Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 5



...kota Black wall...


"Alvis sekarang ini lebih baik ngapain?" tanyaku lesu kehilangan semangat.


[lebih baik sekarang pergi ke kota dan menjadi petualang]


"ok Kali begitu di mana kota terdekat"


[di sebelah barat sekitar 200 km dari sini]


aku langsung pergi ke tempat yang di katakan Alvis.


perjalanan yang mudah dan membosankan.


"Alvis gimana caraku agar jadi lebih kuat biar bisa melawan Sivery walaupun cuma clone aku tetap ingin menghajarnya"


[Alvis sudah punya rencana dan tuan tinggal mengikuti apa yang Alvis rencanakan]


"baiklah aku akan mengikuti rencana mu"


dan di tengah tengah perjalanan ada kawanan orc.


"wah wah wah dengan begini aku bisa naik level lagi"


[ tuan harap hati hati jumlah orc sebanyak ini tidaklah wajar mungkin mereka di pimpin oleh orc king yang bisa lebih kuat dari naga yang pernah tuan lawan ]


"aku akan lebih hati hati "


"pedang" ucapku sambil mengangkat tangan ku.


aku membuat pedang cahaya di langit yang berjumlah ribuan.


"jatuh" ucapku sambil menjatuhkan tanganku.


pedang pedang itu terjatuh dan menghantam para orc.


ada beberapa orc yang selamat dan aku langsung menggunakan blood art dan membuat duri duri besar yang menjulang keatas dan menusuk mereka.


level up


level up


level up


level up


level up


level up


level up


level up


level up


level up


"hahaha aku naik 10 level"


setelah itu aku langsung melesat menggunakan light step dan melesat kearah kota dengan kecepatan penuh.


10 menit kemudian.


"wah pemandangan disini bagus dengan mata hari yang hampir tenggelam dan kota ber benteng yang disinari sinar matahari sore" ucapku kagum dengan pemandangan ini.


aku langsung menuju gerbang kota di situ terlihat beberapa kereta kuda memasuki kota.


dan aku melihat mereka yang memasuki kota memberikan koin perunggu.


' Alvis apa mata uang di dunia ini' kataku pada Alvis di dalam hati biar gak di bilang orang gila.


[ mata


10 bronze 1 silver


1 silver 10 bronze


1 small gold 10 silver


1 gold 10


1 black gold 10


1 diamond 10


1 ruby 10]


'Alvis apa aku bisa menukar koin system dengan uang dunia ini?' tanyaku pada Alvis di dalam hati.


[bisa 1 koin \= 10 koin emas]


'tukar 1 koin'


[ - 1 koin ]


"selanjutnya" kata seorang pria yang tingginya sekitar 180 cm memegang tombak setinggi 250 cm.


"mana indentitas mu" tanya pria tadi.


"identitas saya hilang" jawabku


"ayo ikut aku kalau gitu" kata nya menuju ke ruangan di belakang gerbang.


"ya" jawabku mengikutinya.


"taruh tangan mu di sini" dia menyuruhku untuk menaruh tanganku di bola kristal sebesar bola sepakbola.


aku langsung menaruh tanganku di bola itu dan bola itu bersinar sangat terang.


'apa apa-apaan ini dia punya hati sangat murni seperti seorang anak kecil yang baru lahir' kata penjaga gerbang di dalam hati.


"anu apa boleh aku masuk ke kota" kataku melihat penjaga tadi melamun.


"ah iya kamu harus membayar uang dulu sebelum masuk gerbang" kata dia yang terbangun dari lamunannya.


"berapa?" tanyaku dengan wajah hangat.


"5 koin bronze"


' Alvis apa kamu ada jasa penukaran uang '


[punya tuan]


'beri aku lima koin bronze'


[ menukar 1 koin emas dengan 9 small gold 9 silver dan 10 bronze ]


"ini uangnya" kataku memberikannya penjaga gerbang.


"ok terimakasih karena udah sore kamu lebih baik pergi ke penginapan yang ada di ujung jalan dan besok lebih baik kamu membuat identitas di guild petualang" kata penjaga gerbang.


