Holy Vampire.

Holy Vampire.
Chapter 24



...Kematian seorang rank S...


Melihat dada Chloe yang ditusuk aku mejadi sangatlah marah aku menggunakan sepesial skill milikku yang akan menyebabkan efek samping.


"Beraninya kamu menyentuh Chloe" teriakku dengan penuh amarah, Aku berusaha menyerang iblis itu dengan brutal tapi aku malah dipukul mundur.


Aku yang punya gelar pantience gelar yang akan memperkuat kekuatan terus melawan iblis itu, saat aku berhasil memojokkannya tiba-tiba kekuatan nya meningkat.


"aura jahat ini" kataku yang merasakan aura yang dikeluarkan oleh iblis "jadi begitu kamu pemilik gelar kemarahan" seringai ku yang merasakan gelar wrath.


Sungguh hal yang sial aku melawan musuh alami ku tapi karena dia berani melukai Chloe aku pasti akan membunuh "mahluk sialan aku pasti akan membunuhmu" teriakku kesal sambil mengarahkan pedang ku kepadanya.


Kami akhirnya bertarung dengan sengit sampai sampai wilayah disekitar pertarungan hancur berkeping-keping, tapi untungnya para warga sudah di evakuasi.


Karena di sana ada Avila itu pasti akan membuat Chloe sedih 'aku berharap Chloe masih hidup' batinku sambil meneteskan air mata.


Saat aku sibuk bertarung tiba-tiba Chloe terbangun, saat bangun dia seperti menyiapkan sebuah jurus untuk membunuh iblis itu. Aku senang karena dia masihlah hidup dan karena itulah juga aku pasti tidak akan mati.


Setelah dia selesai menyiapkan jurus pamungkas nya itu dia mulai ikut dalam pertarungan, seperti menunggu celah yang tepat untuk membunuh iblis itu. Saat dia menemukan celah dia langsung menyuruh "Arnold mundur" bentak Chloe dengan keras.


Aku langsung mundur dan Chloe membakar iblis itu dengan api yang sangat besar dan kuat untuk memusnahkan aura jahat yang bersemayam di tubuh Aegle. Itulah yang aku rasakan aura jahat dari tubuhnya itu mulai menghilang yang berarti dia telah bebas.


'apa cuman sampai sini?' batinku yang membuat kesadaran ku mulai menghilang 'aku ingin bersama Chloe lebih lama lagi' batinku saat ajal menjemput.


"baiklah aku akan kabulkan apa yang kamu inginkan" suara seorang pria misterius di kepalaku.


...----------------...


Aku pergi ke tempat pertarungan tapi yang aku lihat adalah Chloe yang sedang menangis, dia menangis sambil memegangi tubuh Arnold.


Alam mulai meneteskan air dan cambuk terdengar begitu menyeramkan. Sebuah petir besar gabungan dari petir petir kecil mulai bersiap untuk menyambar Chloe.


Saat petir itu mulai menyambar Chloe mengeluarkan sebuah aura yang amat mengerikan dan auranya itu membuat petir menarik diri seperti takut dengannya.


Saat para pahlawan lainya sampai dia melihat Arnold di tanah sudah tak bernyawa "itu gak mungkin kan" kata Aiolos yang tidak percaya.


"Padahal Arnold itu sangat kuat tapi masih aja kalah" itulah yang dikatakan oleh Veritas "benar aku juga tidak percaya" balasku menanggapi omongan veritas.


"hei apa Aegle baik-baik saja" kata psikhe yang khawatir, saat dia ngomong begitu aku harus sadar dan bergegas menuju ke arah Aegle.


"syukurlah dia baik-baik saja" kataku yang melihat tubuhnya tidak terluka berat "apa ya yang terjadi saat dia dirasuki" kata Homados kagum.


Eirene kesal dan dia menggunakan "light" sebuah cahaya terang tercinta dan membuat mata kami sementara "kalian ya dia kan perempuan masak dilihat begitu saja tampa busana" katanya kesal.


