Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 6



...jalan jalan di kota...


setelah terbangun aku langsung pergi kebawah untuk makan dan juga tidak lupa aku membawa pedangku.


"Chloe selamat pagi"


"selamat pagi Irina apa sarapannya udah siap"


"ya udah siap sarapannya silahkan makan"


'huuu makanan ini lagi'


aku langsung makan dan berbincang sedikit dengan Irina yang duduk semeja denganku.


"Chloe kamu dari kota mana" tanya Irina.


"aku tinggal bersama guruku di hutan karena aku sudah lumanyan kuat di suruh guru untuk keluar cari pengalaman" jawabku yang tentunya bohong.


"jadi begitu kaku sudah selesai makan tunggu di depan sebentar karena ada hal yang harus aku urus" kata Irina


"ya baiklah akan kutunggu"


aku pun menunggu Irina sambil makan makanan yang aku beli dari pedangan keliling.


makanan yang aku beli seperti sate tapi terbuat dari daging moster dan rasanya lumanyan dari pada cuman makan roti yang sekeras batu.


'huuu aku rindu makan makanan bumi' keluh ku dan tiba tiba ada suara dari belakang sambil menepuk pundak ku.


"maaf membuatmu menunggu lama" katanya sambil tersenyum.


"ya gak apa apa aku juga masih makan"


"kalau begitu ayo kita langsung pergi ke toko pakaian matahari mulai menunjukkan dirinya" katanya sambil menarik tanganku.


"baiklah" kami pergi ke sebuah bangunan.


"selamat datang" ucap seorang wanita dengan rambut coklat.


"kami mau membeli pakaian" kata Irina


"wah ada banyak pakaian disini" kataku saat melihat pakaian perempuan.


"hey Chloe apa kamu suka ini" kata Irina menunjukkan gaun bewarna putih.


"kenapa kamu pikir aku cocok dengan gaun ini?"


"yah karena warna rambutmu"


"oh jadi gitu" jawabku dengan datar.


sepertinya ini pertama kalinya aku menunjukkan wajah datar di dunia ini.


"jangan gitu ayo coba pakai pasti cocok"


"ya baiklah"


aku masuk keruang ganti baju dan hendak mengganti baju.


'ini kan pertama kalinya aku memakai baju sendiri dan dadaku lumanyan... eh apa yang aku pikirkan aku lelaki jantan tetap lelaki jantan walupun ditubuh begini aku pasti akan dapatkan tubuh lelaki lagi' batinku menyemangati diri.


'Alvis apa ada skill yang bisa merubah tampilan tubuh'


[ada tapi percuma kalau yang pakai tuan karena tuan di kasih kutukan pada Sivery agar bentuk tubuh tuan tidak berubah]


'yah dia lagi males aku kalau gitu'


sesaat selesai ganti pakaian aku keluar dan Irina melihatku dengan tatapan melongo.


"ada apa, apa ini aneh" tanyaku.


"ah tidak kamu sangat cantik" sambil mengacungkan jempol.


"selanjutnya ini" lanjutnya


"ehh lagi gantian kamu dong"


"aku nanti aja kamu duluan sana"


yah perasaan ku benar aku jadi boneka dandan sama Irina hampir tiga jam lamanya.


"aku lapar Irina bisa kita berhenti sekarang"


"ah maaf aku keasikan dan lupa waktu"


"yah gak apa apa "


"maaf kami mau beli yang ini" kata Irina.


"yah aku datang" ' cuman beli satu aja lama banget dasar miskin' gumam gadis penjaga toko.


aku yang melihat wajah nya itu langsung tau apa yang dia pikirkan.


"maaf aku gak jadi beli ini" ucapku yang membuat di tampak sangat kesal.


"tapi aku mau beli semua baju yang sudah aku pakai berapa semuanya" saat aku mengatakan itu dia langsung kaget gak percaya jadi aku langsung mengeluarkan kantong penuh uang.


"semua nya seharga 5 gold" ucapnya dengan sombongnya.


aku langsung memberikan lima gold itu padanya"tolong bungkus semuanya"


"baik akan aku bungkus" dia langsung berlari membungkus semua baju ini dan totalnya itu ada sekitar 20 lebih.


"Chloe kenapa kamu membeli ini semua" tanya Irina dengan wajah bingung.


