Holy Vampire.

Holy Vampire.
Chapter 3




(picture agar mempermudah kalian dalam meng imajinasi kan nya)


...Terlalu kuat...


Aku yang sudah dalam mode full fight ku langsung menerjang ke arah naga itu dengan kecepatan full, aku menebaskan pedang ku.


Naga yang merasakan bahaya luar biasa menghindari itu dan dia juga menebaskan cakarnya dan itu menyebabkan tekanan angin.


Dia berhasil menghindari tebasan pedang ku dan malahan dia juga mampu menyerang ku balik "dasar kadal terbang" aku yang sudah sangat kesal terus menebas dengan membabi buta.


Karena cara ku ini sang naga malah mempunyai kesempatan besar untuk melawan ku balik, tubuhku terkena serangan-serangan nya dan itu membuat tubuhku terbelah.


Jika saja itu manusia pasti dia langsung mati, sebelum tubuhku pulih sempurna dia melanjutkan serangannya "teleport" dari pertarungan darat kini berubah menjadi pertarungan udara.


Aku sudah banyak terluka tetapi dia, dia belum terkena luka walaupun segores cuman sayapnya dan aku sudah terluka parah bukan cuman sayap tetapi seluruh tubuhku.


"Dark bullet rain" skill yang sudah diperkuat menyerang naga itu dengan membabi buta, aku juga langsung menerjang ke arah naga untuk memberikan tebasan langsung.


Aku menebaskan pedang ku yang sudah diselimuti oleh kabut hitam yang terus-menerus mengeluarkan aura kematian yang luar biasa pekat.


Naga itu terjatuh ke tanah dengan luka di sekujur tubuhnya, tak menyia-nyiakan kesempatan aku menyerang nya dengan beruntun.


"Sword rain" serangan demi serangan terus ku lakukan, sampai titik dimana dia benar-benar seperti ingin mati.


Dan bodohnya aku malahan menganggap remeh kekuatan seorang naga kuno, tanpa aku sadari tubuhku sudah berlubang, aku muntah darah dan terlihat kalau serangan angin yang luar biasa banyaknya mengarah ke arah ku.


Aku berusaha keras untuk menggunakan teleportasi dan saat serangan naga itu mengenai tubuhku aku sudah berhasil keluar dari Medan maut itu.


"ugh, ha ha ha ha" aku terbaring lemas di tanah "kekuatan nya benar-benar diluar dugaan" seluruh tubuhku mulai kembali ke kondisi semua.


Rambut ku kembali memutih dan seluruh kabut hitam itu menghilang "Sialan, efek samping dari abyss itu sudah mengerikan tetapi ditambah dengan lukaku ini"


Seluruh tubuhku terasa seperti tercabik-cabik, seolah-olah aku terus menerus digunting seperti kertas yang dipotong kecil-kecil.


Tak berhenti sampai di situ jantung ku terasa seperti mau meledak, perasaan sakit terus menerus terasa dan aku nyaris saja pingsan.


"Sialan, semua berjalan diluar kehendak ku"


[Naga kuno itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dibunuh dan ingat satu hal, naga itu mahkluk terkuat di dunia ini]


"Diantara naga dan Demigod kuat yang mana?"


[Lebih kuat naga yang telah mencapai level 1.000]


Apa aku salah memilih lawan? dari pada terus memikirkan itu lebih baik aku menyembuhkan tubuhku dulu.


Aku mengambil sikap lotus, satu Minggu kemudian "Sekarang aku sudah pulih sepenuhnya, aku tidak boleh ceroboh seperti terakhir kali" aku berdiri dan langsung menghilang dari tempat itu.


Aku terbang sangat tinggi dan melihat kalau naga itu juga tengah menyembuhkan dirinya, tak menunggu lama aku langsung menyerangnya.


"Gian spear of darkness, rain" Puluhan tombak hitam besar tercipta dan siap untuk menembus pertahanan naga itu.


"Iblis sialan, kesabaran ku juga ada batasnya" sebuah suara tiba-tiba terdengar entah dari mana, aku berusaha mencari sumber suara itu.


[itu suara naga]


Aku melihat kebawah dan sudah melihat sebuah sihir angin yang tampak nya bisa saja membunuh ku "hei Alvis, aku tidak akan matikan kalau terkena itu?"


