Holy Vampire.

Holy Vampire.
chapter 20



...putri Olivia...


"aku gak suka di tatap seperti itu sejak kejadian dengan mahluk itu"


melihatku sangat kesal putri Olivia dia langsung mengajakku untuk istirahat.


"Chloe hari ini kamu istirahat saja bersama kami" kata putri Olivia.


aku mengangguk untuk menandakan kalau aku mau ikut bersamanya.


"kalau gitu ayo ikut kepadaku dan kalian kembalilah bertugas ini adalah obrolan para gadis" kata Olivia membuatku merasa gimana gitu.


aku yang notabenenya seorang pria di ajak ke obrolan para gadis.


yah untung saja ini bukan pertama kalinya aku mengobrol dengan para gadis jadi aku bisa sedikit nyambung.


Olivia mengajakku pergi ke taman yang di penuhi bunga berwarna-warni.


kami duduk di kursi ada meja di tengah taman itu dengan sebuah gazebo yang terbuat dari kayu di tumbuhi bunga dan penuh dengan bunga-bunga.


di sana angin berhembus sepoi-sepoi membuatku merasa nyaman.


aku menikmati pemandangan ini sambil menutup mata sampai Olivia mulai berbicara.


"hei Chloe baju apa yang kamu suka" tanya Olivia membuat ku terkejut.


ya aku sebenarnya gak terlalu mengerti tentang model baju aku asal pakai aja yang aku suka.


"y-ya model seperti yang aku pakai ini" jawabku gugup.


"oh ternyata selera kita sama" teriak Olivia kencang sampai membuat pelayan yang mengantar teh terkejut.


aku gak menyangka dia akan punya selera seperti ini.


ya aku sebenarnya sedang memakai baju berwarna putih dengan pundak sedikit kelihatan.


dan bergelombang entah aku gak tau apa namanya ini ya author nya malas mencari.


(author nya kan pria jadi gak tau tentang baju wanita author cuman pernah melihat beberapa kali dan gak tau namanya jadi maaf kalo gak jelas)


karena Olivia merasa kita punya ketertarikan pada hal yang sama dia terus-terusan berbicara tentang baju ini dan baju itu aku cuman menjawab dengan senyum dan mengangguk.


dia sudah berbicara tentang baju sampai 1 jam lamanya sampai dia pelayan menghidangkan buah-buahan.


"maaf putri lebih baik kita makan dulu nanti lanjut lagi bicaranya" aku mengatakan itu karena aku sudah pusing dengan kata-kata Olivia.


"oh baiklah kalau gitu ayo makan dulu"


kami berdua memakan apel anggur dan lainnya ya rasanya lumayan.


"putri.." aku belum selesai bicara langsung dipotong.


"jangan panggil aku putri panggil aja aku Olivia mengerti" katanya sambil menaruh jari telunjuknya di mulutku.


"baiklah Olivia kenapa kamu ada di kerajaan manusia?" tanyaku penasaran.


"itu untuk diplomatik aku berada di sini"


"oh gitu ya" aku gak lanjut nanya karena aku tau itu berhubungan dengan negara dan aku males berhubungan dengan hal seperti itu.


"prftt " Olivia tertawa.


"kenapa kamu tertawa?" tanyaku bingung.


"wajahmu lucu saat berpikir"


"masak?"


"ya sudahlah ayo kita jalan jalan"


aku mengangguk untuk menjawabnya.


kamipun pergi keluar kota untuk keluar jalan jalan dan kami mampir ke mana mana.


kami juga pergi ke toko pakaian dan saat di toko pakaian.


kami mencoba beberapa baju yah baju baju itu kebesaran.


melihat baju yang aku pakai kebesaran di bagian dada Olivia bilang.


"tenang saja nanti juga tumbuh seiring berjalannya waktu" aku benar-benar kesal saat mendengar itu.


aku kira cuman Alvis doang yang akan bilang begitu ternyata Olivia juga bilang begitu.


padahal ini ukuran dada yang aku suka yah aku sebenarnya gak suka dengan dada yang besar.


