Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 17



...bertarung melawan para naga laut 2...


"wah untung aja gak kena" ucapku bangga karena berhasil menghindar serangan naga itu.


karena aku berhasil menghindar serangan nya naga itu menjadi marah dan mempersiapkan serangan seperti tadi.


"Alvis berapa lama baginya untuk bisa menyerang lagi'


[1 menit untuk persiapan]


kalau gitu ada waktu untuk mempersiapkan serangan


"itu bukan pertarungan kalau kamu doang yang menyerang aku juga harus menyerang"


"Arrows from abyss serang" aku membuat panah besar sebesar 10 meter berwarna hitam yang terbuat dari sihir abyss.


dan anak panah sepanjang 10 meter itu langsung mengarah ke mulut naga itu.


naga itu yang panik mengeluarkan serangan nafasnya dengan prematur.


jadi nafas naga itu lebih kecil dan lebih lemah dari nafas yang pertama.


kedua serangan berbenturan dan menyebabkan ledakan yang besar.


saat naga itu lega karena serangan ku gak mengenai dia aku sudah menyiapkan serangan selanjutnya.


dia kaget aku bisa menyiapkan serangan yang sama seperti yang tadi dalam waktu singkat.


"hehehe ini kemenangan ku" aku tersenyum penuh percaya diri.


duar


bunyi ledakan yang disebabkan oleh Arrows from abyss menghantam mulut naga itu.


"sial jika saja kamu masih membuka mulutmu kamu pasti mati" aku kesal karena dia menutup mulutnya jadi serangan ku gak sampai di dalam tubuhnya.


"mahluk apa kamu" suara terdengar di telingaku.


aku mendengarnya aku mencoba mencari suara itu aku sempat heran karena ini di tengah laut.


jadi mana ada manusia di sini sampai suara itu terdengar lagi.


"aku ada di bawah sini" aku melihat kebawah dan ada naga yang tadi aku serang berbicara padaku.


"moster kok bisa bicara?" tanya sambil menatap naga itu keheranan.


"kamu juga moster tapi kamu bisa berbicara" kata naga itu.


"aku bukan moster tapi aku manusia"


"mana ada manusia mempunyai sayap vampir"


"kamu tau tentang sayap ini"


"dan yang lebih anehnya kalau kamu vampir tapi bisa berjalan sesuka hati di bawah sinar matahari"


"aku bukan vampir aku ini adalah shinigami yang akan membunuhmu"


"shini apa?


Tampa mempedulikan ucapannya aku langsung menghujani dia dengan ribuan tombak.


tapi aku terlalu percaya diri dia gak diam saja saat aku menyerangnya dia membuat pelindung dari air.


dan sebagian besar serangan ku ditahan oleh itu hanya beberapa yang mengenainya.


"cih merepotkan" ucapku kesal karena serangan ku di blokir.


"kamu punya kemampuan yang unik tapi sayang kamu memilih lawan yang salah" ucap naga itu.


air di sekitar naga itu bergemuruh dan berubah menjadi sebuah tongkat pendek yang tajam.


aku berhasil menghindar dari serangan itu tapi sayangnya sayap ku terkena dan sobek.


itu membuatku jatuh kedalam air untung aja aku bisa berenang kalau tidak mati karena tenggelam.


"aduh jadi berenang aku padahal ini set pakaian terakhir yang kumiliki"


[kan udah Alvis bilang untuk mencuci pakaian kenapa gak di cuci]


"malas amat mencuci sendiri"


[malas atau tidak bisa mencuci]


"..." aku terdiam karena yang dikatakan itu benar adanya.


"ah nanti kalau sampai di kota beli baju banyak banyak" aku kesal.


"woy aku masih disini" ucap naga itu dengan tombak air raksasa.


tombak itu dengan cepat mengarah kepadaku aku langsung.


aku langsung membuat perisai tebal dari cahaya menyelimuti ku.


serangan itu membuatku terpental jauh kebelakang.


untung aja ini di air kalau ini di tanah mungkin lebih parah kerusakannya.


setelah sayap ku kembali pulih aku langsung terbang kembali.


"hebat juga kamu punya kemampuan begitu" kata naga itu.


"bacot" aku langsung membuat tombak besar dari gabungan light art dan sihir abyss.