"tenang aja kan aku cuman punya satu baju jadi aku mau beli banyak aja" ucapku sambil tersenyum pada Irina.


"ini terimakasih telah berkunjung" kata wanita tadi sambil memberikan karung yang berisi pakaian.


"ya" jawabku datar


repot banget bawa baju banyak gini Alvis apa kamu ada system penyimpanan gak?'


'kenapa harga yang kamu tawarkan selalu tidak masuk akal sih'


[itu sebanding dengan kegunaan nya]


'sudahlah beli sana'


[-1.000.000]


[tuan karena tidak ada orang yang memiliki system penyimpanan atau inventori jadi jangan gunakan di tempat umum ]


'ya aku tau aku gak sebodoh itu'


[...]


"Chloe ngapain ngelamun ayo cepat kita ke restoran katanya kamu lapar"


"oh iya Irina apa ada yang menjual tas dimensi"


"itu di jual di toko peralatan yang biasanya di gunakan petualang"


"maaf tapi bisa ke sana dulu"


"ya bisa saja lagian kan dekat sini"


"terimakasih"


"ya sama sama"


kami pun pergi ke toko peralatan dan saat masuk berbeda dengan toko baju kita disini gak langsung di sambut si penjaga toko.


yang menjaga toko ini adalah pria tua sekitaran 50 tahunan berkumis tebal.


"maaf aku mau beli tas dimensi" saat aku bertanya kepada nya dia langsung menatap tajam kearah kami.


'alvis kenapa Irina gemetaran'


[itu karena dia di tekan oleh aura membunuh]


'jangan jangan yang ngasih aura membunuh'


karena aku sadar dia mengasih aura membunuh aku langsung membalasnya dengan aura membunuh juga yang membuat dia kaget.


'apa apa-apaan ini dia gak terpengaruh oleh tekanan yang aku berikan dan malahan dia melawan dan menjatuhkan ku siapa sebenarnya gadis ini' batin si penjaga toko.


setelah itu dia langsung mengubah sikap.


"maaf apa anda jual tas dimensi" aku mengulangi kata kataku sambil tersenyum.


"y- ya ada mau yang ukuran berapa" 'di balik senyum manisnya ada sosok yang bisa membunuh orang dengan mudah'


"ini yang berukuran 3×3 meter seharga 5 black gold dan 5×5 meter seharga 7 black gold" kata penjaga toko sambil mengeluarkan tas tas dimensi.


'mahal juga alvis'


[ya saya tau apa yang tuan inginkan -7 koin]


"ini aku beli yang 5×5 " sambil mengeluarkan 7 black gold.


"ya datanglah lagi lain kali" ' sungguh masih muda tapi sudah sekuat itu ' batin penjaga toko.


"Irina sudah gak apa-apa"ucapku menenangkan Irina karena masih melihat dia ketakutan.


"sekarang ayo pergi ke restoran aku yang traktir jadi kamu bisa makan sepuasnya" lanjut ku.


"ya baiklah"


'iris bisa gak kamu sambungkan inventori ke tas dimensi ini'


[bisa memulai proses 1% ...10% ....20%.......30%.....50%....90%...100%


penggabungan proses selesai]


'kalau gitu aku langsung mencobanya'


aku memasukkan semua baju yang tadi aku beli di tas dimensi.


dan layar biru muncul di depanku.


[menyimpan 23 baju dunia ini]


'wah jarang jarang Alvis gak meminta bayaran' batinku.


kami langsung sampai di restoran dan Irina langsung makan banyak.


"terimakasih Chloe karena mentraktirku makanan mahal"


"gak apa apa kamu kan udah ngebantu aku banget dengan menunjukkan isi kota" aku berterimakasih kepada Irina karena dia menunjukkan kota ini pada ku karena saat sedang jalan tadi dia sambil memberitahu banyak hal.


kenapa dia baik sekali kepadaku ya? yang baru dia temui' batinku.


yah mungkin dia sangat baik pada semua orang' lanjutku.


"maaf Irina habis ini bisa tidak kita pergi ke guild petualang karena aku ingin membuat identitas"


"ya baiklah"


sesudah makan kami pergi ke guild petualang dan jaraknya yah cuman 300 meter jadi sebentar aja sudah sampai.


.


.


.


.


.


(mohon kritik dan sarannya terimakasih telah membaca)