Holy Vampire.

Holy Vampire.
Chapter 4



...Kembali ke kota black wall...


[Kamu gila apa?] Bentak Alvis dengan nada tingg dan itu membuat terkejut karena baru pertama kali ini aku mendengar si Alvis begitu marah.


"kenapa kamu malah mengamuk begitu"


[Itu kan salah mu, seenaknya saja membandingkan tuan ku dengan mahluk lemah sepertinya]


"apa maksudmu? dia kan sangat kuat kenapa kamu katakan lemah?"


[Baiklah kalau aku terus berbicara kamu juga gak akan paham]


"Apa maksudmu aku gak paham" geram dengan kata-kata Alvis.


[Kamu bayangkan saat kamu itu masih baru di dunia ini]


"ya terus?"


[Kalau kamu yang saat itu melawan naga angin yang barusan kamu kalahkan gimana?]


"Tentunya aku tidak akan berkutik dan langsung mati"


[Begitulah perbedaan kekuatan mereka berdua]


"OOO begitu, tapi kenapa kamu memanggil nya tuan bukan nona?


[hah!! sejak kapan tuan ku menjadi perempuan?]


Kok Alvis bilang begitu ya? "dia kan perempuan?"


[Asal kamu tau ya, tuan ku itu yang paling hebat dalam memanipulasi tubuh nya dan saat dia bertemu dengan mu itu bukanlah wujud aslinya]


Jangan jangan "hei hei kalau begitu gimana wujud aslinya jangan bilang aku disuruh untuk mencari tau sendiri!"


[Tuan ku itu sang naga pertama naga original, Origin dragon: dragon of chaos, yah sebenernya jenis kelaminnya itu patut di pertanyakan memang, tetapinya dia itu dominan pria dan juga aku tidak tau sejak kapan dia punya hobi begitu]


[Yah sejak dulu dia selalu punya hobi yang aneh aneh sih jadi tidak perlu heran lagi]


Kata kata Alvis seolah olah dia mengingat kembali masa lalu nya, dia berbicara dengan nada yang nostalgia.


Tapi tunggu dulu "Jadi Sivery itu leluhur dari semua naga? apa dia tidak akan balas dendam kalau aku membunuh naga naga itu" kata ku ketakutan.


[Tenang saja, mereka cuman keroco, dan kamu mengalahkannya dengan adil jadi dia tidak akan marah]


"untung saja, tapi aku benar-benar beruntung jika saja naga tadi tidak membuka mulutnya aku pasti sudah mati" aku lega karena aku masih bisa hidup.


Sisik naga itu sebenarnya sangat kuat dan cuman dalam mulutnya saja yang tidak ada sisi kalau gak pasti skill ku gak akan mempan, walaupun mempan itu pasti cuman memberikan luka sedang.


Tapi kalau mengingat Sivery itu sebenarnya lelaki, rasanya gimana gitu. Bagaimana jika dia dulu menerima ku dan mengatakan nya secara langsung.


[Itu tidak mungkin]


"ya ya ya terserah kamu aja dah aku mau istirahat dulu" aku pun tertidur, tapi sebelum aku tidur aku membuat sebuah kepompong agar melindungi ku dari monster yang datang.


...----------------...


Di suatu tempat terdapat seorang perempuan yang menawan sedang minum teh dibarengi dengan beberapa camilan, saat dia sedang asik asiknya menikmati itu tiba-tiba muncul sebuah black hole.


Angin bertiup kencang dan bahkan tempatnya bersandar hampir saja melayang "Dasar adik kurang ajar "divine dome"" disekitar dia duduk muncul sebuah pelindung.


Pelindung itu menghilang efek yang ditimbulkan oleh black hole yang datang "Divine sword, attack" sebuah pedang dengan energi suci yang sangat banyak muncul dan menusuk black hole itu.


Dari dalam black hole keluar seseorang yang di lihat Chloe tadi "kakak, kamu kejam sekali langsung menusuk adik mu ini yang datang mengunjungi mu" Dia keluar dari black hole dengan perut yang bolong.


