
...Iblis di kota air...
Aku selalu bercita-cita untuk menjadi seorang pahlawan jadinya aku akan selalu membantu orang yang membutuhkan bantuanku, "aku pasti akan membawa kedamaian pada dunia ini" kataku dengan lantang yang didengar semua orang.
Dengan semangat yang membara aku dengan rasa percaya diri yang tinggi pasti bisa membawa kedamaian kepada dunia ini.
Kini aku akan melakukan tugas pertama dengan membunuh iblis di kota Eater, aku dan keenam pahlawan lainya pergi menaiki sebuah lingkaran teleportasi. Sekejap aku sudah sampai di kota Eater sebuah kota yang cantik dipenuhi oleh air.
"sekarang kita akan bertemu dengan dua petualang rank S" kata paladin yang bersama kami. Dari rumor yang aku dengar kalau kedua petualang yang akan kami temui itu seorang dragon slayer, dan mereka dikatakan pernah membunuh iblis yang sangat kuat.
Kami pergi ke sebuah bar bergaya klasik di abad pertengahan yang cukup membuat kami semua terpukau, di sana banyak orang yang sedang minum bir "padahal masih siang begini tapi sudah pada malas-malasan" kata pria yang bernama Homados, dia salam satu pahlawan juga dan dia memakai sebuah gada yang besar sebagai senjata, dialah tank kami di pertempuran.
Aku melihat di suatu meja terdapat 4 orang satu laki-laki dewasa satu perempuan dewasa dan satu anak perempuan dewasa dan juga satu anak perempuan sedang berdiri di belakang si wanita.
"maaf apa kalian nona Chloe dan tuan Arnold" kata paladin dengan nada yang sopan bahkan terkesan sedang merendahkan diri. "iya itu aku Chloe dan ini si babi hutan" kata wanita itu sambil memperkenalkan pria disampingnya.
"sayang kamu kejam sekali kepadaku" kata pria itu merengek sambil memegangi tangan si wanita "berisik lah, ganggu aja aku kan mau liburan dengan keluarga ku kenapa kamu mengganggu aja" kata si wanita sambil memukul si pria.
"maaf kita disini kan untuk memusnahkan iblis" kata paladin itu dengan sopan seperti tidak mau memprovokasi, "iblis? ah tentang misi itu, kamu tenang saja itu cuman iblis kecil tidak akan susah untuk membunuhnya" kata pria itu dengan santai sambil berusaha menangkis pukulan si wanita.
Mereka berdua terus bertarung sampai "mama Avila mau makan jangan berisik dong" marah gadis kecil yang duduk disampingnya, seketika si wanita yang tadinya terus bertarung seperti tikus dan kecil langsung berhenti "baiklah Avila jangan marah dong dengan mama" kata wanita itu berusaha membujuk anaknya.
Setelah beberapa saat drama terdengar sebuah ledakan dari timur kota "hei Arnold kamu merasakannya bukan" kata wanita itu dengan nada serius "ya kamu benar sekali" jawabnya dengan serius.
"mama apa itu" tampak kalau gadis kecil itu sedang ketakutan, dia memeluk si wanita dengan erat "tenang saja selagi ada mama kamu pasti baik baik saja" kata si wanita dengan senyumnya yang tampak menawan seperti purnama.
"Safira bawa Avila ketempat yang aman" kata wanita itu sambil memberikan sebuah sihir ke tubuh si gadis kecil "mama kamu harus berhati-hati" kata gadis kecil itu khawatir "tenang saja aku lah yang akan menjaga mamamu ini" kata si pria sambil memeluk wanita itu dengan mesranya.
"baiklah paman kamu harus berjuang keras agar mendapatkan hatinya mama" kata gadis kecil itu menyemangati si pria itu, dan tampak wajah pasrah dari si wanita.
Setelah itu kami semua pergi ke titik ledakan "mereka berdua benar-benar berada di level yang berbeda" kataku kagum dengan kecepatan gerakan mereka. Mereka dengan cepat pergi ke titik ledakan meninggalkan kami di belakang.
