
...Kota air Eater : pahlawan dan iblis...
"Ini kedua kalinya aku datang ke sini, yah terakhir kali aku kan tidak bisa melihat" kataku senang saat melihat keindahan kota ini. Kami semua akhirnya pergi ke pusat kota dan di sana ada banyak jajanan.
Avila langsung antusias dan meminta aku untuk membelikannya banyak hal tapi dari semua itu aku melihat sebuah senjata mirip dengan senapan.
Aku yang sangat ingin melihat itu jadinya menitipkan Avila ke Arnold "Arnold jaga Avila baik-baik ada hal yang harus aku urus" kataku menyerahkan Avila ke Arnold. Aku tidak sadar kalau tindakan ini akan membawa perubahan ke kehidupan ku.
Aku yang sibuk mencari orang yang membawa sebuah senapan, Avila yang aku tinggal dia tengah bermain-main dengan Arnold.
Aku akhirnya menemukan toko yang menjual senapan, aku kecewa, ternyata senapan itu cuman lah mainan dan bukan benar-benar untuk bertarung dan lagi itu masih banyak bagian yang cacat jadi ya tidak bisa di gunakan untuk menjadi sebuah senjata.
Aku yang kecewa langsung pergi mencari Arnold, setelah beberapa saat berkeliling aku menemukan dia dan Avila sedang makan di sebuah bar.
"oh Chloe kamu sudah kembali dan ada apa dengan wajahmu itu" kata Arnold menanyakan tentang perubahan wajahku. "diam lah aku lagi kecewa, aku kira akan mendapatkan sesuatu yang keren ternyata tidak sama sekali" kataku sambil menaruh kepalaku di meja.
"tenang saja di sini masih ada aku dan putri ku" kata Arnold sambil mengelus kepala ku. "hah putri mu? sejak kapan?" kataku dengan wajah yang sangat tidak enak di pandang.
Dia tertawa dan jarinya menunjuk ke arah Avila "apa maksudnya itu!" kataku marah "kamu tenang saja Avila sendiri yang bilang kalau aku harus bisa mendapatkan mama" katanya senang sambil menunjuk ke arah Avila yang sedang makan dengan lahap.
Saat kami sedang berdebat tiba-tiba datang seorang pria yang sepertinya dia adalah seorang paladin "maaf apa kalian nona Chloe dan tuan Arnold" kata orang tadi.
"ya itu aku Chloe dan dia si babi hutan" kataku sambil mengenalkan Arnold dengan sebutan babi karena aku masih kesal dengan dia.
"sayang kamu kejam sekali" dia malah nambah membuat ku kesal dan ingin sekali aku membunuhnya, "berisik lah kamu ini"
Avila merasa risih dengan pertengkaran kami "mama jangan berisik dong Avila mau makan nih" marah Avila dengan sikapku yang kekanak-kanakan.
"baiklah mama berhenti tapi Avila jangan marah dong sama mama" kataku membujuk Avila yang sedang marah 'kenapa Avila bisa marah? padahal dulu dia gak pernah marah' batinku heran dengan sikapnya.
Sesaat setelah itu terdengar suara ledakan yang mengandung aura jahat "Arnold kamu merasakannya bukan" kataku tanya Arnold "ya kamu benar, aura jahat ini"
"mama apa itu" tanya Avila ketakutan "tenang saja tidak akan ada apa-apa selama ada mama di sini" kataku menenangkan Avila yang ketakutan.
Setelah itu aku menyuruh Safira untuk membawa Avila ketempat yang lebih aman dan aku juga tidak lupa untuk memberikan holy protection agar membuat Avila lebih aman.
"mama kamu juga harus berhati-hati" kata Avila yang khawatir membuatku merasa sangat senang, tapi tiba-tiba Arnold memeluk ku yang membuat ku sangat tidak nyaman, aku sangat ingin rasanya membunuhnya tapi tiba-tiba ada kata-kata yang muncul di kepalaku.
[jika itu anda lakukan pasti Avila akan membenci anda] kata Alvis yang membuatku merasa hancur, disisi lain aku jijik dan disisi lain aku tidak mau Avila membenciku.
Apa lagi setelah Arnold mengatakan kata-kata yang menjijikan Avila malah menyemangati nya, itu benar-benar membuat ku sangat hancur.
