
...Black wall...
Aku melihat Irina yang sedang bekerja, aku langsung berlari dan memeluk nya "Yo Irina, apa kamu kangen aku?" ucapku sambil memeluk Irina dari belakang.
"Chloe" setelah itu kami pergi ke meja makan dan mengobrol bersama.
"Chloe sudah satu tahun kita tak jumpa"
"Benar"
"Aku juga mendengar banyak tentang kamu, kamu itu punya julukan silver princess, dragon slayer, Head carrier"
"Sudah sudah hentikan aku jadi malu"
"Oh iya Chloe kamu ke sini ada urusan apa?"
"Cuman mau mengingat masa lalu saja"
"oh"
Setelah itu kami, bercanda gurau selayaknya seorang sahabat.
Setelah itu aku pergi ke kamar dan tertidur, di tengah tidur ku aku terbangun di sebuah tempat yang aneh.
"Huh, aku kemana lagi ini?"
Aku memeriksa keadaan sekitar dan melihat sebuah anomali yang sangat mengerikan, anomali itu menyerang ku menggunakan tentakel nya.
Apa apaan itu?" tiba-tiba tubuh anomali itu langsung tercerai-berai "Padahal anomali itu punya sihir yang mengerikan, tapi ada orang yang bisa membunuhnya dengan mudah"
Dari dalam tubuh anomali itu keluar segumpal cahaya yang gelap tapi masih bisa terlihat di dalam kegelapan ini, Seseorang mendatangi gumpalan itu dan menghancurkannya dengan tangan kosong.
Seorang pria yang memiliki tubuh tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil terlihat, tubuhnya terlihat sangat seksi dan wajahnya yang memiliki kecantikan yang tidak wajar.
Wajahnya cantik atau tampan itu sulit di bedakan, seakan-akan dialah keindahan sejati dari wujud manusia, pria itu dikepung oleh anomali yang mengerikan.
Dan kini jumlah mereka itu sangatlah banyak, tetapi dalam sekejap semua anomali itu lenyap tak tersisa "kak kamu sudah selesai?" muncul seorang pria yang pernah aku temui saat berhasil membunuh naga.
"Kenapa sih aku harus disuruh untuk membunuh keroco keroco ini, kan ini bisa di berikan ke para jendral ku"
"Itu kan salah mu sendiri, siapa suruh melanggar peraturan yang dibuat master, masih untung kamu gak dimasukkan ke tartaros" suara seorang perempuan yang lembut.
Aku terbangun dengan mentari yang sudah menyinari dunia "mimpi apa lagi itu" aku beranjak dari tempat tidur dan pergi kebawah untuk sarapan.
Aku pun sarapan dengan wajah pucat kurang tidur "Chloe apa kamu tidak bisa tidur."
"ah, iya ini aku kesulitan untuk tidur" kataku sambil memegangi kepalaku.
"Kalau begitu ayo ikut aku ke pemandian air panas, kata orang disana bisa membuat tubuh rileks"
Pemandian air panas? Sepertinya itu ide yang bagus "Kalau begitu ayo" aku langsung menarik tangan Rania dan ingin segera pergi ke pemandian air panas.
Setelah sampai aku bergegas masuk dan menikmati kenikmatan duniawi "ahh, segarnya tubuhku setelah berhari-hari gak mandi" inilah kenikmatan duniawi yang aku inginkan.
Sambil menikmati kenikmatan ini aku kepikiran tentang mimpi aneh yang sering aku lihat akhir-akhir ini 'mimpi apa itu? saat aku memimpikan itu aku merasa seolah-olah aku berada di sana, aku benar-benar merasakan apa yang ada didalam sana seolah-olah aku sendiri lah yang merasakan hal itu'
[Tuan aku ada saran]
'Untuk apa?'
[Untuk mimpi yang tuan alami itu, setelah aku sedikit analisis aku merasakan keberadaan dewa yang kuat dari sana jadi alangkah baiknya jika tuan menyegel itu]
'Itu?