"Giant spear of darkness" aku melambaikan tangan ku dan tombak itu menyerang naga itu dengan kecepatan tinggi.


naga itu membuat perisai air yang amat tebal untuk menghalau serangan ku.


tetapi sayang sekali dia tetap menerima kerusakan yang parah akibat serangan ku.


naga itu tampak sangat marah dan dia berteriak dengan kencang.


[tuan hati hati ada banyak naga yang datang kemari]


"hah berapa jumlahnya"


[100 ekor]


"kenapa naga yang di gambarkan penuh dengan kebanggaan memanggil kawanannya untuk mengepung gadis imut ini"


"cih sepertinya aku harus memakai jurus pamungkas ku"


'alvis kalau aku gunakan evil eye apakah mereka semua mati'


[ya]


"udah mau mati tetap saja sombong" ucap naga yang paling besar.


terlihat para naga laut itu mengepung gadis imut yang sedang terbang seperti malaikat.


para naga itu bersiap menyerang bersama sama untuk mengalahkan gadis imut ini yang seorang diri.


aku langsung terbang tinggi untuk mulai mengaktifkan serangan ku sekaligus menghindar dari serangan mereka.


"aku ucapkan selamat karena berhasil membuatku mengeluarkan serangan ku ini" ucapku memberikan selamat kepada para naga ini.


"The evil eye of doom" aku menatap semua naga laut itu di atas ketinggian langit.


mataku berubah warna menjadi hitam malam di tengah sinar matahari yang begitu terang.


tiba-tiba mereka mati satu-persatu dan akhirnya musnah semua.


ini adalah serangan terkuat ku aku gak pernah memakainya dikarenakan efek samping dari memakai serangan ini.


yaitu aku akan jadi buta selama satu menit yang mana di dalam pertarungan itu adalah kematian.


dan serangan ku ini gak menjamin kalau aku berhasil membunuh lawan ku.


level up


level up


level up


"hah 1 menit dalam kegelapan itu menyebalkan"


[tenang saja tuan para naga itu telah mati jadi tuan gak perlu khawatir]


"ya ya aku tau itu"


satu menit berlalu dan aku kembali bisa melihat.


"gluttony" aku menggunakan gluttony untuk menyerap mayat para naga laut.


level up


level up


level up


"hah" aku kaget karena bukan cuman mayat naga yang terserap tapi juga airnya.


[tuan gluttony itu bisa menyerap apa saja untuk di jadikan XP atau energi]


"aku tau itu kamu kira aku ini siapa"


[ya iya tuan adalah seorang pria yang bereinkarnasi menjadi perempuan yang imut]


"apa maksudmu mengatakan itu"


[tuan di setiap dungeon pasti ada harta berharga jari ayo kita ambil] ucap Alvis seolah mengalihkan pembicaraan.


"tapi gimana aku bisa kedalam"


[tuan ku yang bodoh kan punya light art untuk menghindari air]


aku kesal saat Alvis menyebutku bodoh.


padahal system system itu seharusnya gak punya emosi tapi Alvis itu seperti memilikinya.


aku menyelimuti diriku dengan perisai cahaya dan menyelam ke dungeon naga.


di sana ada banyak barang barang dan ada banyak emas.


tapi dari semua itu yang paling membuatku tertarik adalah bola kristal seukuran kelereng yang ada di sebuah altar.


"Alvis benda apa ini"


[itu kristal naga laut]


"uh"


[gunanya untuk mendapatkan kemampuan naga laut tuanku yang bodoh]


"apa aku bisa mempunyai kemampuan naga laut seperti serangan nafas"


[itu gak akan ada efeknya sama tuan karena tuan adalah ras sepesial dan kristal naga laut itu membuat pemakai menjadi dragoniod]


"kenapa?"


[kamu pikir Sivery akan membiarkan kamu menjadi seekor naga?]


aku langsung tau apa yang di maksud Alvis adalah aku adalah mainannya Sivery.


"aku simpan dulu aja kalau nanti kepakai Santang kalau di buang"


"dari pada pusing memikirkan tentang Sivery lebih baik sekarang aku lanjutkan perjalanan ku dulu"


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih telah membaca semoga menghibur


like