I Can't Without You, Baby

I Can't Without You, Baby
Bab 19 Happy Birthday



Laura memasuki mansionnya dengan perasaan campur aduk, kesal, lelah, sedih dan kecewa ia rasakan sekaligus dalam satu hari ini. Padahal ia pulang sekitar jam 2 kurang tapi karna sopir yang datang menjemputnya sangat lama, membuat Laura menunggu lama hingga ia baru sampai ke mansionnya jam 03.15, semakin memperburuk mood bukan?


Laura berjalan menelusuri ruangan menuju tangga, ia tidak lagi memperdulikan keadaan mansion yang sangat sepi dan bisa dipastikan mereka semua belum pulang dari pekerjaannya, Laura juga sedang sangat malas memikirkan mereka. Yang ingin ia lakukan saat ini hanya beristirahat dikamarnya, tidur dan ingin bangun besok pagi saja, ia sudah sangat lelah untuk menjalani sisa sisa hari ini yang membuat moodnya benar benar jelek di mansion dan juga di sekolah.


"Nona muda sedang berjalan menuju kamarnya tuan, nyonya.." ucap pelayan.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Kevin sambil menggaruk tangannya, "Revian, aku titip arlojiku!" Dad Kevin sambil melepas arloji yang melingkar ditangannya yang tiba tiba terasa gatal.


Mendapati semua rencananya sudah siap, Revian memasukkan arloji Dad Kevin ke kantong celananya dan mengambil ponselnya yang tadi ia taruh di atas nakas namun karna ruangan itu gelap, revian sedikit kesulitan dan meraba raba tempat di sekitar nakas itu, lalu "prak!" tanpa sengaja ia menyenggol vas yang berada di atas nakas itu dan memecahkannya.


"Revian!" teriak Mommy Alice, Mom Cindy dan Dad Kevin secara bersamaan dengan suara lirih.


"Aku tidak sengaja! ruangan ini gelap!" bela Revian.


"Bersihkan sekarang, cepat sebelum Laura kesini!" pinta William pada Revian.


"Biar aku saja!"


"Sayang, bantu Alice!" Dad Kevin menghidupkan senter ponselnya mengarahkannya ke pecahan vas tadi.


Sementara itu, Laura yang tengah berjalan hendak menuju kamarnya, ia mendengar suara dari arah sebelah kanan "Suara apa itu?"


Laura menghentikan langkahnya sejenak, dan kembali meneruskan jalannya, Namun "prakk!" terdengar lagi suara yang lebih keras dari yang tadi, membuat Laura penasaran dan membalikkan badannya, berjalan menuju asal suara tersebut.


Ya! karna terlalu terburu buru membantu Alice membersihkan pecahan vas tadi, saat hendak berjongkok tanpa sengaja Mom Cindy menyundul Vas yang berada di belakangnya dengan pantatnya, Vas yang berukuran jauh lebih besar.


"Kenapa gelap?" tanya Laura yang heran karna tidak biasanya ruang bersantai mereka gelap, bahkan tidak pernah segelap ini.


tiba tiba "Dorr!" bunyi balon meletus bersamaan dengan Lampu ruangan itu yang menyala, memperlihatkan jelas isi dari ruangan itu.


"Happy Birthday, Laura Abayomer!" seru mereka semua bersamaan.


Benar! Ini semua adalah akal akalan Revian, untuk mengerjai Laura di hari ultahnya, itung itung sebagai kenangan lucu sebelum ia berangkat ke London.


"Happy 15th Years Old, sayang!" ucap mereka lagi secara bersamaan setelah meniup lilin.


Semuanya bergantian menyuapi kue dan mencium Laura, hingga tiba giliran Dad William yang disuapi kue dan mencium Laura tak lupa disertai dengan pelukan dan senyuman hangat, pemandangan yang membuat hati kecil Revian sedikit iri. Bagaimana tidak, Revian yang anak kandungnya saja sangat jarang diperlakukan sehangat itu oleh Daddynya sendiri kecuali saat ia masih kecil dulu.


Tapi Revian selalu membuang jauh jauh pikiran negatif itu, ia tau dengan jelas jika dirinya dan Laura sangat berbeda, dan cara mendidiknya pun berbeda. Jika anak laki laki harus tegas agar menjadi pemimpin yang baik, maka anak perempuan harus diperlakukan hangat dan lembut.


"Thank you, Kak Vian!" ucap Laura dengan senyum manisnya sambil menyodorkan kue ke mulut Vian.


"Happy 15th years old, little girl!"


*


*


*


Semuanya sudah menyelesaikan ultah Laura dan makan bersama tadi dan kembali ke aktivitas masing masing.


"Sayang, kau mau apa?" tanya Mom Cindy pada Dad Kevin tengah menuntunnya menuju sofa yang berada di dalam kamar mereka.


Dad Kevin membuka kain merah yang menutupi mata Mom Cindy, kemudian langsung beralih mengambil kue dan buket bunga yang sudah ia siapkan sejak lama, sebelum rencana kejutan ultah Laura.


"Happy 13th Anniversary, honey!" ucap Kevin sambil menyodorkan kue berlilin emaskan angka 13 pada istri tercintanya itu, namun merasakan pemandangannya terganggu dan memilih melihat ke arahnya.


"Revian...."