Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 26



...perjalanan ke kerajaan beastman : kota Moribus...


saat Olivia terbangun dia tidak dapat menemukan Chloe di samping nya.


Olivia beranjak keluar dan menemukan pintu terbuka Tampa di tutup.


dia melihat Chloe sedang melakukan olahraga pagi dengan menggunakan benda aneh dimatanya, walaupun Olivia tidak tau benda apa yang dipakai Chloe.


dia terpesona dengan kecantikan Chloe saat memakai benda di matanya itu. Chloe yang sadar dirinya sedang di amati dia langsung berbalik kearah Olivia dan menyapa Olivia.


"Olivia kamu sudah bangun" tanya ku pada Olivia yang masih tampak setengah tidur.


Olivia yang mendengar itu langsung sadar dari lamunannya dan berjalan menuju kearah Chloe.


"Chloe benda apa yang kamu pakai itu kayaknya cantik" tanya Olivia penasaran kepadaku.


"ini yang ku pakai adalah kacamata untuk membantu pengelihatan kalau kamu mau aku bisa kasih yang untuk bergaya" jawab ku menanggapi pertanyaan Olivia.


'alvis beli kacamata yang cocok untuk Olivia dan harga yang normal Oky'


setelah membeli kacamata itu aku mengeluarkan nya dari cincin penyimpanan.


karena cincin penyimpanan ku sudah terhubung dengan inventori jadi gak akan menimbulkan hal yang aneh.


kacamata yang aku beli untuk Olivia itu berwarna seperti ekor dan rambutnya.


ekor milik Olivia itu besar dan lembut jadi kalau tidur aku sering menggunakan nya untuk jadi guling.


dan ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Olivia itu sangat lucu saat aku pegang ekornya, yah saat masih awal awalan dia merasa aneh dengan kebiasaan ku.


tapi aku bilang kalau aku itu suka sesuatu yang berbulu lebat dan bersih dan ekor Olivia itu hal yang paling cocok dengan itu.


setelah dia mendengar penjelasan dari ku dia membiarkan aku untuk memegang ekornya jadi setiap kami tidur aku selalu memegang ekor milik Olivia.


dan karena itu juga aku selalu tidur dengan nyenyak karena dulu saat di bumi aku selalu tidur dengan kucing kesayangan ku yang punya bulu lebat.


aku memberikan kacamata itu kepada Olivia dan dia tampak sangat senang.


kami melanjutkan perjalanan dan sepanjang jalan ini seperti taman.


karena moster yang ada levelnya di bawah 50 semua jadi bisa di bunuh dengan mudah.


kata Olivia kenapa moster di sini lemah itu karena ini dekat dengan kota para petualang Moribus.


kota yang di pusatnya ada dongeon yang amat besar yang membuat kota ini di penuhi oleh orang orang dari penjuru benua Laurasia.


di sini ada banyak manusia dan ada banyak beastman dan ada dwarf tak luput juga elf.


semua ras di benua Laurasia berkumpul di kota ini dan kota ini juga dekat dengan laut sekitar 100+ km"


"Olivia kenapa kamu mau diplomatik dengan manusia? padahal kamu tau sendiri kalau manusia itu mahluk yang jahat" tanyaku pada Olivia kenapa dia mau datang ke kerajaan manusia padahal dia tau kalau dia bisa jadi target pembunuhan.


"ya itu karena aku percaya kalau ada manusia yang baik seperti Chloe" kata Olivia sambil tersenyum penuh kepercayaan.


Olivia percaya kalau Chloe itu gadis yang baik dikarenakan dia bahkan mengorbankan matanya untuk mengalahkan naga.


padahal dia itu bisa kabur dengan mudah kalau dia tidak mempedulikannya. jadi karena alasan itulah Olivia dan Chloe menjadi dekat.


dan untuk Tigris dia awalnya tidak percaya kepada Chloe tapi setelah melihat Chloe melindungi Olivia dia mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Chloe.


"begitu ya" jawabku sambil tersenyum pada Olivia.


tak lama kemudian kami telah sampai di kota Moribus kota para petualang.


kami mampir ke kota itu sebentar dan langsung menggunakan lingkaran teleportasi menuju ke ibukota kerajaan beastman yaitu Wilde.


titik teleportasi di kota petualang itu sudah di modernisasi yang membuatnya bisa menempuh jarak lebih jari satu juta km.


niatnya mau mampir sebentar tapi di karenakan titik teleportasi itu baru saja di gunakan jadi harus menunggu selama satu Minggu.


akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dulu hari ini karena sudah sangatlah lelah.


aku sekarang terbangun di pagi hari yang cerah aku membuka jendelanya dan terlihat Olivia masih tertidur di kasur, aku gak tega membangunkannya jadi aku biarkan dia sendiri.


kota petualang terlihat lebih besar dan lebih ramai dari kota kota yang pernah aku kunjungi.


bahkan kota ini 2 kali lebih besar dari ibukota Gemini dan penduduk di sini sangat beraneka ragam.


walaupun begitu disini tidaklah luput dari yang namanya perbudakan.


aku keluar kamar dan melihat Tigris sedang mengelus-elus pedang besar yang dia bawa.


aku yang melihat kesempatan ini berencana untuk mengagetkan dirinya.


"dimana putri kenapa kamu sendirian" tanya Tigris Tampa memandangi ku.


"cih dasar kamu aku padahal berniat mengagetkan kamu! Olivia masih tidur dan aku mau jalan-jalan pagi sebentar" kataku sambil berjalan ke arah pintu keluar.


jadi aku meloncat-loncat di atas atap untuk pergi ke tempat para petualang berkumpul.


oh aku hampir lupa menjelaskan di kota ini terbagi menjadi dua yaitu tempat elit dan tempat biasa.


tempat elit biasanya digunakan oleh petualang rang B ke atas dan para bangsawan.


ternyata system peringkat kini telah berubah dari yang Alvis berikan dulu.


rank berdasarkan level nya


G level 20-


F 20 - 50


E 50 - 80


D 80-100


C 100-150


B 150-200


A 200-300


S 300-400


SS 400+


jadi itu konsep rank yang lengkap.


rumah di perumahan elit itu besar besar dan kalau di perumahan biasa ya itu cuman biasa saja.


dan juga dongeon di kota ini bukan cuman da satu tapi ada 3 satu di tengah dan 2 di kiri dan kanan.


yang di tengah itu dungeon tower yang menjulang ke langit sedangkan yang di kiri dan kanan itu dungeon bawah tanah yang menembus jauh di bawah.


aku pergi mencari penjual sate di pinggir jalan karena aku rindu dengan makanan seperti itu.


selama di perjalanan makanannya itu selalu di siapkan oleh koki jadi itu makanan elit semua.


setelah beberapa saat aku menemukan penjual keliling seperti itu dan membeli beberapa dan langsung kembali ke tempat Olivia.


karena aku sudah pergi lumayan lama nanti malah di cari cari sama olivia.


aku langsung menggunakan skill teleportasi ke kediaman tempat aku dan Olivia singgahi.


aku langsung sampai di halaman depan kediaman itu dan langsung masuk.


terlihat Olivia yang masih menahan rasa kantuknya duduk di meja makan.


"Olivia" teriakku memanggil Olivia.


"Chloe dari mana saja kamu" tanya Olivia yang masih ngantuk itu.


"aku cuman keluar mencari makanan ini" aku menjawab pertanyaan Olivia sambil memberikan bungkus sate.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yo kawan hari ini author bisa upload 2 chapter jadi kalian beri semangat terus ke author biar di lanjut novelnya.