
Revian yang jengah membuang pandangannya dari mereka, dan tanpa sengaja terhenti pada sosok gadis yang dikerumuni banyak pria. Gadis itu terlihat tengah memandangnya juga, dan seperti hendak berjalan menujunya. Gadis cantik itu berjalan dengan elegan mendekati Revian.
"Kau membuat semua perhatian orang terhadapku menjadi beralih dan berpusat padamu" Ucap gadis cantik sambil menelisik Revian dari atas sampai bawah. Pemuda berwajah tampan, sangat tampan, yang mampu menyita perhatian dan tatapan semua orang hingga tertuju padanya.
Gadis cantik itu mendongak menatap wajah tampan itu, yang ternyata lebih tampan saat dilihat dari dekat. Lalu Ia mengulurkan tangannya, berinisiatif memulai perkenalan pada sosok tampan yang tengah ada dihadapannya.
"Hai, I'm Edlyne! Who are you?"
Revian hanya menaikkan alisnya, menatap tidak suka pada gadis yang menurutnya sok cantik itu. Bukannya membalas uluran tangan gadis itu, Revian malah menepisnya dengan kasar dan melewatinya, berjalan meninggalkan gadis sok cantik dan para perempuan yang hanya akan membuatnya gila saja.
"Like an Angel? Hhh.. Dasar buta! Sama seperti gadis pada umumnya, Gadis biasa saja yang suka tebar pesona dan mencari cari perhatian!" Revian sambil berjalan terus mengumpati gadis sok cantik itu hingga tidak sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan hingga terjatuh.
"brukk!"
"Hei, kau kau tak punya mata ya! Apa kau buta?!" ketus gadis itu, menatap Revian dengan sorot mata kesal. Lalu segera berdiri dan menjauh, melanjutkan jalannya.
Sementara Revian hanya diam saja, tidak menjawab apapun, tapi juga tidak membantu gadis itu berdiri, apalagi meminta maaf. Ia malah menaikkan sebelah alisnya, bingung baru kali ini perempuan bersikap ketus padanya.
"Rev, Come here!" Ajak Dony agar Revian berbaris bersamanya dibarisan paling depan, Revian pun ikut. Menurutnya lebih baik baris di depan karna tidak akan dipeributkan dengan para gadis yang nantinya akan terus menoleh ke belakang, kearahnya.
Para panitia membagikan formulir untuk pendaftaran ulang. Terlihat jelas para senior perempuan yang menjadi panitia berebut untuk memberikan formulir itu kepada dirinya. Membuat Revian mendengus kesal. Juga para perempuan yang dari tadi sepertinya sengaja menabrakkan diri.
Revian sangat sangat kesal terus menggerutu di dalam hatinya, rasanya ingin cepat cepat menyelesaikan kegiatan pengenalan kampus ini. Revian dengan cepat mengambil formulirnya dan buru buru keluar dari kerumunan orang orang aneh itu. Hingga tanpa disengaja kembali menabrak seseorang untuk kedua kalinya.
"Hei! Kau menjatuhkan-" Bentak gadis itu pada Revian yang sudah menabraknya dan membuat formulir yang dipegang gadis itu terjatuh.
"Tidak sengaja!" Bilang Revian dengan cepat pada gadis yang sudah dua kali ia tabrak pada hari ini. Tanpa berniat mengambilkan formulir itu. Gadis itu pun mengambil kembali formulirnya yang tergeletak di lantai.
"Apa yang terjadi dengan pakaianmu?" tanya seseorang dari belakang.
"Pakaianku? Ah.. Pasti karena terjatuh tadi.." Jawab gadis itu sambil mencari-cari letak pakaiannya yang kotor. Seseorang itu pun membantunya membersihkan pakaiannya yang kotor dibagian pantat. Hingga membuat gadis itu menatap kearah seseorang itu, dan seketika membuat matanya berbinar.
"Thank you! Are you Edlyne?" Tanya gadis itu saat menyadari siapa yang membantu membersihkan pakaiannya.
"Yes, I am. What's your name? You know me but I don't know you." (Iya. Siapa namamu? Kau tau aku tapi aku tidak tau denganmu) tanya seseorang itu yang tak lain adalah Edline.
"I'm Isabelle! Siapa sih yang tidak tau denganmu? Akhir akhir ini namamu menjadi perbincangan dan perhatian satu kampus ini, sejak Ujian Pendaftaran Bulan Lalu. Sekarang aku mengerti kenapa mereka terus membicarakanmu. Karena kau memang secantik itu!" ucap Isabelle sambil terus menatap kecantikan Edlyne dengan penuh kekaguman.
"Oh ya? Bless you, Isabelle! Bantu aku keluar dari kerumunan pria menyebalkan ini!" Pinta Edlyne langsung menggandeng tangan Isabelle. Isabelle pun menatap sekeliling dan baru menyadarinya.
....