Aku yang sudah tidak peduli langsung pergi ke tempat terjadinya ledakan, Arnold dia seperti biasa bisa mengimbangi kecepatan ku dengan mudah.
paladin dan para anak-anak muda itu mengikuti ku dari belakang dan aku melihat salahsatunya menggunakan sihir angin untuk mempercepat gerakan teman-temannya 'dia punya banyak akal ternyata'
Aku pun sampai paladin itu juga sampai tak lama kemudian, di depan sana ada sebuah sihir bertipe racun mana, lebih tepatnya itu sihir miasma mana korosi yang membuat orang yang terkena miasma itu akan menderita karena mana mereka yang di racun.
Tapi seorang anak laki-laki bodoh pergi ke sana hanya dengan modal nekat seperti para Bonek "anak yang sangat bodoh apa dia ingin mati? dengan mendekati miasma itu" ejek ku yang melihat kebodohan anak itu.
"silver princess tolong selamatkan dia" kata paladin itu memohon untuk menyelamatkan dia, aku sebenarnya tidak mau menyelamatkan dia tapi si Alvis ikut campur.
Aku mengelilinginya dengan cahaya dan menariknya ke sini "hei apa kamu itu bodoh kamu itu harus tau diri seberapa lemahnya dirimu itu, kamu pikir seorang pahlawan bisa langsung mencapai apa yang dia inginkan hanya dengan tekadnya saja" marahku dengan kebodohan anak ini.
"tapi kalau kita biarkan terus mereka bisa mati" dia marah memarahiku balik dan itu membuat ku sangat kesal dan ingin menunjukkan kepadanya kalau di atas langit masih ada langit "hehe asalkan kamu punya kekuatan kamu bisa melakukan ini, Holy bell" aku menggunakan bel penyucian dan semua masalah kelar.
"kuat sekali" kata hatinya keluar karena sangking kagumnya dengan kekuatan itu, bahkan para petualang yang terlihat kuat masih kesusahan tapi dia hanya dengan kata-kata nya bisa menyelesaikan semuanya.
'itu setara dengan seorang saintess' batin dari si paladin yang sangat kagum dengan kekuatan itu. "jika kalian tidak ingin mati jangan tatap Chloe seperti itu" kata Arnold dengan nada penuh tekanan.
Semua orang langsung tersadar dan tidak ada yang berani menatap Chloe lagi karena takut dengan Arnold "kamu dan aku cuman teman janganlah seperti kalau aku ini siapa-siapa kamu" balas ku dengan mengeluarkan aura yang tak kalah mengerikan.
"mereka berdua sungguh monster sesungguhnya, apa aku bisa menjadi sekuat itu nantinya" batin anak tadi menanyakan hal itu kepada dirinya sendiri setelah melihat sebuah kekuatan sejati.
Akhirnya mereka para pahlawan pergi untuk menolong mereka yang terluka dan berkat Salah satu pahlawan wanita yang memakai tongkat panjang yang cantik semuanya bisa di sembuhkan dengan cepat.
"terimakasih gadis kecil, kamu itu mempunyai hati yang indah aku harap kamu bisa selamat dari cobaan yang akan kamu lalui dimasa depan" kata seorang nenek tua dengan kata-kata yang pasti tidak dimengerti "kamu sebaiknya dengarkan dia baik-baik kalah kamu ingin selamat" Aku berkata demikian karena tahu kalau masa depan anak ini akan sangatlah suram.
"kalian hanya menyembuhkan beberapa orang saja lama" kata ku kesal dengan kerja mereka yang amat sangat lambat "area healing" kataku yang sudah kesal dibarengi dengan memunculkan sebuah kubah dan semua luka orang-orang yang ada didalam kubah itu langsung sembuh.
"sungguh sosok yang sangat anggun, tidak cuman cantik tapi dia juga sangat hebat aku sangat ingin menjadi sekuat dia dimasa depan" batin anak itu kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh Chloe.
"hey anak muda kalau kamu masih sayang nyawa lebih baik hentikan itu" kata Arnold menekan yang membuatku sangat ingin membunuhnya.
Setelah kami sedang asik istirahat aku tiba-tiba merasakan aura jahat yang amat sangat mengerikan, sebuah aura yang terasa telah membunuh ribuan nyawa dan lagi dia bukan seorang iblis tapi seorang iblis berwujud manusia "dasar iblis kejam lebih baik kau mati dengan membawa semua dosa mu itu" kataku yang marah melihat dirinya tertawa setelah bertatapan dengan ku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
terimakasih
like dan komen