Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 7



...moster rank A+...


saat kami sedang enak mengobrol tiba-tiba ada suara ledakan yang terdengar "boom" Avila ketakutan dengan suara itu langsung memelukku.


aku menoleh ke sumber suara itu dan melihat seekor moster laba-laba raksasa. "i-i-itu arch taratect" kata Rania ketakutan. disaat semua orang ketakutan aku malah kegirangan "hahaha moster rank A" kataku senang.


semua orang yang mendengar aku kegirangan melihat moster kuat malah merasa takut "Rania bisa minta tolong bawa Avila menjauh" kataku kepada Rania "ya apa kamu akan melawan moster itu" jawab Rania.


aku mengangguk dan berbicara "tentu saja aku akan melawannya emang dikira ini berapa petualang rank S yang tersisa" tanyaku kepada Rania "tinggal kamu sendiri yang lainnya sedang menjalankan quest" jawab Rania.


Avila yang mendengar kalau mama nya akan pergi dia tidak mau "mama jangan tinggalkan Avila sendiri" katanya menangis sambil menarik baju yang aku pakai "mama tidak meninggalkan Avila sendiri Avila ikut sama kakak ini dan tunggu mama ya" kataku sambil mengelus kepalanya.


aku menatap Rania dan Moretz "tolong jaga Avila untuk ku ya" aku meminta kepada mereka sambil membungkuk. mereka merasa tidak enak saat Chloe membungkuk jadi "tidak usah seperti itu lagian kamu kan pahlawan kota ini" kata Rania.


setelah itu aku langsung memakai semua peralatan ku dan mengeluarkan pedang ku yang aku simpan di inventori. aku melesat cepat kearah arch taratect.


[tuan Alvis sarankan untuk membeli manuver dimensi] aku yang mendengar itu tanpa pikir panjang langsung menyuruh Alvis "beli"


arch taratect yang menyadari aku akan menyerang ku menggunakan panah racun yang sangat berbahaya. jadi aku menggunakan manuver dimensi untuk menghindari serangan itu.


sebenarnya aku bisa menghindar tanpa manuver dimensi tetapi itu saat aku menggunakan mode vampire jadi saat didepan banyak orang aku tidak bisa menggunakan itu.


saat Chloe sedang bertarung Rania membawa Avila menjauh ketempat yang aman bersama Moretz. "mama" teriak Avila yang melihat mamanya sedang bertarung.


Rania mengendong Avila dengan erat dan membawanya ketempat yang aman. "tenang saja mama kamu itu sangat kuat dia tidak akan kalah" kata Rania untuk menenangkan Avila yang dari tadi menangis.


moster yang keluar dari labirin bukan cuman satu tetapi ada banyak dan mereka adalah pasukan moster yang kuat karena level mereka dari C- sampai A+.


jadinya banyak petualang yang dikerahkan untuk pemusnahan ini. sebenarnya serangan moster sudah diprediksi dikarenakan adanya moster rank A+ di lantai satu jadinya ada banyak petualang yang bersiap siaga.


Chloe masih bertarung dengan arch taratect dengan serius tetapi dia sebenarnya hanya bermain-main. "sudah cukup matilah" kataku mengeluarkan "Spear of darkness" tombak hitam langsung menancap ke tubuh arch taratect.


tetapi dia masih belum mati dan dia membuat tubuhnya meledak "boom" suara ledakan yang keras terdengar. yang membuat Chloe terluka karena dia tidak siap.


dari kumpulan asap yang terlihat ada seorang wanita keluar dari sana. "cih sepertinya aku harus berhati-hati" kataku sambil mengibaskan tangan ku. [itu salah mu karena sombong]. "diam" teriakku pada Alvis yang selalu cerewet disaat saat begini.


saat aku sedang berdebat dengan Alvis aku tak melihat kalau ada 19 lagi arch taratect sedang bertarung melawan petualang. sampai ada seorang petualang yang menghampiri ku. "maaf silver princess ada lima arch taratect yang sedang menuju ke tempat pengungsian" kata petualang itu.


aku yang mendengar itu langsung lemas "Avila ada disana" kataku lemas. [gunakan seraph tranformation] kata Alvis yang membuatku bangkit.


