Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 1 prolog volume 2



Silvian muntah dihadapan ku dan itu menjijikan "Hey, jangan muntah sembarangan" ucapku sambil menutup mata dan hidung ku.


"Asal kamu tau saja ya, aku ini cuman suka cewek bukan cowok" dia terlihat kalau sudah pernah melihat hal terlarang bagi seorang pria.


"Ya ya ya, cepat bersihkan itu dulu" aku masih gak tahan melihat nya "Ya iya, clear"


"Baiklah daripada kita ngomong hal yang gak guna lebih baik kita membicarakan hal lain"


"Oh apa itu"


"Siapa yang membuat mu terlahir kembali?" aku langsung bertanya tentang hal itu karena kepo apakah Sivery tetap terlibat.


"Seorang Dewi cantik yang bernama Sivery Dewi yang disembah oleh kerajaan suci axilis" dan dugaan ku ternyata benar.


"Satu hal lagi, sudah berapa lama kamu di dunia ini"


"Kurang lebih sudah 300 tahun"


"huh, yang benar saja"


"Iya, tapi ini cuman tubuh clone dan tubuh asli ku itu jauh dan jauh lebih kuat dari tubuh ini"


"Kenapa kamu mirip seseorang "


"aku dapat skill clone dari Sivery dan aku juga membangun kerajaan ini dengan teknologi modern yang aku ketahui " entah kenapa si bajingan ini tampak bangga.


"Teknologi primitif ini kamu bilang modern" bagiku teknologi di tahun 2021 itu primitif sekali dan di zaman itu juga Indonesia yang sangat aku cintai belum sekuat di zaman ku.


"Asal kamu tau saja ya, membawa kerajaan ini yang di jauhi oleh kerajaan manusia menjadi makmur seperti sekarang itu sulit"


"Ya ya ya ya, dan ini surat dari guild master kota black wall" aku menyerah kan surat yang dititipkan kepada ku dan aku bisa tenang sekarang.


"Oh surat dari anak ingusan itu"


Sudah beberapa hari sejak aku menginap di tempat olivia dan aku disini juga sesekali mengajak silvian berlatih tanding.


Tapi yah hasilnya aku selalu kalah melawan mahluk biadap itu "Kenapa kamu bisa sekuat ini"


"Aku sudah hidup lebih lama daripada kamu jadi wajar kan"


Pengalaman kah, sayang sekali pengalaman itu tidak bisa dibeli dan pengalaman jugalah yang membedakan seorang pekerja keras dan pemalas.


Dan lagi, aku ingin membalas Sivery yang membuatku seperti ini jadi aku gak boleh menyerah, gak aku harus mencapai tujuan ku.


Apa aku akan mendapatkan kembali apa yang hilang dari ku kalau aku berhasil mencapai nya?


Lebih baik aku segera memperkuat diri ku, aku harus segera mencapai level max.


"Olivia, terimakasih ya telah menerima ku selama seminggu ini"


"Gak papa lah kamu kan sudah menyelamatkan diri ku"


Setelah berpamitan aku segera pergi ke kota Moribus tapi tidak lewat teleportasi, aku akan menelusuri daratan untuk sampai ke kota Moribus.


Dan hal itu seharusnya sepi jadi aku bisa dengan bebas menggunakan seluruh kekuatan ku.


Aku akan menjadi kuat secepatnya dan aku tidak boleh menyerah.


Aku keluar dari ibukota kerajaan beastman dan langsung berlari menuju ke kota Moribus, perjalanan ku selama sebulan untuk ke kota Moribus.


Perjalanan yang aku lalui dengan penuh monster yang menghalangi.


Tapi itu tidaklah berarti bagiku yang mengincar posisi seorang dewa di dunia ini, aku pasti naik ke alam dewa dan memukul wajah Sivery itu.