
"Denganku saja!" ajak satu dari serombongan pemuda itu.
"My honey Edlyne, aku-"
"Aku mau jadi partnermu!"
"Jangan dia, aku saja!"
"Aku, Edlyne!" para laki-laki bergantian sibuk menawarkan diri agar Edlyne menjadi partnernya.
"No way!" Tolak Edlyne tanpa menoleh kearah mereka, karena terlalu asyik mengamati pemandangan yang menyejukkan mata dan hatinya. Apalagi kalau bukan menyimak Revian yang tengah berada di atas podium bersama dengan Dony.
"Oh come on, Edlyne!"
"Kami tidak seperti Revian yang sok itu!"
"Kami tidak akan mungkin menolakmu, Edlyne!" Ucap pemuda itu, namun Edlyne hanya menjawab dengan tatapan tidak suka lalu memilih kembali menyimak ke arah podium.
"Apa kalian tidak dengar? Edlyne tidak mau, jadi menjauhlah dari sini!" Kesal Isabelle, karena Edlyne yang cuek dan tidak merespon para pemuda yang membuatnya benar - benar risih dan kesal karena mereka yang terus berisik.
"Wah wah, Siapa gadis galak ini? Kau tak kalah cantiknya dengan Edlyne" Ujar pemuda itu sambil bertepuk tangan.
"Setelah melihat kalian, sekarang aku percaya dengan dongeng yang sering diceritakan nenekku. Kalau bidadari itu nyata. Haha!" goda salah satu pemuda itu sambil tertawa.
"Hei, ayolah sayang!" sambung pemuda yang lainnya.
"Kalian ini tidak punya malu ya? Sudah aku bilang pergi dari sini! Atau akan aku adukan ke senior!" ancam Isabelle dengan tegasnya sambil menunjuk kursi mereka lalu ke arah senior, agar mereka takut. Namun tidak dengan kenyataannya.
"Hei, listen well Angry Girl! Aku-" belum selesai ia berbicara, Isabelle sudah lebih dulu menyela.
"What did you call me just now?! Angry Girl?! " (Kau memanggil aku apa barusan?! Gadis pemarah?!) tanya Isabelle dengan marah sambil berkacak pinggang. Membuat serombongan pemuda itu terkejut, ada yang takut karna sikap galak gadis itu, namun ada juga yang tertawa.
"What's going on?" tanya Isabelle pada Edlyne.
"Look at him! So charming!" (Lihatlah dia! Sangat menawan!) teriak salah satu peserta perempuan.
prok.. prokk... suara gemuruh suara tepuk tangan dan sorakan semakin menggema, saat Revian dan Dony turun dan hendak kembali ke bangkunya.
🔉Terimakasih atas penuturannya Revian Abayomer dan Dony Osthen. Semoga menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab di masa depan nanti.
🔉Okey, sudah cukup tepuk tangan dan sorakannya. Tolong diam! Kita akan melanjutkan ke peserta giliran selanjutnya.
Namun para peserta masih juga berisik dan berkeluyuran tanpa mengindahkan perkataannya. Apalagi bangku tempat junior sok cantik yang ia ketahui bernama Edlyne dan menyebalkanya gadis sok cantik itu satu grup dengan Revian, junior yang sangat tampan dan cerdas. Membuat MC sekaligus senior kampus itu membesarkan volume mic-nya.
🔊Semua peserta diharapkan kembali duduk di tempat nya masing masing, terutama grup 0001 kami peringatkan untuk yang kesekian kalinya agar tidak membuat keributan atau kalian akan di skors!
"Kami tidak ribut!" jawab Bella yang merupakan anggota grup 0001 dan disambung oleh Edlyne "Merekalah yang mempeributkan kami!"
"Kalian tuli ya? Get away from here!" Bentak Revian yang baru datang dengan tatapan tajam pada laki laki dan perempuan, membuat mereka semua dengan cepat kembali ke tempat mereka.
"Ahh.. Thank you, Revianno!" bilang Edlyne pada Revian yang sudah membantunya mengusir para pemuda menyebalkan itu.
"Karna kau sudah membantuku mengusir mereka, sebagai imbalannya kau boleh duduk disampingku!" tawar Edlyne sambil mengerlingkan matanya.
"Come here, Revianno. Close up!" Edlyne menepuk kursi kosong disampingnya.
Dony yang baru datang bersama Revian, masih bingung karna Edlyne yang tiba tiba memanggil Revian dengan Revianno. Kini bertambah terkejut hingga membelalakkan matanya. Saat melihat Revian yang ia kenal sangat dingin dan selalu mengacuhkan semua gadis termasuk Edlyne. Kali ini malah menerima tawaran itu, duduk disamping gadis cantik pujaan hatinya, maksudnya pujaan hati hampir semua laki-laki yang ada disini.
"Tadi dia dengan sombongnya bilang tidak tertarik. Tapi lihatlah dia sekarang, yang dengan terang terangan duduk disamping Edlyne!" protes Dony dalam hati.