Serangannya melesat dengan cepat kearah ku dan hal itu tidak memberikan kesempatan bagiku untuk menghindar "gluttony" kabut hitam keluar dari tangan ku dan menyerap semua serangan itu.


Tetapi naga itu tiba-tiba bertarung lebih agresif dibandingkan seminggu yang lalu, dia terbang kearah ku dengan cepat dan menebaskan cakarnya.


Karena aku tidak memiliki waktu reaksi aku terpaksa menerima serangan itu. bruk, aku terjatuh dengan keras ke tanah dan saat aku melihat keatas.


"hei hei hei, itu bercanda kan" aku melihatnya bersiap-siap mengeluarkan nafas naga nya "ini sebuah pertaruhan, Evil eye of doom"


Serangan naga itu berbenturan dengan serangan mata jahat ku, karena satu mata ku yang masih selamat aku menggunakan nya juga "The evil eye of annihilation" seketika kepala naga itu hancur berkeping-keping.


Aku juga kehilangan kedua mataku [Tuan cepat pasangan pelindung yang paling kuat] karena suara Alvis panik aku langsung memasang pelindung berlapis lapis.


Sangking banyaknya itu menghabiskan semua mana ku yang tersisa, aku benar-benar dilapisi oleh pelindung cahaya yang benar-benar tebal.


BOOM


Sebuah ledakan terdengar dan aku terpental jauh kebelakang, aku tidak tau apa yang terjadi karena mata ku hancur jadinya aku menggunakan.


"Mp-Detector eye" aku menggunakan skill yang sudah Alvis modifikasi untuk menggantikan pengelihatan ku, setelah aku membuka mataku malahan kepalaku terasa sangat menyakitkan.


Aku melihat sejumlah mana yang jumlahnya tidak masuk akal, kepala ku terasa seperti mau pecah dan tubuh ku juga menghantam tanah dengan sangat keras.


"Oh, dimana ini? kenapa aku malah terdampar di area antah-berantah ini" sebuah suara yang snagat menakutkan terdengar menggema dimana mana.


Suara dari kehadiran yang sanga sangat kuat dan kehadiran itu menggoncang gancing dunia ini, aku membuka mataku dan melihat seorang pria terbang.


Pria itu terbang dengan gagahnya dan dia memakai pakaian hitam dengan corak emas dia juga memakai sebuah mahkota dibelakangnya juga ada sebuah benda terbang.


Benda itu berbentuk seperti cakram berwarna emas dengan bola bola kecil berwarna hitam, tampilannya begitu elegan dan satu hal yang terlintas di benakku.


"Seorang dewa" apakah seorang dewa itu sekuat ini? hanya dengan kehadiran nya saja sudah membuat ku bertekuk lutut.


[dia dia dia]


Suara Alvis yang gemetaran "Alvis siapa dia? apa kamu mengenalnya?"


[Kenapa aku tidak kenal? dia lah orang yang selalu ingin mengotak Atik aku dahulu kala]


"Jadi siapa dia" aku mendesak Alvis agar memberitahu siapa sebenarnya pria itu.


[Pangeran kelima dinasti cahaya, kata pangeran cuman digunakan untuk memudahkan pembedaan kekuasaan, dia sebenarnya ada Kaisar para dewa dari dinasti cahaya kelima]


Kata Alvis yang dengan nada yang sangat aneh, dia seperti kagum sekaligus kesal dengan sosok pria itu.


"ini dunia milik kakak ketiga, jika aku merusaknya dia pasti akan membunuh ku, lebih baik aku pergi dengan segera" gumam pria itu yang terlihat seperti membuka black hole.


Dia masuk kedalam Black hole dan dia menghilang bersamaan dengan black hole itu.


Setelah kepergiannya aku bisa bernafas lega lagi "jadi dia yang kamu maksud bisa membantu aku?" tanya ku pada Alvis.


[Benar, itu memang dia]


"Tetapi kenapa dia cuman datang dan pergi begitu saja"


[Yah dia masih takut dengan kakaknya jadi dia langsung pergi, bagaimanapun kehadiran seorang dewa ke dunia fana itu bisa membuat dunia bergejolak]


"Alvis kalau dia dan Sivery bertarung siapa yang menang?" tanya ku pada Alvis penasaran karena Dia terasa sangatlah kuat.