"Sword rain" muncul lagi pedang yang sangat banyak dan menghujani pria tadi "void" seketika itupun ruang di sana langsung hancur berkeping-keping.


"jadi apa urusanmu disini" tanya Sivery dengan nada yang menekan "ayolah kak jangan dingin begi..." sebelum dia selesai bicara muncul sebuah aura kematian yang luar biasa menakutkan.


Sivery pun berdiri dari tempat duduknya dan tiba-tiba keluar sepasang pedang bermata satu yang menakutkan, satu ditangan kanan berwarna merah dan terus menerus mengeluarkan aura haus darah.


Yang satu lagi di kiri mengeluarkan aura kematian terus menerus yang membuat semua yang ada dimensi itu bergetar ketakutan.


Pria itu pun tak luput, dia juga gemetaran saat melihat Sivery mengeluarkan kedua senjata itu.


"Kakak aku minta maaf" dia pun bersujud meminta maaf kepada Sivery, Sivery pun menarik kembali kedua pedang nya itu dan kembali duduk.


"Jadi siapa yang menyuruhmu untuk datang ke sini"


"Kamu dicari sama kakak pertama"


"huh, bilang saja kalau aku masih dalam kondisi renkarnasi"


"tapi kan mahluk seperti kita tidak bisa berbohong"


"kalau gitu aku tinggal masuk kondisi renkarnasi kan?"


Seluruh tubuh Sivery pun bercahaya dan saat cahayanya menghilang tubuh dari Sivery pun menghilang.


"Seenaknya saja menyuruh nyuruh, aku juga seorang pangeran bukan budak kalian berdua!!!"


...----------------...


Sudah beberapa hari sejak Chloe tertidur, di sekitar sana sudah berkumpul banyak sekali mahluk sihir.


Saat Chloe keluar dari kepompong yang dia buat dia langsung disergap "light shield" dia pun langsung menebas mereka semua.


"Kenapa sih banyak sekali kroco yang menggangu ku tidur" umpatan keluar dari mulut ku.


Padahal Chloe itu cantik dan anggun tetapi, mulut nya itu gak dijaga asal ceplos aja. Yah setidaknya jika bersama orang orang dia bisa lah menjaga mulut nya itu.


"Sekarang saat pergi ke kota yang pertama kalinya aku kunjungi saat tiba di Isekai" Aku pun langsung terbang dan teleportasi ke hutan dimana aku pertama kalinya sampai di dunia ini.


Aku pun memasuki sebuah gua dan gua itu punya arti tersendiri bagiku, yah kalau dipikir-pikir di gua ini cuman ada pengalaman buruk.


Ini adalah tempat dimana aku kehilangan kejantanan ku sebagai pria "Alvis, apa aku bisa kembali menjadi laki-laki?" tanya ku dengan penuh akan harapan.


[itu semua tergantung keputusan dari tuan ku. Tapi coba saja tanya ke pangeran ke lima]


"Huh, emangnya dia bisa aku ajak berbicara?"


[Kemungkinan besar dia mau, tenang saja nanti aku bantu]


Setelah sedikit bernostalgia, padahal cuman mengingat kenangan kelam, aku pergi ke kota black wall.


Aku melesat dengan cepat ke arah kota black wall dan cuman dalam hitungan detik aku sampai di depan gerbang kota.


"Irina, kita akan bertemu lagi" saat aku jalan memasuki gerbang ada sebuah tombak yang menghalangi.


"Aku sudah bosan dengan adegan yang klise ini"


Setelah beberapa drama yang dibuat oleh author bangsat ini, aku sudah kesal gara-gara kelamin ku diubah malah dikasih adegan klise yang berulang-ulang.


Apa lagi cara ku mati itu klise.


Setelah itu, aku pun pergi ke penginapan tempat Irina berkerja.


Teman pertama ku di dunia ini aku datang padamu.