I Can't Without You, Baby

I Can't Without You, Baby
Bab 14 flashback Mommy's n Daddy's



Diperjalanan mereka, Alice menceritakan kekesalannya setelah bertemu dengan pria sombong yang sudah membuat coffe lattenya tumpah tadi.


"What?! Berani beraninya dia memperlakukanmu seperti itu! Siapa dia? Kenapa kau tidak memanggilku saat itu juga? Mendengar ceritanya, membuatku jadi ingin menamparnya! Tunjukkan padaku yang mana orangnya!" Cindy benar benar marah, tidak terima sahabat kecilnya diperlakukan tidak sopan dengan orang lain apalagi orang yang sama sekali tidak mereka kenal.


"Sudahlah Cindy, lupakan saja! Aku tidak mau memperpanjang urusan. Kau tunggu disini, aku akan beli tiket, oke" Alice beranjak menuju loket setelah mereka sudah sampai dan berada didepan London Eye atau Roda berputar raksasa itu.


"Cindy, ayo!" ajak Alice setelah mendapatkan dua tiket, tapi diacuhkan oleh Cindy yang tampak melamun entah memikirkan apa.


"Hey, ayo!" ajak Alice lagi, kali ini sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


"Don't be so Familiar!" (jangan sok akrab!) ketus Cindy setelah merasakan ada yang menepuk bahunya dengan tiba tiba dan menepis tangan orang itu dengan kasar.


"Cindy? Are you okay?" Alice terkejut karna tidak biasanya Cindy bersikap kasar padanya.


"A-alice? I'm sorry! Aku pikir kamu pemuda tadi.." Cindy tersadar dari lamunannya lalu memegang kembali tangan Alice yang tadi sempat ia tepis dengan kasar.


"Kau masih memikirkan pemuda tadi? Aku pikir kau tak mengenal pemuda itu. Bukankah kalian baru pertama kali bertemu?" tanya Alice pada Cindy terlihat aneh semenjak bertemu pemuda tadi seperti menahan sesuatu.


"Arghh! I can't stop thinking about him! I don't even know anything about him! He keeps running around in my brain!" (Arghh! Aku tidak bisa berhenti memikirkannya! Bahkan aku tidak tau apapun tentangnya! Dia terus berkeliaran dalam otakku!) raung Cindy sambil menggeleng gelengkan kepalanya dengan cepat seperti melepaskan suatu beban dari kepalanya.


"Wow! Apa kau menyukainya? Apa pemuda itu akan menjadi cinta pertamamu?" tanya Alice dengan terkejut dan sedikit semangat karna Cindy yang tidak biasanya membahas pria.


"Aku hanya tidak bisa berhenti memikirkannya, bukan berarti aku mencintainya, Alice.. Arghh! He drives me crazy! Get off my brain! Get out off my mind! Go away from here!" (Arghh! Dia membuatku gila! Pergi dari otakku! Pergi dari pikirkanku! Pergi dari sini!) raung Cindy lagi kini sedikit teriak sambil memukul mukul kepalanya dengan maksud agar pemuda itu keluar dari kepalanya.


"Hey, Cindy! Stop! Ayo naik kapsul untuk menghilangkan kekesalan kita!" ajak Alice sambil menarik paksa tangan Cindy, sebelum sahabatnya itu benar benar gila.


~


Sementara itu William dan Kevin sudah berada didepan London Eye, Roda berputar raksasa itu hanya tinggal menaiki tangga saja.


"Kenapa kau tidak naik sendiri saja? Aku akan menunggumu di mobil! Kau itu sudah besar tetapi keinginanmu seperti anak kecil! kau bertingkah seperti orang yang baru pertama kalinya ke London!" kesal William pada Kevin yang memaksakan diri ingin naik Roda berputar bersamanya.


"Hey, kevin! Aku sedang bicara! Kau tak mendengarkan aku ya? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya William setelah diacuhkan oleh Kevin yang terlihat tengah melamun.


"Tidak ada!" jawab Kevin yang buru buru membuyarkan lamunannya dan ia sambung lagi.


"Aku bukan anak kecil! Aku ingin naik kapsul ini bersamamu karna besok kita sudah mulai tinggal terpisah! Aku akan tinggal disini dan memulai kuliahku di London Max University. Sementara kau akan pulang dan tinggal sendirian bersama para pelayan di mansion. Kau pasti akan sangat merindukan aku!" jelas Kevin sambil menepuk nepuk bahu kakaknya itu.