"ah mereka benar-benar cepat" kata Aiolos "baiklah kalian bersiaplah aku akan menerbangkan kalian agar lebih cepat" tanpa basa-basi dia langsung menerbangkan kami semua.
kami akhirnya sampai di sana sedikit lebih lambat dari mereka berdua, di sana aku melihat banyak warga yang diserang oleh para iblis itu, aku yang tidak terima langsung maju dan menyerang mereka.
"sial anak itu dia sangat bodoh apa dia tidak bisa merasakan miasma mana yang sangat korosif ini" kata wanita itu tapi aku tidak peduli dan terus maju "silver princess tolong selamatkan dia" kata paladin itu memohon "cih" sebuah cahaya mengelilingi ku dan aku langsung tertarik keatas lalu mundur.
"hei apa kamu itu bodoh kamu itu harus tau diri seberapa lemahnya dirimu itu, kamu pikir seorang pahlawan bisa langsung mencapai apa yang dia inginkan hanya dengan tekadnya saja" kata wanita itu memarahiku.
"tapi kalau kita biarkan terus mereka bisa mati" kataku memarahi balik "hehe asalkan kamu punya kekuatan kamu bisa melakukan ini, Holy bell" sebuah bel berbunyi semua iblis yang menyerang mati, semua miasma tadi langsung hilang tak tersisa, semua warga yang tampak kesakitan tadi mulai membaik.
"kuat sekali" kata hatiku keluar karena sangking kagumnya dengan kekuatan itu, bahkan para petualang yang terlihat kuat masih kesusahan tapi dia hanya dengan kata-kata nya bisa menyelesaikan semuanya.
'itu setara dengan seorang saintess' batin dari si paladin yang sangat kagum dengan kekuatan itu. "jika kalian tidak ingin mati jangan tatap Chloe seperti itu" kata Arnold dengan nada penuh tekanan.
Semua orang langsung tersadar dan tidak ada yang berani menatap Chloe lagi karena takut dengan Arnold "kamu dan aku cuman teman janganlah seperti kalau aku ini siapa-siapa kamu" balas Chloe dengan mengeluarkan aura yang tak kalah mengerikan.
Akhirnya kami para pahlawan pergi untuk menolong mereka yang terluka dan berkat Aegle semuanya bisa di sembuhkan dengan cepat.
"terimakasih gadis kecil, kamu itu mempunyai hati yang indah aku harap kamu bisa selamat dari cobaan yang akan kamu lalui dimasa depan" kata seorang nenek tua dengan kata-kata yang tidak aku mengerti.
"kamu sebaiknya dengarkan dia baik-baik kalah kamu ingin selamat" Chloe berkata setelah nenek itu selesai berbicara, dia berkata seolah-olah tahu apa yang akan terjadi kepada kami di masa depan.
"kalian hanya menyembuhkan beberapa orang saja lama" kata Chloe kesal dengan kerja kami yang lambat "area healing" kata Chloe dengan memunculkan sebuah kubah dan semua luka orang-orang yang ada didalam kubah itu langsung sembuh.
"sungguh sosok yang sangat anggun, tidak cuman cantik tapi dia juga sangat hebat aku sangat ingin menjadi sekuat dia dimasa depan" batinku kagum dengan karisma yang di pancarkan oleh Chloe.
"hey anak muda kalau kamu masih sayang nyawa lebih baik hentikan itu" kata Arnold menekan diriku, 'dia sungguh overprotektif'
Setelah kami sedang asik istirahat terdapat seseorang mendatangi kami, dia mengenakan sebuah jubah dan dia juga tampak sangat mencurigakan.
Chloe yang melihat orang itu dia langsung "dasar iblis kejam lebih baik kau mati dengan membawa semua dosa mu itu" kata Chloe marah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf kalau lama update
sebentar lagi author akan ujian sekolah jadi harus belajar agar bisa lulus dengan nilai yang baik.
dan akan di usahain update sebanyak-banyaknya yang author mampu.