
...perjalanan ke kerajaan beastman : penyerangan di ibukota (End)...
satu Minggu berlalu Tampa terasa aku bersama Olivia selama satu Minggu ini pergi jalan-jalan di kota Moribus.
setelah di beritahu kalau lingkaran teleportasi menuju ibukota kerajaan beastman sudah siap kami semua langsung bergegas berangkat.
setelah itu kami pergi ke bangunan yang di letakkan lingkaran teleportasi.
sesaat kami menaiki sebuah panggung berbentuk bundar dan diatasnya ada sebuah pola sihir yang rumit.
di sekitar kita langsung bercahaya putih terang dan kami berpindah tempat.
di ruangan ini ada banyak hiasan yang membuat tempat ini menjadi lebih mewah dan cantik.
kami berjalan keluar dan aku melihat ada banyak sekali bangunan mewah era abad pertengahan.
dan aku melihat banyak manusia hewan dimana mana aku cuman melihat sedikit manusia di tempat ini.
"Chloe" kata Olivia dan aku langsung menengok ke arah nya.
"ada apa Olivia?" tanyaku kepada Olivia yang memanggil ku.
"selamat datang di ibukota kerajaan beastman Wilde" kata Olivia dan dilanjutkan "aku akan memperkenalkan diri dengan formal namaku Olivia von Wilde putri pertama kerajaan Wilde atau manusia mengenalnya dengan kerajaan beastman" kata Olivia dengan anggun.
"ah ok" jawabku biasa saja yang membuat Olivia kesal karena sikap ku yang sepeti itu saat tau kalau Olivia putri pertama.
"kenapa kamu bersikap biasa saja" teriak Olivia kepadaku.
"ya aku tau sifat mu sebagai Olivia dan aku menganggap kamu sebagai temanku bukan sebagai putri jadi aku gak terlalu peduli dengan identitas mu yang sebagai putri kerajaan" jawab ku dengan tenang.
"itu memang kau" jawab Olivia sambil tersenyum kecut.
ya selama perjalanan ini aku dan Olivia menjadi dekat dan aku yang sekarang sudah tidak terlalu mempedulikan identitas yang dia miliki.
"hahahaha... ini pertama kalinya ada orang yang tidak mempedulikan identitas asli milik putri rubah emas" tawa Tigris dengan lantang.
setelah itu kami semua pergi ke bangunan yang paling besar dan paling megah yang terletak di tengah-tengah kota.
awalnya Olivia mengajakku untuk tetap di dalam kereta tapi aku menolaknya karena aku punya perasaan yang kurang enak hari ini.
aku merasa kalau sesuatu yang buruk akan terjadi jadi aku ikut Tigris di luar dan bersiap siap untuk menghadapi bahaya.
15 menit.
kami sudah dekat dengan istana tapi bahaya itu belum muncul jadi aku berpikir kalau itu cuman perasaan Tampa dasar.
kami akhirnya berada didepan istana sepanjang jalan banyak warga yang berkumpul untuk menyambut kepulangan Olivia.
aku menyuruh Olivia untuk tidak membuka jendelanya karena perasaan aneh yang ku rasakan.
dan saat di depan kastil Olivia nekat untuk membuka jendelanya padahal sudah jelas jelas aku larang.
sebuah bola seukuran bola bisbol di lemparkan kedalam kereta dari jendela yang Olivia buka.
aku yang berada di sisi lain merasakan bahaya langsung mencoba membuat pelindung di sekitar Olivia.
naas aku telat dan kereta kuda yang dinaiki Olivia keburu meledak.
duar
Olivia langsung terlempar kearah ku dan aku langsung menangkap Olivia yang penuh luka.
"Olivia kenapa kamu membuka jendelanya padahal sudah ku peringatkan" teriakku pada Olivia.
"m-aaf a ku ti d ak men den gar kan k amu" kata Olivia terpatah patah.