"iya iya kalau milikmu sangat besar" ucapku sambil melirik dada Olivia.


note : (author itu gak mesum ya jangan salah paham author itu anak baik baik)


tak terasa kami sudah berjalan sampai sore hari tiba yang kini sinar matahari sudah mau digantikan oleh sinar rembulan.


kamipun kembali kekediaman yang aku datangi tadi siang.


"Chloe hari ini kamu menginap disini aja" kata Olivia.


"ya baiklah" aku mengiyakan ajakan Olivia karena sedari tadi aku merasakan ada hal yang mencoba membunuh Olivia.


'haa sepertinya aku harus terlibat dalam urusan politik' gumam ku sambil membuang nafas berat.


"Chloe kamu kenapa?" tanya Olivia kebingungan.


"y-ya aku gak apa apa" jawabku.


"kalau gitu ayo masuk dan makan bersama setelah itu mandi dan tidur besok kita berangkat"


"ok"


kami masuk ke dalam dan makan bersama ya cuman aku dan Olivia yang duduk.


yang lainnya cuman berdiri seperti penjaga macan kekar.


"Tigris ayo duduk dan ikut makan" kata Olivia mengajak penjaga macan untuk duduk bersama.


ya aku tetap memanggil nya dengan nama penjaga macan kekar. itu kan cocok dengan tubuhnya.


"maaf putri saya adalah pengawal anda jadi saya tidak punya hak untuk duduk saya harus tetap waspada" dia penjaga yang baik.


"kamu ini ya kaku banget" kata Olivia.


kami pun makan makanan yang ada di meja tampa penjaga macan kekar.


akhirnya kami selesai makan dan Olivia membuka pembicaraan.


"Chloe ayo mandi"


aku kaget dong karena ini pertama kalinya aku ditawari mandi bareng cewek.


dulu pernah sih di ajak mandi Cora tapi karena aku itu anak baik-baik aku menolaknya.


padahal kalau aku mau berbuat sesuatu dia dengan senang hati menerima itu, tetap saja aku itu anak baik-baik.


"m-maaf aku mandi sendiri aja" jawabku gugup.


"gak usah malu kalau dada mu itu kecil" kata Olivia.


"yang malu itu kamu yang dadanya besar" jawabku sedikit teriak.


ya walaupun dia tetap memaksa aku untuk mandi bersama.


dan saat aku berjalan di samping Tigris aku bilang.


"pembunuh" pelan.


dia mengangguk akan kata-kataku dia juga tau kalau ada orang yang mau mencelakai Olivia.


jadi dia membiarkan aku tetap bersama Olivia biar aku bisa langsung melindunginya.


kami mandi bersama dia selalu bilang dada mu nanti tumbuh itu jelas membuatku kesal dia mengatakan itu berkali-kali.


entah kenapa aku melihat tubuh telanjang Olivia gak terangsang ya mungkin karena sekarang aku cewek kali.


kami akhirnya selesai dan ganti baju aku memakai baju tidur berwarna hitam yang cantik.


"ayo tidur bersama Chloe"


"ah i-iya" 'kenapa dia mengajakku tidur bersama ya itu memudahkan ku untuk melindungi nya sih' batinku.


kami akhirnya pergi ke kamar Olivia kamar itu besar dan mewah tapi gak sebesar dan semewah kamarku di bumi.


"Chloe ayo kita cerita hantu" ajak Olivia sambil memegangi lilin agar tampak seram.


"tapi besok kita harus berangkat" jawabku pada Olivia yang tampak semangat menceritakan kisah horor.


'sepertinya didunia ini ada cerita hantu' gumam ku.


"ya cuman sebentar aja" kata Olivia memaksa.


"baiklah" aku mengiyakan ajakan Olivia.


kami bercerita sampai 1 jam berlalu dia tampak gak kelelahan sama sekali.


aku bingung kenapa dia masih kuat aja padahal seharian ini dia aktif terus.


aku merasakan ada bahaya yang mendekat langsung mengeluarkan perisai cahaya.


"Light shields" teriakku membuat perisai cahaya yang tebal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


terimakasih telah membaca semoga menghibur