Meski dengan sedikit perdebatan, tapi William tetap melanjutkan langkahnya begitu juga dengan Kevin, dan kakak beradik itu kini sudah memasuki kapsul kosong yang berisi hanya mereka berdua dan William hendak menutup pintu kapsul itu.


"Maaf, Tuan. Mereka belum masuk. Kapsul ini muat sampai 20 orang, tuan..." penjaga menahan pintu kapsul yang hendak ditutup oleh William.


"Aku hanya ingin berdua dengan adikku saja! Aku akan membayar lebih setelah ini, Aku tidak punya waktu untuk kembali kebawah!" William tidak terlalu suka keramaian apalagi dengan orang asing.


"Maaf tuan, Kami tidak menerima uang lebih. Masih banyak wisatawan lain yang ingin naik, bukan hanya anda. Jika ingin menyewa tempat, anda bisa menunjukkan kartu VIP anda" jelas petugas itu lagi dengan sopan.


"Ck.. Aku tidak membawanya, kartunya ada didalam mobil. Biarkan kami naik, setelah itu aku akan menunjukkannya!" William tidak memilih untuk kembali ke mobilnya, karna hanya akan membuang buang waktunya dan ia tidak suka itu.


"Maaf tuan, tapi tidak bisa!" tolak penjaga itu sambil mempersilahkan wisatawan lain masuk.


Namun baru dua wisatawan masuk dan belum juga wisatawan lainnya hendak ikut masuk, "Maaf, sudah penuh! daahh!" kevin melambaikan tangannya pada penjaga itu dan langsung menutup pintu kapsul itu.


"Baiklah tuan, kalau begitu nanti aku akan meminta uang lebih setelah ini!" penjaga itu sudah malas dan pasrah, Penjaga itu sudah melayani banyak wisatawan dan yang seperti tuan tadi akan terus ngotot dengan keinginannya, percuma jika terus diperingatkan mereka malah akan bersikap sombong dan seenaknya, jadi daripada memperpanjang masalah akhirnya ia membiarkan mereka hanya berempat didalam kapsul.


"Kenapa hanya berempat?" tanya dua wisatawan lain itu yang tampak bingung tanpa menoleh kebelakang dan masih menatap kearah penjaga yang kini menghilang karna mereka yang mulai naik.


"Kami menyewa kapsul ini! santai, kami akan membayarkan juga untuk kalian berdua juga!" jawab William dengan sombong tanpa menoleh ke arah wisatawan itu dan masih menatap kearah jendela luar.



Disinilah William dan Kevin berdiri saling membelakangi untuk bisa menatap kearah jendela luar kapsul agar dapat melihat pemandangan kota London yang indah dari atas dan sepertinya begitu juga dengan dua wisatawan asing itu.


William dan Kevin seperti terpanah dengan keindahan kota London yang terlihat lebih indah dan menakjubkan saat mereka lihat dari atas, semuanya masih sama.


Masih seperti saat terakhir kali mereka berada di London Eye ini. Saat mereka menaiki kapsul ini bersama sama dengan kedua orang Tuanya, Abayomer dan Faradhilla. Dan mereka baru menyadari bahwa saat itulah adalah terakhir kalinya mereka menikmati liburan bersama orang tuanya dan merasakan keluarga yang untuh dan hangat. Namun sekarang tidak bisa lagi, karena kedua orang tua mereka yang kini telah wafat.


Setelah mereka merasa puas dengan apa yang mereka pandang keluar dari dalam kapsul itu, akhirnya mereka membalikkan tubuhnya masing masing hanya untuk sekedar melihat wisatawan lain yang sedang bersama sama mereka dalam satu kapsul itu.


"Kau?! Apa yang kau lakukan disini?!" tanya mereka berempat, William Kevin Alice dan Cindy yang terkejut dengan bersamaan karena berada dalam satu kapsul dengan orang yang sama sama sudah membuat mereka kesal.


"Kau mengenalnya?!" tanya mereka dengan bersamaan lagi sambil menoleh ke arah sahabat dan kakak adiknya yang entah siapa yang akan menjawab, jika semuanya sama sama melontarkan pertanyaan.


Flashback Off