Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 24



...perjalanan ke kerajaan beastman : buta?...


note: di chapter ini akan banyak diceritakan dari sudut pandang orang ketiga karena MC kita sedang buta.


aku gak bisa melihat apa apa dan semua yang aku lihat cuma hitam.


[ya tuan sekarang sedang buta]


'hah?


[tenang saja itu cuman berlangsung satu minggu untuk menumbuhkan bola mata dan untuk sembuh total kira-kira satu bulan jadi selamat menikmati kegelapan dalam sebulan ini] kata Alvis dengan nada mengejek.


'kamu ini ya' aku kesal sambil mengepalkan tangan.


'huh.. Alvis apa kamu bisa jadi mataku saat aku kehilangan penglihatan ku' setelah mengeluarkan nafas panjang aku meminta baik baik pada Alvis.


[ya kalo tuan memaksa maka Alvis akan membantu]


'kalo gitu kita sedang ada dimana


[kita ada di kota A di titik teleportasi dan ini adalah kediaman penguasa kota ini. dan untuk Olivia dan yang lainnya sedang berada di ruangan lain sedang tidur. karena hari sudah malam lebih baik tuan tidur dulu untuk menenangkan pikiran]


"mau itu siang atau malam kalau keadaan ku seperti ini semua nampak sama" kataku perlahan lahan terlelap dalam mimpi.


Di pagi hari sinar mentari memasuki sebuah kamar dan dikamar itu nampak seorang gadis remaja dengan wajah imut dan berambut perak sedang tertidur lelap.


namun sayang sekali mata nya sedang diperban yang membuat dia tidak bisa melihat pemandangan kota Eater yang berwarna biru dan banyak air mancur di kota.


kota ini di kenal dengan kota air kota yang terletak di antara kerajaan beastman dan kerajaan manusia.


oleh karena itu di kota ini banyak ras yang hidup rukun dan berdampingan.


walaupun begitu disini tetap ada yang namanya perbudakan dan orang-orang yang dijadikan budak itu punya banyak alasan.


kembali kepada si gadis yang sedang tertidur tadi.


sekarang gadis itu mulai duduk dan angin sepoi-sepoi masuk ke kamar gadis itu yang membuat rambut panjangnya terurai yang membuat tampilan gadis itu menjadi lebih cantik.


pintu kamar itu mulai terbuka dan tampak seorang gadis rubah yang memiliki telinga dan ekor berwarna emas.


"Chloe kamu sudah bangun" kata gadis rubah yang tak lain adalah Olivia.


"Olivia itu kamu?" tanya gadis rambut perak tadi yang bernama Chloe.


"iya ini aku" kata Olivia senang sambil memelukku.


"Olivia kita sedang di mana?" tanya Chloe pada Olivia dan Olivia mulai melepaskan pelukannya.


"ini kota Eater atau biasa di sebut dengan kota air kota yang di penuhi dengan air"


"jadi kota ini sangat indah ya" kata Chloe senang.


"iya" jawab Olivia sedih karena dia tahu kalau Chloe itu sangat suka dengan pemandangan alam yang indah.


selama di perjalanan mereka Chloe banyak menceritakan tentang pengalamannya melihat hal-hal yang menakjubkan.


seperti melihat matahari tertelan oleh samudra yang membuat air laut menjadi berwarna merah Oren.


dia merasa sedih karena Chloe tidak bisa melihat hal yang dia sukai lagi.


Olivia pun menangis di karenakan dia mata Chloe kini menjadi buta.


"hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks" chole yang mendengar suara tangisan Olivia dia meraba wajah Olivia dengan tangannya.


dia mencoba menenangkan tangisan Olivia dengan berkata.


"tenang saja Olivia mataku itu akan sembuh ini cuman efek samping dari menggunakan skill ku" kata Chloe lembut yang membuat tangisan Olivia berhenti sejenak.


dia cuman berhenti menangis selama beberapa detik dan dia sekarang malah menangis lebih kencang dan memeluk ku dengan erat.


setelah Olivia tenang Chloe dan Olivia pergi ke suatu ruangan yang terdapat makanan.


"Olivia kita mau kemana?" tanya Chloe pada Olivia.


"kita makan dulu" kata Olivia.


"tenang saja aku yang akan menyuapi kamu" lanjutnya dengan nada senang.


'alvis katanya kamu mau jadi mataku'


[tuan tunggu dulu Alvis sedang memodifikasi skill deteksi milik tuan kalau sudah selesai nanti itu seperti mata ketiga tuan]


'beneran?'


mereka berdua pun pergi ke ruang makan dan terlihat pemandangan Yuri.


sekarang sinar mentari perlahan lahan tenggelam sepasang bulan yang indah pun mulai muncul.


di suatu rumah yang besar terdapat satu jendela ruangan yang terbuka.


padahal yang lainnya sudah tertutup tapi jendela itu satu-satunya yang masih terbuka.


dari jendela itu terlihat seorang perempuan yang rambutnya bersinar akibat sinar bulan.


[tuan bangun]


Chloe terbangun dan duduk di kasur.


"ada apa apa sudah pagi?"


[ini masih tengah malam]


"kalau masih tengah malam kenapa kamu bangunin aku"


[tuan Alvis sudah selesai memodifikasi skill deteksi sekarang tuan bisa melihat tapi tidak seperti mata asli]


"kalau begitu langsung gunakan aja"


aku membuka perban yang terletak di mataku dan aku melihat tidak seperti pengelihatan tapi seperti radar.


"Alvis apa ini"


[ya dengan itu tuan bisa bertarung melawan musuh kalau keadaan darurat]


...----------------...


di suatu ruangan yang disinari oleh cahaya bulan terdapat seorang gadis dengan mata silver.


mata yang tampak indah tapi karena mata itu juga dia gak bisa melihat dengan jelas dan dia sekarang melanjutkan tidurnya kembali.


...----------------...


Olivia pergi ke kamar Chloe untuk membangunkannya dan saat dia masuk dia melihat Chloe sedang berdiri di samping jendela.


angin dari luar masuk pelan pelan dan membuat rambutnya berterbangan tampak sangat indah.


"Chloe apa yang kamu lakukan dan kenapa kamu sudah membuka perban di matamu itu" tanya Olivia kepada Chloe yang tampak sedang melihat keluar jendela.


di luar jendela terlihat kota sedang melakukan aktivitas nya seperti para pedangan sedang berdandan.


"Olivia aku sedang menikmati hembusan angin pagi" kata Chloe sambil menengok ke arah Olivia.


Olivia mengajak Chloe pergi sarapan dan mereka mengobrol sambil makan.


"Olivia lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan"


"tapi mata kamu"


"tenang saja salah satu skill ku sudah berevolusi dan sekarang aku sudah bisa melihat walaupun tidak sebaik dulu"


"kalo kamu memang memaksa"


Chloe dan yang lainya sekarang sedang bersiap-siap untuk berangkat.


mereka pergi untuk pamit kepada pemimpin kota ini yang seorang manusia.


tapi dia bukanlah pemimpin yang korup dan jahat tapi dia adalah pemimpin yang baik kepada semua orang dan tidak memandang ras.


hal itu di karenakan dia memiliki istri yang seorang beastman jadi kotanya kini terbuka untuk semua kalangan.


pemimpin kota itu menyuruh Olivia dan yang lainnya untuk tinggal lebih lama sampai luka Chloe sembuh tapi Chloe menolak karena sudah merasa baikan.


dan sekarang para rombongan mulai memasuki lingkaran teleportasi.


.


.


.


.


.


.


author bingung mau bilang apa di penutupan jadi cuman terimakasih.