I Can't Without You, Baby

I Can't Without You, Baby
Bab 18



"Aww! Sakit!" rintih Laura sambil mengusap kepalanya lalu menoleh kearah siswa laki laki yang baru saja menarik rambut pirangnya itu "Kenapa kau menarik rambutku?"


"Aku sudah berteriak memanggilmu tapi kau tak juga menoleh atau pun menyauti"


"Oh maaf.. Aku tidak tau kalau yang kalian panggil itu aku!" jawab Laura sambil membenarkan rambutnya yang tadinya terikat rapi, kini berantakan.


"Oh ya? Bagaimana kabarmu? Kabar keluargamu?" basa basi salah satu dari tiga siswa itu.


"Aku baik, mereka semua baik! Ada apa Kak Dicky tadi memanggilku?" Laura giliran bertanya pada siswa yang ia yakini kakak kelasnya.


"Tidak ada! Aku hanya ingin menemanimu makan saja!" jawab Dicky dengan asal, lalu duduk dikursi kosong yang ada di hadapan Laura.


Laura menganggukkan kepalanya lalu membuka bekalnya yang berisi roti. Hhm biasanya Mom Cindy atau Mommy Alice yang akan menyiapkannya, tapi karna pagi ini mereka sangat sibuk, jadi pelayan yang mengantikannya.


"Kalian mau?" Laura menyodorkan bekalnya kedepan tiga siswa yang tengah duduk berhadapan dengannya.


"Tidak, kau makanlah!" tolak Dicky sedangkan dua temannya hanya diam saja.


"Emm Laura, Kau ada 930 SGdollar (Rp 10 jt) tidak?" tanya Dicky pada Laura dengan ragu.


"930 SGdollar? Aku tidak membawa uang saku sebanyak itu.. Kenapa? Kau ingin meminjam uang lagi? tanya Laura dengan sedikit terkejut.


"Hmm biasaa.. Seperti yang pernah kami ceritakan kemarin kemarin! Kalau hanya 50 Sg dollar (Rp 500k) kau ada kan?" bukan Dicky yang menjawab tapi kedua temannya, karna Dicky nampak terdiam saja.


"Tunggu sebentar.. Sepertinya ada!" Laura mengecek saku kemejanya, Lalu "nihh!" Laura langsung memberikan 50 Sg dollarnya pada Dicky.


"Emm tidak usah, Laura! Tidak jadi saja!" tolak Dicky karna merasa tak enak.


"Tidak apa.. Kak Dicky pakai saja dulu!" Laura kembali menyodorkan uangnya.


"Thanks Laura! Kau tidak hanya cantik tapi juga sangat baik! Aku akan segera mengembalikannya" ucap Dicky sambil menerima uangnya dan memasukkannya ke dalam sakunya.


"Ahh! Sudahlah, ayo!" kedua temannya itu langsung menarik Dicky yang masih duduk dan terus menatap Laura.


"Thank you very much, cantik!" ucap lagi Dicky dengan senyuman penuh arti sambil mengusap kepala gadis berambut pirang itu dan pergi meninggalkannya karna di tarik paksa oleh kedua temannya, Laura membalas dengan anggukkan dan juga tak lupa dengan senyuman manisnya.


"Ck.. berhenti menarikku! Aku bisa berjalan sendiri!" Dicky menyentak kedua temannya yang begitu menyebalkan.


Sementara itu, Laura mengambil sepotong roti dan memakannya "Apa dia meminjam uangmu lagi?"


"Kenapa mereka meminjam uangmu lagi? Yang kemarin kemarin apa sudah di kembalikan? Bukankah dia anak orang kaya? Apa orang tuanya tidak memberikan mereka uang?"


"Billy! pertanyaanmu banyak sekali!" Laura menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ehh! Apa yang kau makan?" tanya Billy sambil mengintip ke arah bekal Laura.


"Oh iya, aku membawa bekal roti. Kalian mau?" Laura menyodorkan bekalnya kearah Billy dan juga ketiga teman yang bersama Billy.


"Aku mau!" jawab tiga teman Billy dan langsung mengambil dan memakan rotinya.


"Hey kalian dasar tak tau malu! Kembalikan!" sentak Billy saat melihat hanya tersisa satu potong roti dan ikut mengambilnya.


"Hey! Itu bekas gigitanku!" Laura sambil menunjuk ke arah rotinya yang kini telah dimakan oleh Billy.


"Tak masalah! Rasanya tetap sama!" jawab Billy sambil mengunyah.


"Dahh Laura!" "Terimakasih!" ucap mereka berempat bersama sama dan pergi meninggalkan Laura begitu saja.


Laura hanya bisa menghela napasnya saat menatap tepak bekalnya yang telah kosong dan berganti menatap botol minum yang berisikan jus jeruk dan langsung meminumnya.


Bell kembali berbunyi. Semua siswa kembali ke kelasnya masing masing dan mempersiapkan diri untuk pulang. Hari ini mereka pulang lebih awal dikarenakan semua guru sedang mengadakan rapat dadakan.


Laura menghubungi Dad Kevin untuk meminta di jemput, tapi tidak diangkat oleh Daddynya itu. Lalu ia mengirim pesan dan bilang kalau tidak punya no ponsel sopirnya jadi meminta Dad Kevin untuk menyampaikannya pada sopir.


"Laura, kenapa belum pulang?" tanya Amel teman sekelasnya


"Aku sedang menunggu sopir"


"Oh iya, jangan lupa mengerjakan tugas dari Miss Indri tadi ya! Kalau sudah, jangan lupa beri tau aku jawabannya! Sopirku sudah datang! Dahh, aku pulang duluan ya!" Amel memasuki mobilnya sambil melambaikan tangannya ke Laura.


"Iyaa! Dahh hati hati!" jawab Laura dengan senyuman sambil membalas lambaian tangan Amel.


Sementara itu di mansion Abayomer "Revian, jemput adikmu! Dia pulang cepat hari ini!" titah Mommy Alice sambil mempersilahkan pelayan menggantikan pekerjaannya.


"No, Mom! Biarkan sopir yang menjemputnya! Lagi pula kan ceritanya aku sedang sangat sibuk? Mana sempat menjemputnya!" tolak Revian yang sedang bersantai sambil menumpukan kakinya ke atas sofa, tak lupa dengan kepalanya yang bersandar di punggung sofa.