
London, Inggris
Setelah menempuh waktu sekitar 14 jam 15 menit lamanya, akhirnya mereka sampai di Kota dan tempat kelahiran mereka berempat di London, kecuali William dan Kevin yang lahir di Singapore. Mobil mewah melaju menyapu jalanan kota metropolitan itu. Terus berjalan menuju Villa Pribadi milik Keluarga mereka, Abayomer.
"Welcome Back in London, Abayomer's Family!" Sapa para penjaga Villa itu, pada Tuan William, Tuan Kevin, Nyonya Alice, Nyonya Cindy, Tuan Revian, dan Nona Laura, yang setelah beberapa tahun akhirnya kembali ke London lagi.
Ya. Kemarin saat Revian akan berangkat ke London dan orang tuanya bilang tidak akan merindukannya, Revian merasa sedikit kecewa. Dan sayangnya itu semua benar, mereka tidak akan merindukannya yang pergi ke London karna mereka pun ternyata ikut dengannya. Bahkan akan menginap dan menemaninya kurang lebih satu bulan.
"Kalian masuklah duluan!" Titah William.
Mereka pun masuk, berjalan meninggalkan William dan Kevin yang tengah berbincang dengan para penjaga. Dan disambut hangat oleh para pelayan yang sudah beberapa tahun tak mereka lihat.
"Nyonya William.. Nyonya Kevin.." Sapa para pelayan dibalas anggukan oleh keduanya.
"Sudah sangat lama tidak bertemu. Apa kabar kalian, nyonya?" Sapa nanny.
"Kami sangat baik!"
"Sayang, kalian masih ingat dengannya? Dia nanny yang membantu Mommy dan Mom Cindy mengasuh kalian sewaktu kecil!" Jelas Mommy Alice pada Revian dan Laura.
"Oh ya? Sepertinya aku tidak ingat..." Gumam Laura pada diri sendiri. Sedangkan Revian hanya mengangguk kecil, menandakan ia masih ingat.
"Hai nanny! Are you really my nanny?" Laura pun bertanya pada pengasuh itu sewaktu ia dan kakaknya kecil dulu.
"Thank you, Nanny!" Jawab Laura sambil tersenyum manis, membuat nanny itu gemas sekaligus rindu pada anak majikannya itu dan mencium pipi Laura.
"Lancang sekali kau!" Revian mendorong nanny yang dengan lancang mencium pipi adiknya, kemudian menarik Laura agar menjauh dari pengasuhnya itu.
"Kau itu hanya-" Belum sempat Revian mengeluarkan kata kata kasarnya, Laura sudah lebih dulu memotong "Kak! Jangan mulai lagi!"
"Ck!" Revian berdecak kesal, sambil berjalan dan menjatuhkan tubuhnya yang lelah pada sofa yang ada disampingnya.
"Maafkan aku, Tuan muda.." ucap nanny pada Revian, namun tidak dibalas dengan jawaban ataupun anggukan.
"Tidak. Kau tidak perlu minta maaf. Aku yang minta maaf atas sikap kakakku!" Kata Laura sambil memegang tangan wanita yang kurang lebih berumur 50 tahun yang sudah membantu orang tuanya merawat ia dan kakaknya dulu.
"Tidak apa, nona" bela nanny itu meskipun sedikit terkejut. Ternyata tuan mudanya tidak berubah, masih arrogant dan sombong bahkan sedari kecil.
Membuatnya kembali teringat saat ia merawat kakak beradik itu dulu. Ia hanya merawat Tuan Revian sampai umur 3 tahun saja. Sejak umur 4 tahun tuannya sudah mulai menunjukkan sifat sombongnya, ia benar benar tidak mau dibantu sedikitpun mandi, makan, memakaikan pakaian atau apapun yang menurutnya pribadi ia hanya mau Nyonya Alice dan Nyonya Cindy saja yang melakukannya.
Bahkan pernah suatu hari, Nyonya Alice dan Cindy tengah ada urusan di luar pagi pagi sekali dan menitipkan Tuan kecil Revian yang masih tidur padanya. Disaat bangun Revian menangis mencari mommynya dan trus memukulinya yang hendak menggendongnya dan baru berhenti setelah Nyonya kembali.
Ia merasa seperti memakan gaji buta. Karna ia bekerja sebagai pengasuh anak, tapi ia tidak mengasuh sama sekali, ia hanya melihat lihat, membantu mencarikan pakaian, dan mengambilkan susu saja, karna semua pekerjaannya dikerjakan oleh istri majikannya.
Bersyukur Laura hadir, yang membuatnya benar benar seperti pengasuh karna sifat nona kecil Laura yang sangat manja, sangat bertolak belakang dengan Tuan Revian, mungkin karna mereka lahir dari orang tua yang berbeda.