Holy Vampire.

Holy Vampire.
Chapter 22



...Manusia berhati iblis ||...


Sebuah dentuman terdengar, aku segera pergi ketempat terjadinya dentuman itu terdengar.


Aku pergi ke sana dengan cepat dan tergesa-gesa 'disana Avila dan yang lainnya bersembunyi' batinku panik yang segera mengunakan "seraphim mode"


Aku melesat terbang dengan cepat ke tempat terjadinya dentuman itu, sesampainya di sana aku melihat salah satu pahlawan yaitu Aegle yang berubah.


Dia yang dulunya dipenuhi dengan energi positif dan aura hangat berubah 160° dia kini mengeluarkan aura mematikan dan energi negatif yang sangat kuat.


"aku tau kalau dia akan mendapatkan musibah tapi tidak aku sangka akan seperti ini" kataku saat melihat Aegle yang berubah, dia yang menghunuskan katana hitam yang dipenuhi oleh kebencian.


Aku tau aura apa yang ada di pedangnya itu "jadi kamu belum mati ya" kataku yang melihat aura di katana itu mengandung kebencian para manusia yang di bunuhnya.


"tidak kusangka kamu mampu bertahan melawan sihirku" kataku kesal karena dia masih hidup setelah menerima serangan ku "kamu pikir aku akan mati begitu saja" katanya angkuh sambil mengangkat katana.


Dia menebaskan katana yang ada di tangannya, siluet tebasan pedang berwarna hitam terbentuk dan menebas semua yang dia lewati.


Aku lebih memilih untuk terbang menghindar dari pada bertahan, karena keputusan yang aku buat itulah banyak warga yang belum sempat evakuasi menjadi korban tak luput pula para petualang.


Arnold yang sok-sokan dia maju dan bertarung melawan iblis itu sendiri, tapi "dark bullet" setengah tubuh Arnold hancur. Untung saja si Arnold punya sihir penyembuhan yang kuat jadi dia masih bisa selamat.


Tapi saat Arnold sedang mengobati lukanya iblis itu berusaha untuk menebas Arnold, dia yang sedang membelakangi ku langsung aku tusuk pakai tombak.


"spear of light" saat aku kira itu akan menyebabkan korosi energi gelap yang dia punya aku malah lengah, yang seharusnya iblis akan mengalami korosi karena sihir suci malah tidak mempan.


"hing heal" katanya yang membuat luka yang aku buat sembuh dengan cepat 'kampret mahluk itu' batin ku kesal karena dia benar-benar berubah.


Fisiknya punya sihir suci dan dia punya sihir hitam sungguh hal yang aku benci, dia langsung pergi ke arahku yang tengah terbang di langit.


Jika aku gak cepat bereaksi aku pasti akan mati, kami akhirnya beradu pedang di langit "holy chain" sebuah rantai muncul di udara tipis dan aku lanjutkan dengan "evil eye of distraction" tubuhnya kini benar-benar hancur berkeping-keping.


'alvis aktif mata pengganti' suruhku ke Alvis yang langsung di laksanakan [siap] 'untung aja ada skill ini' kabut mana mulai berkumpul di titik yang tadi di tempati si iblis.


Dari kabut itu muncul sosok yang mempunyai mana yang amat sangat besar dan dari jumlah mana itu aku sangat yakin kalau dia itu si iblis.


"dasar monster sudah kena jurus pamungkas ku aja gak mati-mati" kataku kesal melihat dia tidak segera mati saja. Saat aku sedang lengah tiba-tiba perutku bolong.


Aku muntah darah gegara itu 'alvis aktif percepatan pikiran' kataku yang tidak mau lagi kecolongan [siap] "kali ini aku akan lawan kamu dengan serius" aku yang sedang dalam kondisi full power menyerang dengan brutal.


Walaupun brutal itu tetap lah dengan seni jadi aku tidak menyerang dengan sembarangan, di tengah adu pedang yang sengit itu aku juga sesekali memberikan serangan sihir kepadanya.


[tuan hati-hati kalau sampai tubuh tuan hancur berkeping-keping maka tua akan benar-benar mati kecuali Sivery menghidupkan anda kembali]


Ingat Alvis saat aku ingin menangkis serangan sihirnya dengan pedang, aku menggunakan sihir yang gak kalah besar untuk menandingi itu.


"star light" sebuah bintang buatan yang mampu melelehkan apa saja dihadapannya walaupun begitu serangan dari musuh juga gak kalah kuat yaitu sebuah bintang hitam yang melahap segala-galanya.


Kedua serangan berbenturan dan menyebabkan ledakan yang sangat-sangat besar, ditengah momen itu aku berusaha untuk menusuk jantung nya.


Bukannya jantung nya hancur malah aku yang hancur, Aku terjatuh dan nyaris kehilangan kesadaran 'gak aku sangka kalau kehancuran jantung ku bisa membuat ku magi' gumamku yang membuat kesadaran ku perlahan-lahan menghilang.


Arnold yang tidak terima langsung mengamuk dan menyerang dengan brutal "iblis sialan mati sana, Sword destroyer" pertarungan antara keduanya membuat lingkungan sekitar rusak parah.


Walaupun awalnya Arnold mampu melawan dan memojokkan lawannya di awal pertarungan tapi itu tidak berlangsung lama karena dia tidak bisa terbang jadinya dia dirugikan secara medan.


Dia terus-terusan terkena serangan dari lawannya yang membuatnya kehilangan banyak HP, walaupun begitu dia yang dendam tidak peduli dan terus menyerang.


Tampa aku duga iblis itu kini lebih kuat dari yang aku lawan tadi jadi dia membalas serangan ku tapi untungnya aku masih bisa selamat.


"Arnold kamu terlalu memaksa kan dirimu" kataku yang melihat Arnold sudah babak belur "kamu juga jangan memaksa kan dirimu kalau gitu" balasnya "huh aku tau, kalau gitu ayo cepat selesaikan ini" kataku yang mengambil posisi siap.


'alvis cari tau kelemahannya' batinku ke Alvis sembari menyerang iblis itu dengan penuh perhitungan [bakar dia dengan api suci, dengan begitu jiwa jahat akan musnah] kata Alvis dan aku tau apa yang dia maksud.


"jadi berapa" kataku yang menanggapi Alvis [murah cuman 10.000.000 aja] "itu banyak, huh belilah" kataku pasrah.


[sesuai dengan permintaan]


[Mendapatkan Holy Fire poin -10.000.000]


Aku yang tengah mengaplikasikan api suci ke pedang cahaya harus lebih fokus, aku menyuruh Arnold untuk bertarung sendirian sembari menunggu ku.


Arnold dia terluka parah karena berusaha melindungi ku dari serangan iblis itu, aku belum bisa membantu aku membutuhkan waktu untuk menyiapkan senjata ku.


Tampa aku sadari ternyata Arnold menjadi lebih kuat dan kuat di banding sebelumnya, dia mampu menyetarakan gerakannya dengan iblis itu.


Setelah selesai mengaplikasikan api suci ke pedang aku masuk kedalam pertarungan, aku menebaskan pedang ku ke tubuh Aegle yang dikuasi oleh iblis.


Aku bertarung sembari menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya dengan sekali serang. Saat aku menemukan celah aku langsung menyuruh "Arnold mundur" bentakku dengan keras.


Arnold langsung mundur dan aku membakar iblis itu dengan api suci yang sangat besar dan kuat untuk memusnahkan jiwa-jiwa jahat yang bersemayam di tubuh Aegle.


Saat aku tengah senang dengan kemenangan Arnold sudah kehilangan kesadaran dan terjatuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf author nya males