"Alvis skill itu masih bisa berevolusi kan?" tanyaku pada Alvis [bisa dengan satu juta koin] aku mendengar itu langsung berteriak sambil lari "beli dan langsung gunakan" tubuhku langsung diselimuti oleh cahaya terang.


saat cahaya itu redup tampaklah seorang wanita cantik dengan sayap putih malaikat di punggungnya sedang membawa tombak panjang.


aku langsung terbang dan melesat ke tempat Avila berasa dengan kecepatan penuh tetapi saat disana aku melihat Avila akan di serang. "Avila" teriakku sambil mengarah kearah Avila.


jleb' darah mengalir deras dari tubuh Chloe. Avila yang melihat perut mamanya ditusuk kaki laba-laba raksasa menangis sejadi-jadinya."hiks hiks hiks mama" tangisnya.


tak lama kemudian datanglah Moretz berlari kearah Avila "silver princess" katanya melihatku tertusuk kaki arch taratect.


aku yang melihat itu langsung menyuruhnya untuk membawa Avila pergi "cepat bawa dia pergi dari sini" kataku sambil menahan sakit.


arch taratect itu langsung menggunakan kakinya yang lain untuk membunuhku karena kakinya yang satu aku tahan. Avila yang melihat itu menangis dan berteriak "mama awas" aku tersenyum melihatnya menghawatirkan diriku ini.


aku langsung mencabut tusukannya kaki nya yang menancap bahkan menembus perutku. semua orang yang melihat itu langsung ngeri karena biasanya manusia yang perutnya hancur akan mati tetapi hal itu tidak berlaku bagi Chloe.


dia seorang vampir yang mempunyai kemampuan bertahan diri yang hebat dan dia bukan vampir biasa yang lemah akan sihir suci. dia malahan akan menjadi kuat saat diserang menggunakan sihir suci / cahaya. walaupun begitu dia akan terluka kalau diserang dengan brutal.


aku melepaskan kaki arch taratect yang menembus perutku dan dengan kecepatan yang cepat luka yang aku derita langsung tertutup dan perutku kembali tampak mulus tanpa ada bekas luka.


walaupun begitu aku tetap merasakan rasa sakit "Holy judgment" kataku yang membuat pedang di atas arch taratect. pedang itu terjatuh dan membunuh arch taratect itu. "sekarang bajuku jadi sobek" kataku yang melihat perutku tampak mulus tanpa ada kain yang menghalanginya walaupun masih ada bekas darah.


Moretz yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya. aku melihat itu langsung menyuruh nya untuk membawa Avila pergi.


Setelah mereka cukup jauh aku langsung membunuh semua moster yang terlihat olehku. sampai aku di kepung oleh 10 arch taratect.


aku cuman tersenyum akan hal ini "hahaha kalian majulah sini biar menghemat waktuku"kataku yang membuat semua arch taratect itu menyerang ku bersamaan.


aku melihat serangan racun gabungan mereka cuman tersenyum "shining armor" kataku yang membuat tubuhku bercahaya dan tampak sebuah baju besi yang berbinar-binar.


mereka melepaskan serangannya ke arahku dan aku cuman santai saja disini. setelah itu aku masih tampak baik-baik saja "apa cuman segini kemampuan kalian kalah begitu sekarang giliran ku" teriakku sambil menebas kan pedangku melingkar.


sebuah siluet lingkaran yang bercahaya terlihat membelah ke sepuluh arch taratect yang mengelilingi ku. "mudah sekali" kataku dengan bangga.


saat aku terlena akan kemenangan aku melihat sebuah serangan nafas keluar dari labirin, aku bergegas ke sana dan melihat queen taratect sedang mengamuk di kota banyak korban berjatuhan dan arena sekitar yang tadinya penuh akan bangunan kini hanya ada reruntuhan disertai mayat mayat petualang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hari ini 2 chapter lagi semoga kedepannya bisa terus seperti ini