Saat kami sedang canda dan tawa Chloe merasakan rasa sakit yang sangat besar, sebuah aura mematikan selalu keluar dari tubuhnya dan itu mulai membuat kami kesulitan bernapas.


Para petualang mulai berdatangan tapi mereka ketakutan dengan aura yang di keluarkan oleh Chloe, dia sepertinya sangat marah dan sedih.


Dan karena aura itu juga para monster pergi menjauhi kota "hei apa semua baik-baik saja" tanya paladin yang bersama kami, dia baru saja datang karena harus membantu para pengungsi.


"lihatlah" kataku menunjuk ke Chloe yang sedang marah, dia tau dan mengatakan "ayo pergi jangan ganggu dia dulu nanti kalau kalian kena imbasnya malah bahaya dan jangan lupa bawa Aegle" katanya memperingati.


kami akhirnya pergi ketempat pengungsi "kalian istirahat lah dahulu aku akan menghubungi guild petualang" kata si paladin meninggalkan kami.


"baiklah tapi aku ikut" kataku kepada si paladin yang bernama Giel "baiklah tapi yang lainnya istirahat" akhirnya kami pergi kesebuah bangunan yang masih bertahan.


Kami masuk dan disana ada banyak orang yang terluka bangunan ini adalah guild petualang kota Eater "maaf bisakah hubungi kota pusat petualang" kata Giel kepada resepsionis.


"sang singa angkuh Leon" kata resepsionis itu dengan wajah yang serius "baiklah kalau begitu" kata Giel mengundurkan diri dan saat kami mau pergi terdengar sebuah ledakan besar.


"Yo sepertinya kalian butuh bantuan" kata seorang pria besar dengan jenggot yang tebal "tuan Panthera" kata Giel yang melihat pria besar itu.


Sesaat setelah itu aura mematikan meledak dan membuat para petualang ketakutan "apa itu iblis" kata resepsionis "bukan itu, aku sangat kenal dengan aura ini. Ini milik Chloe saat sedang sangat marah" kata phanthera.


"apa yang sebenarnya terjadi" lanjutnya, aku sebenarnya tidak berani berbicara tapi untungnya Giel berani "Arnold terbunuh" katanya yang membuat phanthera kaget.


"jadi dia memakai skill itu" kata phanthera tidak percaya "skill apa?" tanyaku penasaran yang keceplosan "itulah skill yang mampu membuat dia melampaui ku" katanya menyeringai takut.


"baiklah sudahi dulu basa-basi nya aku akan pergi ke tempat Chloe bisa bahaya jika dia mengamuk" katanya yang langsung menghilang dari hadapan kami semua.


...----------------...


'sungguh tidak bisa dipercaya jika Arnold akan mati disini' batinku yang terus maju ke depan. Di depan sana aku melihat Chloe yang terus-terusan mengeluarkan aura membunuh.


"Chloe sudah hentikan itu" kataku mendekati Chloe "phanthera diam jangan ganggu aku kalau gak mau ku bunuh" kata Chloe menatap ku dengan penuh amarah.


"hal itu tidak akan membangkitkan Arnold jadi kita urus saja dia dulu" kataku menenangkan Chloe "diam diam gegara aku Arnold mati" kata Chloe yang sudah kehilangan keanggunan.


Ini pertama kalinya aku melihatnya begitu, dia yang biasanya anggun sekarang malah tampak seperti orang gila yang tubuhnya acak-acakan.


Hal ini pasti sangat melukainya "ayo kita urus dulu Arnold" kataku sambil membawa tubuh Arnold pergi ke kota Moribus. "aku tidak bisa aku tidak bisa" kata Chloe yang putus asa.


Dia pergi terbang menjauh dengan emosi yang kurang stabil "yah biarkan dia sendiri dulu nanti juga kembali, dan untuk Arnold dia sudah terlalu lama hidup jadi biarkan lah dia istirahat" kata ku yang membuat tubuh Arnold perlahan-lahan berubah.


telinganya kini mulai memanjang rambutnya memutih dan kulitnya mengerut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


yah belum bisa hari ini crazy up