[Setelah saya cari tau itu bukanlah mimpi biasa tetapi ingatan dari seorang true God, yang mana itu bukanlah hal yang bisa dianggap enteng dan lagi pemilik ingatan itu bukanlah dewa biasa tapi dewa yang memiliki gelar "aristocratic" dan itu sepertinya posisi penting jika melihat betapa kuatnya dia]
[Maaf, saya sudah mencari tau tentang pemilik ingatan itu tapi tidak membuahkan hasil tapi satu hal yang pasti pemilik ingatan itu memegang hukum yang kuat]
'Kalau gitu, apa kamu tau kenapa aku memimpikan itu?'
[Itu di karena kan ingatan itu bersatu dengan ingatan Anda tapi sepertinya bukan cuman ingatan]
'kenapa bisa begitu? apa yang kamu maksud bahwa jiwanya juga menyatu dengan ku?'
[Benar, aku merasakan bahwa jiwa itu bercampur dengan anda jadi saya sarankan untuk menyegel itu dahulu dan buka saat anda naik ke alam dewa]
'Bauklah aku serahkan itu padamu'
Di hari itu aku menghabiskan waktu ku dengan Irina dan besoknya aku ingin melanjutkan perjalanan ku aku mampir dulu ke guild.
Saat aku membuka pintu masuk aku merasakan keberadaan seseorang yang sangatlah kuat dan setelah aku cari tau orang yang memiliki keberadaan yang kuat ini ada di kantor guild master.
Aku pun segera pergi untuk melihat siapakah dia tapi "Mohon maaf petualang biasa dilarang naik ke lantai dua tanpa izin dari guild master"
"Yah terjadi hal yang klise lagi" aku pun mengeluarkan kartu identitas ku yang menunjukkan rank ku yang membuat dia kaget.
Tapi aku juga kaget dengan itu "Sejak kapan aku jadi SS?" kataku melongo melihat rank yang ada di kartu guild ku.
Yah entahlah yang penting aku bisa masuk dulu, saat aku masuk ke ruangan itu aku melihat seseorang yang memiliki aura yang amat kuat sedang duduk seolah-olah menanti kan kedatangan ku.
"Selamat datang silver princess"
"Dari mana kamu tau kalau aku aku itu silver princess?"
"Cuman dari keberadaan mu saja sudah menunjukkan siapa dirimu itu"
"Oh jadi aku sehebat itu ya" aku pun mengambil tempat duduk dan duduk di depannya.
"Sebenarnya aku menanti kan kamu disini untuk bertanya sesuatu"
"apa itu?"
"apa kamu tau, dari mana asal energi aneh beberapa hari yang lalu?"
"y"
"Apa kamu tau apa itu?"
"Dewa" jawabku singkat yang jelas membuat nya tidak percaya dengan perkataan ku.
"Bagaimana mungkin seorang dewa turun ke dunia dan setahu ku di dunia ini cuman ada evil god dan God of light: Sivery"
"Itu bukan mereka berdua"
"Kenapa kamu seyakin itu?"
"karena aku pernah bertemu dengan Sivery dan dia juga memberikan ku gambaran tentang evil god jadi aku merasa yakin itu bukan dia"
"Bertemu? yah tidak aneh lagi, bagi mu yang memiliki energi suci yang besar untuk bertemu dengan Sivery "
setelah obrolan singkat itu aku pamit dan melanjutkan perjalanan ku ke wilayah para iblis "tunggu saja kalian para iblis aku akan mengobrak Abrik kalian dan aku gunakan sebagai ladang XP"
Dengan senyuman jahat aku melaju ke daerah iblis untuk mendapatkan XP yang amat banyak.
...----------------...
Aku sudah beberapa hari di dunia ini dan aku masih belum berani untuk kembali menghadap kakak pertama "ah sial sial sial, kenapa sih master harus masuk dalam kondisi Petapa disaat mereka berselisih"
aku yang frustrasi memukul-mukul tanah sambil menangis "Lebih baik aku mencari kesenangan di dunia bawah saja lah" dia pun bangun dan membuka black hole.