
...Iblis...
"tenang saja kali ini aku datang bukan untuk berduel"katanya sambil mengangkat kedua tangan nya.
"untuk apa guild master datang kesini" tanyaku dengan nada malas.
dia langsung duduk di depanku dan bilang "ada pembunuh petualang di dungeon tower" katanya dengan nada serius.
aku cuman bilang "ohh" karena pembunuhan didalam dungeon itu hal yang normal jadi aku gak terlalu memikirkannya.
"ya kalau yang membunuh itu monster tetapi kalau yang membunuh itu iblis" katanya yang sontak membuatku kaget.
"apa, bagai mana ada iblis dan lagi perang masih lama " kataku kaget karena biasanya ada serangan iblis itu 10 tahun sekali dan ini batu beberapa bulan sejak perang terakhir kali.
"aku juga tidak tahu katanya dari para saksi monster itu bisa sekuat silver princess dan light sword kalau bergabung" katanya sambil mengangkat kedua tangan sebahu.
"kamu bercanda sekuat kita berdua? apa itu bisa sekuat pedang kebenaran yang membuatku selalu kesusahan?" kataku dengan tatapan sinis.
dia yang menyadari tatapan itu cuman tersenyum "maka dari itu aku datang kesini untuk mengajak kamu" katanya dengan senang.
aku tau kalau dia cuman mau berduaan dengan ku mencoba untuk menghindar "ajak aja si putri es kenapa kamu mengajak aku? dia kan juga sekuat kita" kataku mencoba untuk menghindar dari ajakannya.
"Winter princess sedang menjalan kan quest baru bisa kembali bulan depan jadi kamu dan aku petualang rank S yang ada saat ini" katanya dengan nada lemas.
"kamu sendiri aja aku kan baru sembuh masak kamu ajak pergi ketempat berbahaya kamu kejam banget" kataku dengan nada sedih agar dia mau pergi sendirian.
dia langsung menatap tajam ke arahku "hey aku dengar di sana juga ada behemoth" katanya yang membuatku tidak bisa menjawab tidak.
aku cuman mengeluarkan nafas panjang "yah baiklah aku akan ikut kamu" kataku sambil mengeluarkan peralatan tempurku.
setelah berpamitan dengan Avila dan Safira aku dan Arnold pergi ke dungeon tower.
kami sampai di dungeon itu "hey Arnold emang petualang rank apa yang di bantai disini" tanyaku sambil menatap tingginya tower ini.
dia juga sama sepertiku sedang menatap menara yang menjulang ke langit "yah party rank A dilibas habis yang berisi dua petualang rank A dan tiga rank B"
kami berjalan masuk ke menara itu dan sesampainya di lantai satu cuman ada slime dan lantai dua cuman ada goblin semakin tinggi lantainya semakin kuat monster nya.
saat masih di lantai satu aku tanya ke Arnold "jadi si behemoth itu ada di mana" tanya ku dengan darah yang mendidih ingin bertarung.
dia cuman menghela nafa "huh dasar maniak petarung" aku langsung menatap dia dengan tajam "kenapa kamu suka seorang maniak petarung seperti ku"
dia langsung menatap ku dengan wajah sok ganteng "yah karena kamu itu cantik walaupun kamu punya kebiasaan aneh aku akan tetap cinta kamu" katanya alay.
aku sebenarnya ingin membunuh tuh mahluk tetapi tidak bisa karena terakhir kali kami berduel aku kalah telak darinya dia itu sangat kuat apa lagi dengan pedang suci artefak yang bisa meniadakan segala jenis pertahanan dari lawan.
"sekarang aku lebih kuat kamu mau bertarung lagi kita duel aku akan tunjukkan kalau aku lebih kuat" kataku mengancam sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.
setelah sedikit drama di awal kami langsung ke inti tujuan kita "jadi di lantai berapa iblis itu muncul" kataku serius kearahnya.
di yang tau itu langsung berbicara serius "ya itu ada di lantai dua puluh yang di kenal sebagai the maze di sana ada banyak monster rang c berkeliaran"
note : rank yang di bilang oleh Alvis dan rank yang di bilang sama Arnold itu berbeda karena Alvis itu rumit dan suka berbelit-belit. dan rank yang di bilang sama Arnold itu sama seperti peringkat petualang. kekuatan monster itu bukan cuman dari level tetapi juga dari keunggulan ras seperti naga level 1 dengan mudah membunuh goblin level 10.
kami pun pergi ke lantai 20 dan "kenapa Monster di sini sangat lemah" kataku bosan. "bukan monster nya yang lemah tetapi kamulah yang kuat" kata Arnold.
kami akhirnya sampai di lantai 20 dan langsung di sambut oleh minotaur yang ingin menyerang ku dengan kapaknya. aku langsung menebas Minotaur menggunakan pedang ditangan kiriku.
setelah beberapa saat berjalan dan aku sadar kalau jalan yang kita lewati itu sama seperti tadi "woy kita sepertinya tersesat" kataku sambil menatap kearah Arnold.
dia memalingkan wajahnya dan menggaruk pipinya "hahaha mungkin kita beneran tersesat" katanya sambil tersenyum canggung.
"kamu itu gak bisa main labirin ya" tanyaku sambil menatap sinis kearah guild master itu.
"jahat banget bukannya kamu juga ikut tersesat" dia langsung membuat pembelaan dengan tuduhan Chloe itu.
"lah kok aku kan kamu yang memimpin jalanya"
"aku kan lelaki jadinya harus didepan"
"bacot minggir sana aku saja yang jalan"
"hey kita mungkin kena ilusi iblis"
"jika aku kena ilusi pasti sadar atau kamu mau bilang kalau aku itu gak bisa merasakan hal itu"
sampai ketika aku merasakan adanya perubahan mana alam ke mana iblis "hey kamu gak terlalu bodoh untuk merasakan hal ini kan" kataku yang sedang bersiaga dengan 2 pedang di tanganku.
"iya aku juga sadar kalau ada iblis dibalik ruangan bos itu" katanya sambil memegang pedang satu tangannya.
aku membuka pintu itu dengan kasar dan mengeluarkan light art kearah sumber mana iblis itu.
setelah asap yang mengepul mulai menghilang terlihat sesosok mahluk bersayap dan tubuh tinggi dengan cakar dan tanduk yang mengerikan.
'alvis'
[saya tau]
Nama : Sil
ras : demon Nobel (duke)
kelamin : Laki-laki
umur : 50
level : 800
hp : 800.000
mp : 800.000
sp : 800.000
sepesial skill: pride
skill pasif : intimidation , ultra regenerasi ,
skill : demon slash , first punch
skill magic : dark bullet , punch of darkness , hell fire , chain darkness , teleport
elemen: dark , fire
titel: duke of rules of pride
"Arnold dia itu sangat kuat jadi berhati-hatilah dia bawahan raja iblis dan dia sangat kuat" kataku pelan kepada Arnold. Arnold mengangguk dengan apa yang aku katakan.
[tuan bunuh dia dan ambil jantung iblis yang dia miliki nanti tuan akan bisa menjadi rusak alias terlalu kuat]
setelah mendengar itu aku langsung menggunakan "seraphin mode"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
maaf akhir akhir ini jarang upload