
putri Olivia
[bangun tuan]
Alvis teriak karena aku yang biasa bangun pagi tapi kali ini matahari sudah lumayan tinggi tapi aku belum terbangun.
"huaaa" suaraku menguap.
"sepertinya aku benar-benar kelelahan akibat perjalanan"
"jika saja tiba-tiba gak muncul naga kuno aku pasti sudah sampai dari kemarin"
[tuan Alvis kali ini benar-benar punya skill yang bagus apa tuan ingin melihat harganya sangat terjangkau]
"ya iya apa itu" jawabku dengan nada Tampa ada semangat.
[manipulasi mana 10.000]
"ap.." belum selesai bicara langsung dipotong.
[untuk memperkuat serangan light atau skill sihir lainnya]
"beli" aku membeli skill yang ditawarkan oleh Alvis dan tiba-tiba ada informasi masuk kedalam kepalaku.
informasi itu berisi tentang mana atau mp yang bisa digunakan di sebuah sihir.
biasanya aku menggunakan light cuman dengan imajinasi aja.
tapi jika aku bisa memanipulasi mana aku bisa membuat light art dengan lebih kuat.
[-10.000 terimakasih telah berbelanja]
"Alvis kenapa kamu jadi seperti ini sekarang" aku heran pada Alvis karena dia mulai banyak tingkah.
[itu karena tuan semakin kuat jadi Alvis mendapatkan banyak kesadaran.
seperti moster semakin kuat moster itu semakin cerdas pula moster itu.]
"baiklah"
aku bangun dari tempat tidurku dan mandi.
"aku lupa bajuku tinggal satu, Alvis apa kamu ada jual baju lagi"
[stok baju cuman ada satu itu sudah dibeli tuan]
"masak system sehebat kamu cuman jual satu baju"
[Alvis banyak tapi dikarenakan dada tuan yang tepos jadi pada kebesaran semua kalau di pakai]
"jangan bilang ini tepos ini masih proses pertumbuhan dan dadaku ini padahal lumayan" Tampa sadar aku teriak kencang sampai terdengar di lantai bawah.
[tuan adalah vampir jadi penampilan tuan akan terus seperti ini walupun 1.000 tahun telah berlalu]
"aku sudah mati ya kalau selama itu"
[tuan itu abadi gak akan mati kalau gak dibunuh]
"wah aku hebat sekali"
[walupun begitu tuan masih punya banyak kelemahan jadi berusahalah agar menjadi abadi sesungguhnya]
"apa para vampire itu abadi?"
[iya mereka abadi]
"untuk ras iblis"
[rata-rata mereka berumur 500 tahun]
"jadi gitu"
aku kebawah dengan baju yang kemarin aku pakai padahal saat aku masih di kota black wall aku sehari ganti dua sampai tiga kali dalam sehari.
"permisi apa ada makanan disini" tanyaku pada gadis
yang aku temui kemarin malam.
"kalau makan biasanya di antar ke kamar masing-masing tadi pagi"
"sepertinya aku masih tidur dan gak mendengar kalau ada yang datang"
"kalau seperti ini kamu pergi aja ke sana" ucap gadis itu menunjuk sebuah ruangan.
aku ke sana dan makan ya makanan nya lumayan dari pada roti batu.
setelah aku selesai makan aku langsung kembali ke resepsionis untuk tanya dan keluar.
"di mana lokasi guild petualang dan toko baju"
"ya itu di sana dan di sana"
"terimakasih dan ini kuncinya"
aku langsung keluar sehabis memberikan kunci kamar kepadanya.
aku sempat terkejut karena kota ini walaupun gak banyak tetapi ada manusia hewan.
dan mereka menggunakan semacam kalong dari besi.
[mereka adalah budak tuan]
sungguh kejam ada perbudakan di dunia yang indah ini.
"pertama Tama ayo beli baju terlebih dahulu"
aku langsung pergi ke toko baju dan membeli banyak baju.
"selamat datang" kata seorang penjaga toko.
"dimana letak pakaian wanita" aku tanya karena toko ini besar dari pada toko di kota black wall.
"di sana biar saya antar"
aku melihat baju banyak dan berkeliling untuk mencari yang cocok.
sampai aku di sebuah tempat yang isinya pakaian dalam wanita dan terhenti di sana karena mendengar suara Alvis.