"diam dulu aku akan menyembuhkan mu" kata ku sambil menggunakan light art support jenis penyembuhan.
tapi sayang aku kurang bisa menggunakan light art tipe support aku lebih jago menggunakannya dalam bentuk fisik.
aku cuman bisa mengobati luka kecil aku gak bisa mengobati luka bakar yang besar akibat ledakan.
mereka yang melihat Olivia disembuhkan oleh ku mencoba menyerang ku di berbagai arah.
tapi aku membuat pelindung yang kokoh lebih kokoh dari sebelumnya.
duar
duar
boom
boom
dan aku langsung membuat ribuan pedang untuk menghujani mereka.
dan tak lupa aku membuat perisai untuk para penduduk agar gak terkena terlalu parah dari dampak pertempuran ini.
Tampa aku sadari mereka membawa sebuah artefak tingkat tinggi yang bahkan bisa menembus kulit naga tanah dengan mudah yang notabenenya seorang tanker sejati.
serangan dari artefak berbentuk tombak itu berhasil menghancurkan pertahanan yang aku buat.
dan benda itu di kasih peledak dan meledak sesaat perisai yang aku gunakan untuk melindungi aku dan Olivia hancur.
boom
walaupun Olivia berhasil aku lindungi dari ledakan itu dan tidak terkena dampak ledakan yang kedua.
berbeda dengan Olivia yang tidak terkena dampak ledakan yang kedua aku lebih tepatnya punggungku terkena langsung ledakan itu dan di tambah punggungku langsung tertancap sebuah tombak.
"aaaaa itu sakit 🐕" teriakku sambil mengumpat kepada orang yang menyerang menggunakan artifak itu.
walaupun tubuhku sekarang sudah mulai beradaptasi dengan kekuatan besar didalam tubuhku tetap saja ini sakit.
aku menarik tombak yang menembus tubuhku sampai ke perut dan perlahan lahan semua luka yang aku terima tertutup secara sempurna Tampa bekas luka.
Olivia yang melihat sebuah tombak menembus perutku dan tubuhku di penuhi darah dia menangis.
setelah aku menaruh banyak pelindung berlapis lapis pada Olivia aku langsung mengambil artefak itu dan mengembalikan nya kepada si punya dengan kecepatan hypersonic.
jika kalian bertanya dari mana aku tau kalau tombak itu adalah sebuah artefak.
ya itu dari kaca mata yang aku pakai kaca mata ini seperti kaca mata di film sci fi yang bisa memindai kekuatan orang dan senjata.
dan kalau ini bisa memindai orang kok bisa terserap? ya karena aku mematikan fungsi ini di karenakan banyak orang jadi aku bisa pusing kalau di kasih informasinya sebanyak itu kedalam otakku.
setelah tombak itu aku lemparkan kembali kepada orang yang melemparkan itu.
tubuh orang itu langsung bolong di bagian perut jadi kayak sunder bolong.
dan yang lainnya melihat aku mengembalikan serangan yang pemimpin mereka lemparkan mereka semua ketakutan.
dan saat aku mau merantai mereka semua yang berusaha membunuh Olivia mereka langsung meminum sebuah pil berwarna merah, seketika tubuh mereka meledak dengan keras.
boom
boom
boom
percikan darah berhamburan kemana mana.
"cih pil ledakan mana pil yang jika di telan akan meledakkan mana yang ada di dalam tubuh penggunanya" kata ku kesal kepada mereka.
note author : mana\=mp
setelah mereka meledak para prajurit istana datang ketempat kejadian.
banyak warga yang menderita luka dari yang serius dan bahkan ada yang sampai mati.
untuk Olivia dia segera dibawa masuk oleh para prajurit dan yang tak aku sanka Tigris yang tampak kuat dia juga terluka sama parahnya dengan Olivia.
dan para prajurit yang ikut mengawal Olivia dari kerajaan manusia ada dua dari mereka yang mati.
dan yang lainnya memberitahu kalau aku yang mengawal Olivia kesini sampai selamat.
aku menemani Olivia untuk dibawa untuk di obati lebih lanjut awalnya mereka mencurigai aku tapi berkat para prajurit yang bersama kami memberikan kesaksian aku jadi di perbolehkan ikut Olivia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(maaf kemarin author gak update karena sedang malas)