"baik terimakasih atas informasinya" kataku dengan nada lembut dan hangat.


"dan izinkan aku memperkenalkan ini adalah kota Black wall yang ada di pinggiran kerajaan zensitsu"


" ah terimakasih" ucapku tersenyum lembut.


'sejak kapan aku jadi baik begini?' batinku


[itu salah satu dari efek samping ras Holy vampir tuan]


'jadi efek sampingnya apa aja?'


[tuan akan jadi lebih baik dan suka menolong kepada yang membutuhkan dan tuan akan jadi sangat kejam kepada yang jahat]


'efek samping yang merepotkan'


[tuan bisa menekan efek itu kalau tuan punya skill perlawanan sesat]


'jadi berapa harganya' tanyaku langsung ke intinya karena Alvis pasti minta bayaran.


[ murah tuan itu cuman 100.000 dengan itu tuan gak akan kena efek samping dari ras tuan lagi ]


'dasar mata duitan'


[semua di dunia ini gak ada yang gratis tuan]


'aku tau jadi cepat beli aja'


[- 100.000 koin]


aku langsung berjalan ke penginapan yang di tunjukkan oleh penjaga tadi.


'sungguh gadis yang hebat bisa datang dari hutan moster iblis Tampa pakai armor dan punya hati yang murni dan wajah yang menawan' gumam penjaga tadi.


aku melihat bangunan dengan tulisan "bulan perak. apa ini penginapannya?"


[ ya tuan itulah penginapannya]


'kok kamu tau itu segalanya?'


[karena aku adalah raja pengetahuan] ucap Alvis dengan bangga.


'iya iya kamu hebat' raja pengetahuan apa informasi tentang Sivery aja ada yang kamu gak tau.


"selamat datang di penginapan bulan perak" kata seorang wanita sekitaran umur 13 tahunan.


"aku mau menginap satu Minggu"


"satu Minggu serta makan 14 silver" katanya sambil tersenyum.


"ini 1 small gold dan 4 silver "


"terimakasih untuk sekarang kamu bisa pergi ke sana dulu untuk makan malam" katanya sambil menunjukkan kearah meja kosong.


di tempat banyak berkumpulnya orang.


aku duduk di meja kosong itu dan orang orang menatapku dengan kagum karena kecantikanku aku berpura-pura gak melihat itu.


"ini makanannya" kata wanita tadi.


"terimakasih etto"


"Irina itu namaku"


"ya Irina aku oli.." belum selesai bicara aku langsung batuk.


[itu karena tuan mau memperkenalkan diri menggunakan nama lain dan bukan nama yang Sivery berikan]


'wanita ****** itu'


"..." tatap Irina bingung kepada ku


"maaf maksudnya namaku Chloe"


"ya salam kenal Chloe"


"maaf Irina apa besok kamu bisa nemenin aku keliling kota karena aku baru disini"


"ah karena sesok aku libur jadi boleh aja"


"besok pagi aku tunggu di depan ya" kataku tersenyum.


aku langsung makan roti sup yang di sediakan dan rasanya hambar banget dan juga rotinya sekeras batu.


aku sebenarnya gak butuh makan dan cuman butuh energi sihir tapi aku akan di curigai jika aku gak makan.


selesai makan aku langsung pergi ke tempat Irina.


"Irina dimana kamarku?"


"di lantai dua dan di ujung sebelah kanan itu kamarmu"


ucap Irina sambil memberikan sebuah kunci


"terimakasih" ucapku pada Irina.


'woy Alvis kenapa sifat ku masih tetap baik seperti itu?'


[itu keinginan tuan sendiri untuk bersikap baik itu bukan kesalahan Alvis karena skill perlawanan sesat cuman berefek pada hal hal jahat]


'dasar gak guna jadi percuma aja'


aku langsung pergi keruangan yang di bilang Irina tadi dan langsung pergi tidur.


"akhirnya setelah beberapa saat aku bisa berbaring di kasur" ucapku sambil melepaskan pedang yang ada di pinggul ku.


"aku mau tidur dulu aku lelah"


.


.


.


.


.


.


...( tolong kritik dan sarannya)...