[tuan jangan lupa untuk beli perlengkapan hidup seperti pakaian dalam]
"apa anda tertarik dengan pakaian dalam kami"
setelah itu aku memakai pakaian dalam berwarna putih karena cocok dengan warna rambutku yang berwarna perak .
'rasanya lebih nyaman dari kemarin-kemarin'
[itu karena tuan gak pernah memakai pakaian dalam jadi agak gak enak rasanya]
'sepertinya aku harus terima nasib' aku membeli pakaian dalam dan pakaian sehari-hari dalam jumlah banyak.
biar gak mencuci lagi merepotkan banget mencuci baju sendiri.
[kalau tuan gak mau mencuci sendiri maka belilah budak yang bisa mencuci]
"ada cara itu ya aku hampir lupa"
[ya belilah setelah menyelesaikan misi]
[tuan juga jangan lupa membeli hal yang dibutuhkan wanita]
'apa itu'
[gak apa apa nanti kalau sudah waktunya tuan akan tau sendiri]
"berapa harganya semua ini"
"5 black gold untuk semua ini"
aku langsung memberikan uang kepadanya dan habis itu pergi ke guild untuk mencari tau info detai tentang misinya.
aku melihat sebuah bangunan berwarna hijau dengan lambang pedang dan perisai di atap bangunan.
aku yakin kalau itu guild petualang dan memasukinya.
"selamat datang" terlihat seorang wanita menyapaku.
"apa ada yang bisa saya bantu" ucapnya.
"ini aku ingin info tentang misi ini" aku menyerahkan kertas misi yang diberikan oleh Fara.
"jadi kamu ya yang akan mengawal putri Olivia"
"ya" jadi nama orang yang aku kawal itu Olivia.
"kamu pergi aja ke bangunan di sana dan berikan surat ini kepada penjaga" dia memberikan sebuah surat.
"ah aku hampir lupa ini dua wyrm yang menyerang ku di perjalanan" aku mengeluarkan 2 mayat wyrm yang aku bunuh.
semua orang kaget melihat aku mengeluarkan wyrm dari penyimpanan.
moster rank A aku membunuhnya dan ku taruh di cincin penyimpanan.
"ya kami akan membelinya seharga 1 diamond untuk masing-masing wyrm"
setelah urusan di guild selesai aku pergi ke bangunan yang di bilang oleh gadis tadi.
ada sebuah bangunan dan banyak penjaga didepan bangunan itu.
mereka memakai baju zirah dan membawa tombak entah kenapa aku sering melihat penjaga memakai tombak.
"ada keperluan apa kamu kemari" kata seorang penjaga yang bertugas didepan gerbang.
yah itu wajar karena armor dan pedangku ku letakan di inventori.
"aku petualang yang akan mengawal putri" kataku sambil memberikan surat dan kartu guild ku.
setelah mereka melihat itu satu dari mereka berkata "silahkan ikuti aku"
aku mengikutinya dan melihat seorang gadis umur 15 tahunan.
memakai gaun yang cantik berwarna biru langit.
dia langsung menoleh ke arahku dan berkata "siapa dia?"
"putri dia adalah petualang yang akan melindungi anda selama perjalanan" ucap penjaga itu.
"terimakasih mohon bantuannya ya" ucap gadis yang memiliki telinga dan ekor rubah itu sambil mengulurkan tangannya kepadaku untuk bersalaman.
"ya nama saya Chloe mohon bantuannya" aku memperkenalkan diri dan menjabat tangan nya.
terlihat penjaga kekar di belakang putri seperti macan dengan tubuh kekar mengeluarkan aura membunuh kepadaku.
bagaimanapun aku sudah gak mau di anggap lemah karena kejadian naga kuno.
dia menatapku seperti naga itu menatapku aku benci hal itu.
aku membalasnya dengan mengeluarkan aura membunuh yang amat pekat.
semua di sana tersungkur ketanah kecuali putri dia memiliki artefak pelindung jadi dia gak merasakan auraku.
'sungguh hebat auranya seperti telah terbiasa membunuh naga' batin penjaga macan.
"besok kita berangkat untuk sekarang kita istirahat dulu" kata putri.
"baiklah" jawabku menarik aura membunuhku.
"sungguh hebat chole kamu bisa membuat penjaga terkuat ku bertekuk lutut" kata putri.
"ya itu sudah biasa karena aku gak suka ditatap seperti itu sejak kejadian itu" jawabku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
terimakasih telah membaca