I Can't Without You, Baby

I Can't Without You, Baby
Bab 21



Beberapa hari berlalu dan hari yang di tunggu tunggu oleh Vian pun tiba. Ya! hari ini adalah Hari Kelulusan Vian.


Keluarga Abayomer sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama sebelum mejalani kegiatan mereka hari ini. Laura sekolah seperti biasanya, Revian akan menghadiri acara kelulusannya bersama dengan kedua orang tuanya, sedangkan Kevin dan Cindy ke kantor.


"Hari ini ada jadwal meeting dengan tuan Samson. Selagi aku tidak ada, Kau handle semuanya, menggantikan aku sementara!"


"byurr" kevin terkejut, menyemburkan jus jeruk yang baru saja di minumnya.


"Sayang, are you okay?" tanya Cindy menyodorkan tisu pada Kevin sambil mengelus punggung suaminya.


"What? Semalam aku sudah mengecek dan tidak ada jadwal meeting atau pun jadwal penting apa pun! Mungkin kau salah lihat!" Elak Kevin setelah mengelap mulutnya dengan tisu.


"Malam malam sekali tuan Samson menghubungiku, katanya meeting kita dimajukan besok karna ada urusan mendadak lainnya" Jelas William.


"Kenapa harus semendadak ini? Apa tidak bisa di tunda beberapa jam sampai kau kembali atau diundur sekaligus lusa saja? Aku tidak siap, William!" Kevin mencari alasan mencoba untuk menghindar.


"Tidak bisa! Ini meeting penting! Bisa memengaruhi naik turunnya saham perusahaan kita. Gunakan salah satu bakatmu! Tunjukkan padaku bahwa kau mampu tanpa aku!" Tegas William dengan nada yang mulai tinggi.


"Bagaimana jika aku tidak punya bakat Bagaimana jika aku tidak mampu melakukannya tanpamu?"


"Kalau begitu aku saja! Aku sangat siap dan aku mampu kapan pun dan semendadak apapun! Aku tidak masalah tidak menghadiri pesta kelulusanku, kan ada Daddy dan Mommy yang mewakilkanku. Dan aku akan menggantikan kalian untuk memimpin meeting penting hari ini. Bagaimana?" Revian dengan angkuh dan sombongnya menawarkan dirinya.


"Tidak bisa! Kau harus tetap menghadiri kelulusanmu!" William menatap ke arah Vian.


"ck.. yang benar saja!"


"Dan kau, Kevin! Kau sudah lebih dari 20 tahun membantuku di perusahaan, bahkan sedari kecil. Tunjukan semua pengalaman dan bakatmu! Jangan berlagak seperti karyawan baru!"


"hufft.. Aku akan mencoba yang terbaik! Tapi aku tidak berjanji" pasrah Kevin, percuma mengelak, karna ia tau kakaknya tak menerima penolakan.


"Oh My God! Dad Kevin benar benar tidak cocok menjadi tentara. Karna Dad Kevin sudah menyerah sebelum berperang!" ejek Vian menyunggingkan bibirkan sembari heran dengan sifat Dad Kevin yang begitu pesimis.


"Aku tidak pernah ingin jadi tentara" Kevin malah meladeni Vian yang mengejeknya, menganggap bahwa perkataan Vian tidak nyambung dengan pembicaraan mereka.


"Semua yang harus dilakukan ada dalam file itu, kau hanya tinggal membacanya! Sekarang pergilah, Jangan membuat kesalahan!" William memperingati adiknya, mencegah kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi.


"tok tokk.." bunyi hentakan sepatu membaur dengan keramaian tempat itu berjalan menuju aula, tempat acaranya diselenggarakan.


Sepasang ayah dan anak dengan stelan tuxedo hitam dan celana yang senada, terlihat sangat tampan saat digunakan oleh dua pria berbeda generasi itu, yang tak lain dan tak bukan adalah Vian bersama dengan Dad William yang tengah menggandeng Mom Alice yang hari ini terlihat lebih cantik dan elegan dari biasanya, dengan balutan dress maroon di bawah lutut, rambut pirang yang dibiarkan setengah terurai, serta heels yang tak terlalu tinggi.


Membuat keluarga itu terlihat sangat sempurna dan mempesona, tentu saja membuat semua pandangan menoleh pada mereka.


"Wah wah! Finally we meet again! Apa kau juga ikut nikah masal?" seloroh Nathan yang sudah lebih dulu berada di Aula itu. Aula yang sudah diubah menjadi seperti gedung pernikahan masal.


Bagaimana tidak, disepanjang jalan dipenuhi dengan karangan bunga, hanya saja yang membedakannya adalah yang terpajang bukanlah foto pengantin, tapi foto foto para siswa angkatannya.


"ck.. kau ini!" Revian memukul pundak Nathan, kemudian menyalami grandma dan grandpa sahabatnya itu.


"Uncle.. Aunty.. Kenalkan mereka Grandpa dan Grandmaku!" Nathan memperkenalkan walinya pada William dan Alice.


"Tuan Leonardo.. Senang bertemu denganmu! Anakku sering menceritakan tentang kalian!" Dad William menjabat tangan Grandpa Nathan.


"Oh ya? Kami juga, Mr.William!"


"Docter Camilla, Senang bisa bertemu denganmu lagi!" Mom Alice menyalami Grandma Nathan.


"Aku juga, Mrs.William!"


"Ahh, panggil aku Alice saja! Apa docter masih mengingatku? Aku salah satu pasienmu saat melahirkan Vian!"


"Haha.. Aku mengingatmu, itu sudah sangat lama sekali! Kau juga tidak perlu memanggilku dokter! Aku ingin pensiun beberapa tahun lagi.. Dan cucuku yang akan menggantikannya!" Ujar Docter Camilla sambil menunjuk kearah Nathan yang tengah mengobrol bersama Vian mulai memisah dari mereka.


"Oh iya.. Dimana Bryan?" Vian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Bryan.