tanpa bantuan pelayan. Saat pencuri kecil itu membawa piringnya yang berisikan mie instan, dia malah menjatuhkannya dengan alasan terkejut, seperti pencuri yang ketauan oleh pemilik rumah. Lalu pencuri atau lebih tepatnya pencuri bodoh itu mendadak berlagak menjadi pahlawan yang memumuti pecahan piring dan akhirnya pencuri kecil itupun gagal mencuri dan malah menangis karena tangannya yang terluka akibat pecahan piring. Seperti itulah kisah Pencuri Kecil Yang Ketauan Pemilik Rumah!" jelas Vian ke Dad Kevin sambil tertawa kecil pada Laura
"Maksudmu apa?! Aku bukan pencuri ataupun anak kecil! dan ceritanya tidak seperti itu! iihhh!"
"Ck.. begitu saja menangis.. Dasar anak manja!" ejek Vian yang melihat Laura meninggalkan sarapannya karna merajuk.
"Oh come on, mommy! Aku tidak menganggunya, Dia saja yang berlebihan dan.." protes Vian pada Mommy Alice tapi terhenti karena Dad William yang menggebrakkan meja.
"braakk!" Dad William yang sangat kesal melihat tingkah kakak adik itu, memilih pergi meninggalkan sarapannya tanpa sepatah katapun.
"Sayaangg.. Tunggu aku!" panggil Mommy Alice pada dad William dan ikut meninggalkan sarapannya yang juga belum selesai.
"Tolong antarkan sarapan kami ke kamar ya, terima kasih! " pinta Mommy Alice pada salah satu pelayan.
"Baik, nyonya" jawab pelayan yang langsung bergegas menyiapkan makanan untuk nyonya dan tuannya.
"Maaf, Aku tinggal duluan ya Cindy, Kevin" ucap Mommy Alice pada Cindy dan Kevin yang dibalas anggukan oleh keduanya, lalu pergi menyusul suaminya.
Vian yang masih duduk dikursinya menambahkan 5 potong rotinya ke dalam piringnya dan menuangkan jus jeruk ke gelasnya lalu membawa jus dan piring yang berisikan roti itu pergi meninggalkan ruang makan.
"Vian, kau mau kemana?" tanya Mom Cindy pada Vian yang hendak meninggalkan ruang makan juga.
"Aku mau sarapan di kamarku, Mom!" jawab Vian dengan singkat.
"Pelayan, tolong sekalian bawakan sarapan untuk Laura juga, antarkan ke kamarnya ya" sambung Mom Cindy pada pelayan yang hendak mengantarkan sarapan Mommy Alice.
"Tidak perlu, mom. Biarkan Laura sendiri yang kembali kesini" sela Vian pada Mom Cindy sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Akhirnya mereka berempat kembali ke kamarnya masing masing, meninggalkan Kevin dan Cindy berdua di ruang makan.
"huuft! Lihatlah! Mereka pergi tanpa memikirkan kita yang masih sarapan dan duduk disini!" tutur Kevin pada istrinya sambil menghelakan nafas.
"Its oke, sayang. Habiskan dulu sarapanmu!" bilang Cindy, sambil menuangkan jus untuk suaminya.
Kevin Abayomer adalah pria tampan berusia 39 tahun, Dia terpaut 11 tahun lebih muda dari William, Adik kandung atau lebih tepatnya keluarga satu satunya yang masih hidup yang dimiliki William. Setelah kedua orang tua mereka wafat, yaitu Abayomer yang telah wafat 22 tahun yang lalu dan Faradhilla yang telah wafat 1 tahun setelahnya.
Sedangkan Alice Swan dan Cindy Alexandra dulunya adalah teman satu kampus Kevin, mereka adalah wanita cantik keturunan london yang kini berubah setatus menjadi Alice Abayomer istri dari William yang memiliki putra, yaitu Revian dan Cindy Abayomer istri dari Kevin yang memiliki seorang putri, yaitu Laura.
Alice dan Cindy mereka bersahabat sejak kecil mereka selalu bersama, tapi tidak pernah menyangka sampai akan menjadi keluarga. Yang membuat mereka sangat sangat bahagia karna tidak hanya hidup bersama pria yang mereka cintai tapi juga bersama sahabatnya.
Tapi, setelah melihat kejadian tadi, mereka terlihat seperti keluarga yang berantakan. Padahal mereka adalah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi satu sama lain. Hanya saja terkadang dikacau oleh Revian dan Laura yang sering kali tidak akur.
Seperti itulah hampir setiap harinya, Revian yang galak dan jail sering mengganggu adiknya, serta Laura yang manja dan cengeng, itulah yang membuat mereka sering bertengkar.
Tapi dengan sikap dan sifat mereka berdua itulah yang membuat kehidupan keluarga mereka menjadi ramai dan bewarna. Jika tidak ada salah satu dari mereka saja, entah mereka pergi ke sekolah atau kemana pun, mansion akan menjadi sangat sepi dan sunyi seperti kosong.
~
Sementara itu, disebuah kamar yang sangat luas, kamar yang di penuhi dengan barang barang mewah bewarna putih, pink dan emas ,terdapat remaja cantik yang tengah duduk di sofa kamarnya sambil menangis.
lalu "kruk! kruukk!" bunyi suara yang berasal dari perut Laura.
"Aduh, bagaimana ini?, perutku masih sangat lapar! Aku tidak mungkin kembali ke bawah.." ucap Laura pada dirinya sendiri yang masih menangis sambil memegang perutnya.